URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Proposal permohonan bantuan dana untuk rangkaian peringatan Hari Koperasi, Hari Jadi ke-1.276 Kota Salatiga, HUT ke-81 Kemerdekaan RI, dan Apeksi Kota Salatiga Tahun 2026 menjadi sorotan setelah beredar di kalangan pelaku usaha dan media sosial. Menanggapi polemik tersebut, Sekretaris Daerah Kota Salatiga pada konferensi pers, Kamis (16/7/2026), memutuskan menarik proposal yang sebelumnya telah tersebar, setelah muncul kritik terkait kebutuhan tambahan anggaran sebesar Rp400 juta di luar alokasi APBD.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Viral di Medsos! Proposal Permohonan Dana HUT RI di Salatiga Jadi Omongan Netizen

Viral di Medsos! Proposal Permohonan Dana HUT RI di Salatiga Jadi Omongan Netizen

Viral di Medsos! Proposal Permohonan Dana HUT RI di Salatiga Jadi Omongan Netizen

Proposal hari jadi yang jadi polemik (Foto dok tangkapan layar)
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Beredarnya foto proposal permohonan bantuan dana berkop Panitia Pelaksana Kegiatan Peringatan Hari Koperasi, Hari Jadi ke-1276 Kota Salatiga, HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan Apeksi Tingkat Kota Salatiga Tahun 2026 menjadi sorotan publik setelah beredar di kalangan pelaku usaha, dan viral di media sosial.

Proposal bertanggal 4 Juni 2026 tersebut berisi permohonan dukungan dana kepada pihak swasta dan badan usaha untuk mendukung pelaksanaan rangkaian kegiatan peringatan yang direncanakan berlangsung di Kota Salatiga.
Dalam dokumen tersebut tercantum tanda tangan Ketua Harian Bayu Joko Mulyono, Bendahara Cansio Xavier Pereira, serta diketahui oleh Sekretaris Daerah Kota Salatiga, Muthoin.

Berdasarkan isi proposal, panitia merencanakan berbagai kegiatan yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga meliputi kegiatan olahraga, seni budaya, bakti sosial, hingga gelar ekonomi kerakyatan.

Disebutkan pula bahwa Pemerintah Kota Salatiga melalui APBD Tahun 2026 hanya mengalokasikan anggaran untuk kegiatan seremonial. Sementara untuk menyelenggarakan seluruh rangkaian kegiatan yang telah direncanakan masih dibutuhkan tambahan anggaran sebesar Rp400 juta.

Proposal tersebut juga memuat rincian kebutuhan anggaran sebagai lampiran serta mengajak kalangan usaha swasta dan badan usaha untuk berpartisipasi memberikan bantuan.

Pengusaha Pertanyakan Penyebaran Proposal

Beredarnya proposal itu menuai tanggapan dari sejumlah pelaku usaha. Seorang pengusaha berinisial DK mengaku menerima proposal tersebut pada Senin (13/7/2026).

Menurutnya, langkah penyebaran proposal oleh panitia yang berkaitan dengan kegiatan pemerintah daerah terasa janggal, terlebih di tengah kondisi ekonomi yang dinilai belum sepenuhnya pulih.

“Aneh rasanya, dari Pemkot Salatiga menyebar proposal untuk perayaan berbagai acara tersebut. Kalau memang tidak ada anggaran, tidak perlu dipaksakan,” ujarnya, Selasa (14/7/2026).

Ia menilai kondisi tersebut mencerminkan kurang optimalnya perencanaan anggaran pemerintah daerah.

“Ya menyesalkan, karena ini menunjukkan tidak ada perencanaan keuangan dari pemerintah. Apalagi sekarang kondisi ekonomi sedang tidak baik, malah ada proposal yang cenderung membebani masyarakat,” katanya.

Menurutnya, masyarakat tidak akan mempermasalahkan apabila rangkaian peringatan hari jadi maupun perayaan lainnya dilaksanakan secara sederhana sesuai kemampuan keuangan daerah.

“Daripada membebani masyarakat, lebih baik apa adanya. Apalagi katanya sekarang ini efisiensi, ini harus dilaksanakan sesuai kondisi di masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu beredarnya proposal tersebut juga menjadi pembahasan di berbagai media sosial.

Saat dikonfirmasi terkait penyebaran proposal itu, Ketua Harian Panitia Pelaksana, Bayu Joko Mulyono, mengarahkan agar konfirmasi disampaikan kepada Sekretaris Daerah Kota Salatiga.

“Dengan Pak Sekda nggih, saya hanya membantu,” jawab Bayu melalui pesan WhatsApp.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Salatiga Muthoin, yang namanya tercantum dalam proposal sebagai pihak yang mengetahui dokumen tersebut, hingga berita ini ditulis akhirnya memberikan tanggapan atas permintaan konfirmasi yang disampaikan.

Saat rasikafm.com mencoba konfirmasi dengan sekda pada, Muthoin menjawab baru ada rapat. “Yang mana mas, Sebentar saya masih rapat”. Ujar sekda sambil mengirim foto ruangan rapat.

Di lain pihak saat jumpa pers Kamis (16.7.2026) sekda akhirnya menarik proposal yang sudah tersebar.

Sekda Salatiga berikan keterangan media

BACA JUGA :

Seorang pria berinisial M (59), penghuni kos di Kampung Sawo, Bugel, Sidorejo, Kota Salatiga, ditemukan meninggal dunia pada Rabu (26/8/2026) malam. Polisi dan tim medis melakukan pemeriksaan serta olah TKP setelah menerima laporan melalui Call Center 110. Pemeriksaan awal tidak menemukan tanda penganiayaan maupun kekerasan pada tubuh korban.
Murni Sakit, Penghuni Kos Ditemukan Meninggal. Saksi akui Cium Bau Busuk
Sebanyak 95 lulusan LPK Serbaindo dilepas dalam Wisuda ke-14 di Hotel Laras Asri, Salatiga, Rabu (26/8/2026). Pada kesempatan itu, Serbaindo Group bersama Kemendes PDT meluncurkan program beasiswa pendidikan dan kerja ke Jepang yang menargetkan 45.000 peserta hingga 2030, khususnya untuk memenuhi kebutuhan tenaga caregiver.
Gelar Wisuda ke 14, Serbaindo Group Gandeng Kemendes PDT Buka Program 45.000 Beasiswa ke Jepang
Daihatsu Ayla dan Mitsubishi L300 Pick Up bertabrakan di Simpang Empat Klampeyan, Noborejo, Argomulyo, Kota Salatiga, Selasa (25/8/2026) siang. Kecelakaan terjadi saat Ayla hendak menyeberang Jalan Pertapaan Gedono dan bertabrakan dengan L300 yang melaju dari arah Tingkir menuju Kembang. Kedua pengemudi selamat tanpa luka.
Ayla VS L300 Adu Banteng, Pemilik Mobil hanya bisa Geleng - geleng
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Sebanyak 111 siswa SMP Arunika dan SD School of Life Lebah Putih mengikuti Kemah Alih Golongan 2026 di Bumi Perkemahan Kuncen, Polobogo, Kabupaten Semarang. Kegiatan dikemas sebagai pembelajaran berbasis pengalaman untuk melatih kemandirian, kerja sama, pemecahan masalah, dan kemampuan berpikir kritis melalui berbagai tantangan di alam.
Ratusan Siswa ikuti Kemah Alih Golongan, Tanamkan Sikap Belajar Mandiri, dan Bekerja Sama di Alam
Setelah sekitar 21 tahun terpisah dari keluarga, Nuryanto, warga Bugel, Sidorejo, Salatiga, akhirnya kembali ke rumah setelah ditemukan di Rumah Rehabilitasi Jalma Sehat, Kudus. Informasi tentang asalnya dari Salatiga ditelusuri relawan dan Dinas Sosial hingga identitasnya dipastikan oleh keluarga.
Setelah 21 Tahun Menghilang, Nuryanto akhirnya bisa Pulang ke Salatiga

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengajak masyarakat aktif memeriksa data kesejahteraan dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), termasuk desil yang tercatat, di Jawa Tengah, Rabu (19/8/2026). Warga dapat menyanggah data yang tidak sesuai melalui laman kementerian agar penyaluran bantuan dan program pemberdayaan lebih tepat sasaran.
Warga Diminta Aktif Cek Data Desil dan Sanggah Data DTSEN
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan