[audio_player]

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Warga sekitar Karangduwet Tingkir Salatiga heboh, seiring kemunculan Bunga bangkai atau Amorphophallus Titanium yang tumbuh dan mekar di pekarangan Listyono.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Warga Sekitar Tingkir Heboh, Mendadak Muncul Bunga Bangkai Yang Baunya Menyengat

Warga Sekitar Tingkir Heboh, Mendadak Muncul Bunga Bangkai Yang Baunya Menyengat

Warga Sekitar Tingkir Heboh, Mendadak Muncul Bunga Bangkai Yang Baunya Menyengat

Listyono saat menunjukkan bunga bangkai dibelakang rumahnya

Warga sekitar Karangduwet Tingkir Salatiga heboh, seiring kemunculan Bunga bangkai atau Amorphophallus Titanium yang tumbuh dan mekar di pekarangan Listyono.

Dari pantauan rasikafm.com dilapangan, bunga ini tumbuh dengan diameter kurang lebih 45 cm dan tinggi sekitar betis orang dewasa.

Bunga tersebut sekarang dirawat pemilik pekarangan sampai tumbuh lebih besar.

Pemilik rumah, Listyono mengatakan awal mula ia mengira ada bangkai di pekarangan rumahnya.

“Awalnya dari baunya yang tidak enak, saya cari-cari sumber baunya masih belum ketemu,Lalu saya mencari di pekarangan rumah saya ciu-cium lagi ternyata baunya dari bunga ini,” kata Listyono kepada media, Minggu (17/7/2022).

Awalnya Ia mengira bau bangkai ini bersumber dari tikus yang sudah mati.

Listyono mengaku penemuan bunga ini baru satu hari lalu.

“Bunga ini sudah agak besar padahal saya sering masuk ke pekarangan rumah karena juga ada tanaman lain yang saya

tanam disitu, Tetapi untuk bunga ini baru ketemu tadi malam karena baunya itu,” tambahnya.

Menurutnya bau dari bunga bangkai ini paling menyekat saat malam hari.

“Sekitar habis maghrib baunya sangat menyengat jarak 20 meter saja masih terasa baunya,” ucapnya.

Masyarakat sekitar pertama kali merasa terganggu dengan bau yang menyengat ini.

“Karena tidak tahu awalnya agak mengganggu, setelah warga sekitar melihat bunga ini banyak yang tertarik karena keindahan dan keunikan bunga ini,” katanya.

BACA JUGA :

Sebanyak 31 sapi di Kota Salatiga terkonfirmasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) sepanjang Januari hingga 4 September 2026. Dispangtan Salatiga menyebut lalu lintas sapi dari luar daerah menjadi faktor utama penyebaran penyakit. Dari jumlah tersebut, 30 sapi telah sembuh dan satu dipotong paksa, sementara saat ini tidak ada kasus aktif.
31 Sapi di Salatiga Terjangkit PMK, Dinas Pantau Lalu Lintas Ternak
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani
BALAP-LIAR
Balap Liar dan Knalpot Brong Makin Meresahkan, Satlantas Polres Salatiga amankan 75 Motor
Sebanyak 8.100 porsi Ayam Kecap Rempah Nusantara dimasak serentak di sembilan kota Indonesia pada Minggu (6/9/2026), termasuk 750 porsi di Semarang. Kegiatan Bright Gas bersama pelanggan dan komunitas tersebut digelar untuk memperingati Hari Pelanggan Nasional sekaligus membidik pencatatan Rekor MURI.
Bukan Masak Biasa! 8.100 Porsi Ayam Kecap Diburu Jadi Rekor MURI, Semarang Sumbang 750 Porsi
Tim sepak bola Popda Kota Salatiga berhasil menjadi juara Popda Jawa Tengah 2026 setelah mengalahkan Kabupaten Wonogiri 1-0 pada partai final. Sebelumnya, Salatiga menyingkirkan Kota Semarang melalui adu penalti 5-3 di semifinal. Gelar ini diraih berkat konsistensi, kekompakan, dan mental bertanding para pemain muda sepanjang kompetisi.
Skuad Muda Juara, Perjuangan Tim Sepak Bola Salatiga di ajang Popda Jateng Berbuah Manis
Pemkab Semarang meminta PT PLN menunda sementara kajian dan rencana eksplorasi panas bumi di kawasan Gunung Ungaran, Jumat (4/9/2026). Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyebut keputusan tersebut diambil untuk menjaga kondusivitas masyarakat di tengah kekhawatiran yang berkembang. Pemkab juga meminta PT Geo Dipa Energi meningkatkan komunikasi dan sosialisasi terkait kegiatan geothermal di Banyubiru.
Rencana Geothermal Gunung Ungaran Ditunda, Bupati Semarang Minta PLN Setop Kegiatan

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran
Tim Penilai Blackspot Therapy Polda Jawa Tengah melakukan survei dan penilaian Jalur Penyelamat di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga, Selasa (1/9/2026), untuk memetakan potensi kerawanan kecelakaan. Tim memeriksa kondisi jalan, rambu, marka, fasilitas keselamatan, dan lingkungan sekitar sebagai dasar penyusunan rekomendasi penanganan.
Tim Polda Jateng Cek Jalur Penyelamat JLS Salatiga, Amati Situasi Lalin Penyebab Laka

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved

Lebar: px

Tinggi: px