URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Kejaksaan Negeri Salatiga memberikan penyuluhan hukum dan kampanye antikorupsi kepada sekitar 150 siswa SMAN 3 Salatiga melalui program Jaksa Masuk Sekolah, Senin. Kegiatan tersebut bertujuan menanamkan kesadaran hukum, kejujuran, integritas, dan tanggung jawab sejak dini, sekaligus mengenalkan bahaya HIV/AIDS serta pengelolaan sampah kepada para pelajar.

Mbak Google

KABAR RASIKA

JMS di SMAN 3 Salatiga, Gandeng Berbagai Pihak, “Wujudkan Generasi Emas Anti Korupsi”

JMS di SMAN 3 Salatiga, Gandeng Berbagai Pihak, “Wujudkan Generasi Emas Anti Korupsi”

JMS di SMAN 3 Salatiga, Gandeng Berbagai Pihak, “Wujudkan Generasi Emas Anti Korupsi”

Tim Kejari Salatiga dalam program JMS di SMAN 3 Salatiga (Foto Arief Rasika)
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Rangkaian Kegiatan dalam rangka menyambut Hari Lahir Ke 81 Kejaksaan RI, Kejaksaan Negeri (Kejari) Salatiga terus mendorong penguatan kesadaran hukum di kalangan pelajar melalui program Jaksa Masuk Sekolah (JMS).

Kali ini, ratusan siswa dari SMAN 3 Salatiga mendapat penyuluhan hukum agar mampu mengenali berbagai tindakan yang berpotensi melanggar hukum.

Penyuluhan menghadirkan Kepala Seksi Intelijen, Erwin Rionaldy Koloway, dan Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus, Mohammad Anhar Lingga Bharadaksa.

Kepala Kejaksaan Negeri Salatiga, Erik Meza Nusantara menjelaskan jika acara kampanye anti korupsi Kejaksaan Negeri Salatiga juga dilakukan bersamaan dengan donor darah dan ekspo stand dari bank sampah induk Salatiga dan Dinas Kesehatan Kota Salatiga dengan peserta sekitar 150 orang.

“Kampanye anti korupsi terus digalakkan oleh Kejaksaan Salatiga, kami juga mengandeng pihak lain agar siswa paham”. Ujar Erik Meza.

Menurut Kajari, saat ini siswa perlu diberi pemahaman soal materi anti korupsi, juga mengenalkan adanya bank sampah dan bahaya HIV aids.

“Kejaksaan Negeri Salatiga bersama tim di lingkungan pendidikan merupakan bagian dari upaya mengenalkan hukum serta menanamkan jiwa anti korupsi sejak dini kepada para pelajar.” Tambahnya.

Menurut Kejari Salatiga Perilaku korupsi dapat berawal dari ketidakjujuran kecil yang dibiarkan, termasuk menyontek, terlambat dengan memberikan alasan, penyalahgunaan uang kas kelas, serta membiarkan pelanggaran tata tertib.

Saat ini bahkan Kejaksaan tidak hanya memiliki tugas melakukan penindakan, tetapi juga mengedepankan upaya pencegahan melalui edukasi dan penyuluhan hukum.

Senada Kepala Sekolah SMA N 3 Salatiga, Supriyanto menambahkan bahwa materi anti korupsi sangat bermanfaat bagi siswa.

“Kami dari sekolah menyampaikan apresiasi dan rasa bangga karena para siswa diberikan kesempatan untuk mengikuti kegiatan Kampanye Anti Korupsi, pendidikan anti korupsi merupakan pembelajaran penting yang mengajarkan nilai-nilai kejujuran, integritas, dan tanggung jawab.” Ujar kepala sekolah didampingi kepala kesiswaan, Amelia Handayani.

Pantauan wartawan, kegiatan diawali dengan Apel Anti Korupsi dan dilanjutkan dengan Kampanye Anti Korupsi dengan Rangkaian.

Materi ditutup dengan ajakan “Lawan Korupsi, Bangun Negeri” sebagai bentuk komitmen bersama dalam membangun generasi muda yang berintegritas dan anti korupsi.

Kepala Kejaksaan Negeri Salatiga, Erik Meza Nusantara

BACA JUGA :

DPRD Kabupaten Semarang meminta pemerintah daerah melakukan kajian menyeluruh sebelum pengembangan energi panas bumi Gunung Ungaran dilanjutkan, Senin (31/8/2026). Dewan menyoroti potensi dampak pengeboran lebih dari 2.000 meter terhadap kondisi geologi, lingkungan, sumber air, cagar budaya, serta manfaat ekonomi bagi masyarakat dan daerah.
Legislator Kabupaten Semarang Soroti Risiko Geothermal Ungaran, Ingatkan Dampak Pengeboran
Pemkab Semarang menyiapkan anggaran hampir Rp16 miliar untuk pelaksanaan Pilkades serentak yang dijadwalkan pada 14 Desember 2026. Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengatakan anggaran tersebut digunakan untuk mendukung seluruh tahapan Pilkades, dengan kebutuhan tambahan dipenuhi melalui efisiensi belanja yang tidak menjadi prioritas.
Pemkab Semarang Tambah Anggaran Pilkades, Belanja Tak Mendesak Jadi Sasaran Efisiensi
WhatsApp Image 2026-08-30 at 22.25
Meriah! Peringatan HUT Paguyuban PKL Setia Kawan ke-24 di Pasaraya Salatiga
WhatsApp Image 2026-08-30 at 21.48
85 Kontingen Meriahkan Pawai Pembangunan dan Budaya Kabupaten Semarang 2026, Hidupkan Semangat Palagan Ambarawa
Duka di Malam Minggu, Jazz Tabrak Pohon dan Agya Terguling
Duka di Malam Minggu, Jazz Tabrak Pohon dan Agya Terguling
Ratusan kader Partai Demokrat Kota Salatiga menggelar aksi bersih-bersih di Taman Tingkir, Sidorejo Kidul, Kota Salatiga, Kamis (28/8/2026), sebagai bagian peringatan HUT ke-25 Partai Demokrat. Kegiatan melalui Gerakan Langit Biru Indonesia Asri tersebut mengumpulkan sedikitnya 10 kantong sampah dan dilanjutkan pembagian nasi box kepada masyarakat serta dukungan bagi UMKM sekitar.
Gerakan Langit Biru Indonesia, Ratusan Kader Demokrat Salatiga Bersihkan Taman Tingkir

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
WhatsApp Image 2026-08-30 at 21.48
85 Kontingen Meriahkan Pawai Pembangunan dan Budaya Kabupaten Semarang 2026, Hidupkan Semangat Palagan Ambarawa
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo: Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved