URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Sanggar Budaya Condrowinoto di Dusun Dampu, Desa Kalongan, Kabupaten Semarang, menggelar pementasan ketoprak bertajuk Sang Kusuma Wilis pada Jumat (26/6/2026) malam sebagai ujian kenaikan tingkat bagi 80 siswa. Pementasan yang mengangkat perjuangan Nyi Ageng Serang ini menjadi media pembelajaran budi pekerti Jawa sekaligus upaya melestarikan budaya dan membentuk karakter generasi muda berlandaskan nilai-nilai Nusantara.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Sanggar Budaya Condrowinoto Wariskan Semangat Juang Nyi Ageng Serang Lewat Ketoprak “Sang Kusuma Wilis”

Sanggar Budaya Condrowinoto Wariskan Semangat Juang Nyi Ageng Serang Lewat Ketoprak “Sang Kusuma Wilis”

Sanggar Budaya Condrowinoto Wariskan Semangat Juang Nyi Ageng Serang Lewat Ketoprak “Sang Kusuma Wilis”

Siswa Sanggar Budaya Condrowinoto menampilkan adegan Nyi Ageng Serang memberikan “dhawuh” untuk mengobarkan semangat para prajuritnya dalam mengusir Belanda dari tanah Jawa saat pementasan ketoprak dengan lakon “Sang Kusuma Wilis”, Jumat (26/6/2026) malam. Foto: win
Siswa Sanggar Budaya Condrowinoto menampilkan adegan Nyi Ageng Serang memberikan “dhawuh” untuk mengobarkan semangat para prajuritnya dalam mengusir Belanda dari tanah Jawa saat pementasan ketoprak dengan lakon “Sang Kusuma Wilis”, Jumat (26/6/2026) malam. Foto: win
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Sanggar Budaya Condrowinoto yang ada di Dusun Dampu, Desa Kalongan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang menggelar pementasan ketoprak bertajuk “Sang Kusuma Wilis” pada Jumat (26/6/2026) malam.

Pementasan yang mengisahkan perjuangan Nyi Ageng Serang melawan penjajah Belanda itu menjadi bagian dari ujian kenaikan tingkat atau pendadaran bagi para siswa sanggar.

Pemilik Sanggar Budaya Condrowinoto, Raden Nganten (R Ngt) Eropeana Puspitasari mengatakan kegiatan tersebut merupakan agenda rutin tahunan yang dikemas layaknya sistem pendidikan di sekolah formal.

“Jadi kegiatan ini adalah semacam pendadaran atau ujian kenaikan tingkat bagi anak-anak. Jadi setiap akhir tahun atau di bulan Juli biasanya kita mengadakan ujian pendadaran. Setelah itu nanti kita mengadakan penerimaan rapor, kemudian sanggar libur dan dilanjutkan pendaftaran murid baru. Jadi seperti sekolah formal pada umumnya,” ujarnya.

Tahun ini, lakon yang diangkat adalah Sang Kusuma Wilis, yang menceritakan perjuangan Nyi Ageng Serang dalam mempertahankan Nusantara dari penjajahan Belanda. Sebanyak 80 siswa mengikuti ujian melalui pementasan tersebut, dari total hampir 100 murid aktif yang belajar di Sanggar Budaya Condrowinoto. Menariknya, kegiatan ini turut dihadiri oleh Raden Hendro Marwoto yang merupakan Ketua Pasederekan trah Sri Sultan Hamengkubuwono II dari Keraton Yogyakarta.

“Nyi Ageng Serang adalah besan dari Eyang Hamengkubuwono II. Kebetulan saya masih satu trah dengan beliau, keturunan ke delapan,” jelas Ana (sapaan akrabnya).

Ana menjelaskan, ketoprak dipilih sebagai media ujian karena menjadi bagian dari pembelajaran di kelas budi pekerti Jawa. Selain kelas tari, karawitan, dan wayang, seluruh murid diwajibkan mengikuti pembelajaran karakter berbasis nilai-nilai budaya Jawa.

“Tidak hanya bisa menari, tidak hanya bisa karawitan, tetapi mereka harus memiliki jati diri ataupun budi pekerti yang baik sebagai orang Jawa. Nah, ketoprak ini menjadi ujian bagi anak-anak yang mengikuti kelas budi pekerti Jawa,” katanya.

Ia menuturkan, tujuan utama mendirikan Sanggar Budaya Condrowinoto adalah mengembalikan jati diri generasi muda yang mulai luntur akibat perkembangan zaman.

“Saya selalu menanamkan kepada anak-anak, kalian lahir di tanah Jawa. Tujuan saya mendirikan sanggar budaya ini supaya generasi muda tidak lupa sama jati dirinya. Harapan ke depan saya ingin mencetak generasi muda, pemimpin-pemimpin bangsa yang memiliki jati diri Nusantara,” ungkapnya.

Antusiasme masyarakat terhadap pementasan ketoprak juga terus meningkat dari tahun ke tahun. Bahkan, dalam tiga tahun terakhir pelaksanaan ujian dipindahkan ke lokasi yang lebih luas karena jumlah penonton terus bertambah.

“Dua atau tiga tahun yang lalu kami masih mengadakan di pendopo kami, tetapi semakin berkembang, peminatnya luar biasa sehingga tiga tahun terakhir kami mengadakan di tempat ini. Antusiasmenya sangat luar biasa setiap kali kami mengadakan ujian,” pungkasnya. (win)

BACA JUGA :

Cemburu Buta, Seorang Pemuda Asal Bawen Dihajar Pakai Knalpot
Cemburu Buta, Seorang Pemuda Asal Bawen Dihajar Pakai Knalpot
Kebakaran Rumah di Kedungringin Suruh, Satu Orang Meninggal Terjebak Kobaran Api
Kebakaran Rumah di Kedungringin Suruh, Satu Orang Meninggal Terjebak Kobaran Api
Dugaan penyalahgunaan dana Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKPE) mencuat dalam audiensi Gapoktan Ngudi Hasil Desa Pakopen dengan DPRD Kabupaten Semarang, Kamis (13/8/2026). Anggota kelompok mengaku menerima dana lebih kecil dari nilai kredit dalam akad, sementara kewajiban tetap berjalan. DPRD meminta Pemkab membentuk tim untuk memfasilitasi penyelesaian.
Dana Kredit Petani Pakopen Bandungan Diduga Diselewengkan, Kuasa Hukum: Ada Indikasi Korupsi
Kampung Keluarga Berkualitas Manggar Lestari, Desa Lerep, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, meraih juara pertama nasional pengelolaan Kampung KB 2026 dari Kemendukbangga/BKKBN. Prestasi tersebut diraih melalui keterlibatan masyarakat dalam pemberdayaan lansia, pendampingan anak dan balita, seni budaya, serta berbagai program untuk meningkatkan kualitas keluarga dan lingkungan.
Kampung KB Manggar Lestari Desa Lerep Juara Nasional, Bukan Sekadar Soal “Dua Anak Cukup”
Pemkab Semarang segera mencatat tanah hibah dari Kementerian Pertanian seluas sekitar 2,3 hektare sebagai aset daerah setelah dokumen administrasinya lengkap, Selasa (11/8/2026). Tanah eks Balai Penyuluhan Pertanian yang dihibahkan sejak 1991 tersebut diperkirakan bernilai Rp58 miliar. Pemkab Semarang juga menunggu proses sertifikasi tanah 14,8 hektare dari Badan Bank Tanah di Desa Branjang yang bernilai sekitar Rp60 miliar.
35 Tahun Mangkrak, Tanah Hibah Kementan untuk Pemkab Semarang Akhirnya Tuntas
Tim gabungan kepolisian mengamankan dua terduga pelaku kasus dugaan perampokan yang menewaskan pemilik konter Royal Phone, Chandra Waskito, di Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang. Penangkapan dilakukan di Kota Semarang dan Kabupaten Semarang pada Jumat (7/8/2026), kurang dari 48 jam setelah kejadian, setelah polisi mengembangkan penyelidikan dengan melibatkan Polda Jawa Tengah, Polres Semarang, dan Polres Grobogan untuk mengungkap peran serta kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Misteri Perampokan Royal Phone Ambarawa Terkuak, Polisi Ringkus Dua Terduga Pelaku

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Satreskrim Polres Semarang menetapkan TI (25) dan DPP (20) sebagai tersangka kasus pencurian dengan kekerasan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Kamis (6/8/2026). Polisi mengungkap aksi tersebut direncanakan sehari sebelumnya dan dilakukan dengan memukul korban menggunakan palu sebelum kedua tersangka membawa 53 telepon genggam serta mobil korban ke Gubug, Grobogan. Keduanya kini dijerat pasal pencurian dengan kekerasan dan pembunuhan dengan ancaman pidana seumur hidup atau maksimal 20 tahun penjara.
Kronologi Perampokan Disertai Pembunuhan Bos Royal Phone Ambarawa, Korban Dihabisi Pakai Palu di Bagian Kepala
Satreskrim Polres Semarang mengungkap kasus perampokan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, melalui jejak salah satu tersangka saat menggunakan jasa ojek online dari Grobogan menuju Ambarawa. Polisi menelusuri pengemudi GoRide yang menerima satu unit handphone sebagai pembayaran hingga memperoleh identitas tersangka. Penyidik juga menyebut motif perkara berkaitan dengan persoalan ekonomi dan masih melengkapi berkas sebelum diserahkan kepada kejaksaan.
Terungkap Lewat Histori Ojol, Perampok Royal Phone Bayar Gojek Pakai HP Hasil Kejahatan
Tim gabungan kepolisian mengamankan dua terduga pelaku kasus dugaan perampokan yang menewaskan pemilik konter Royal Phone, Chandra Waskito, di Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang. Penangkapan dilakukan di Kota Semarang dan Kabupaten Semarang pada Jumat (7/8/2026), kurang dari 48 jam setelah kejadian, setelah polisi mengembangkan penyelidikan dengan melibatkan Polda Jawa Tengah, Polres Semarang, dan Polres Grobogan untuk mengungkap peran serta kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Misteri Perampokan Royal Phone Ambarawa Terkuak, Polisi Ringkus Dua Terduga Pelaku

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved