KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Sanggar Budaya Condrowinoto Wariskan Semangat Juang Nyi Ageng Serang Lewat Ketoprak “Sang Kusuma Wilis”

Sanggar Budaya Condrowinoto Wariskan Semangat Juang Nyi Ageng Serang Lewat Ketoprak “Sang Kusuma Wilis”

Sanggar Budaya Condrowinoto Wariskan Semangat Juang Nyi Ageng Serang Lewat Ketoprak “Sang Kusuma Wilis”

Siswa Sanggar Budaya Condrowinoto menampilkan adegan Nyi Ageng Serang memberikan "dhawuh" untuk mengobarkan semangat para prajuritnya dalam mengusir Belanda dari tanah Jawa saat pementasan ketoprak dengan lakon "Sang Kusuma Wilis", Jumat (26/6/2026) malam. Foto: win

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Sanggar Budaya Condrowinoto yang ada di Dusun Dampu, Desa Kalongan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang menggelar pementasan ketoprak bertajuk “Sang Kusuma Wilis” pada Jumat (26/6/2026) malam.

Pementasan yang mengisahkan perjuangan Nyi Ageng Serang melawan penjajah Belanda itu menjadi bagian dari ujian kenaikan tingkat atau pendadaran bagi para siswa sanggar.

Pemilik Sanggar Budaya Condrowinoto, Raden Nganten (R Ngt) Eropeana Puspitasari mengatakan kegiatan tersebut merupakan agenda rutin tahunan yang dikemas layaknya sistem pendidikan di sekolah formal.

“Jadi kegiatan ini adalah semacam pendadaran atau ujian kenaikan tingkat bagi anak-anak. Jadi setiap akhir tahun atau di bulan Juli biasanya kita mengadakan ujian pendadaran. Setelah itu nanti kita mengadakan penerimaan rapor, kemudian sanggar libur dan dilanjutkan pendaftaran murid baru. Jadi seperti sekolah formal pada umumnya,” ujarnya.

Tahun ini, lakon yang diangkat adalah Sang Kusuma Wilis, yang menceritakan perjuangan Nyi Ageng Serang dalam mempertahankan Nusantara dari penjajahan Belanda. Sebanyak 80 siswa mengikuti ujian melalui pementasan tersebut, dari total hampir 100 murid aktif yang belajar di Sanggar Budaya Condrowinoto. Menariknya, kegiatan ini turut dihadiri oleh Raden Hendro Marwoto yang merupakan Ketua Pasederekan trah Sri Sultan Hamengkubuwono II dari Keraton Yogyakarta.

“Nyi Ageng Serang adalah besan dari Eyang Hamengkubuwono II. Kebetulan saya masih satu trah dengan beliau, keturunan ke delapan,” jelas Ana (sapaan akrabnya).

Ana menjelaskan, ketoprak dipilih sebagai media ujian karena menjadi bagian dari pembelajaran di kelas budi pekerti Jawa. Selain kelas tari, karawitan, dan wayang, seluruh murid diwajibkan mengikuti pembelajaran karakter berbasis nilai-nilai budaya Jawa.

“Tidak hanya bisa menari, tidak hanya bisa karawitan, tetapi mereka harus memiliki jati diri ataupun budi pekerti yang baik sebagai orang Jawa. Nah, ketoprak ini menjadi ujian bagi anak-anak yang mengikuti kelas budi pekerti Jawa,” katanya.

Ia menuturkan, tujuan utama mendirikan Sanggar Budaya Condrowinoto adalah mengembalikan jati diri generasi muda yang mulai luntur akibat perkembangan zaman.

“Saya selalu menanamkan kepada anak-anak, kalian lahir di tanah Jawa. Tujuan saya mendirikan sanggar budaya ini supaya generasi muda tidak lupa sama jati dirinya. Harapan ke depan saya ingin mencetak generasi muda, pemimpin-pemimpin bangsa yang memiliki jati diri Nusantara,” ungkapnya.

Antusiasme masyarakat terhadap pementasan ketoprak juga terus meningkat dari tahun ke tahun. Bahkan, dalam tiga tahun terakhir pelaksanaan ujian dipindahkan ke lokasi yang lebih luas karena jumlah penonton terus bertambah.

“Dua atau tiga tahun yang lalu kami masih mengadakan di pendopo kami, tetapi semakin berkembang, peminatnya luar biasa sehingga tiga tahun terakhir kami mengadakan di tempat ini. Antusiasmenya sangat luar biasa setiap kali kami mengadakan ujian,” pungkasnya. (win)

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Seorang siswa kelas 4 SD Hj Isriati Moenadi, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, berinisial R diduga menjadi korban perundungan oleh teman sekelas pada Rabu (23/9/2026). R mengalami sejumlah memar, luka di belakang telinga, bibir pecah, serta trauma setelah kejadian. Pihak sekolah mengaku telah memberikan konsekuensi kepada siswa yang terlibat dan menyiapkan pembinaan serta upaya pemulihan kondisi psikologis korban.
Diduga Jadi Korban Perundungan Berulang, Siswa SD Hj Isriati Moenadi Ungaran Alami Luka hingga Trauma
Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
Pemkab Semarang mendorong Wisata Edukasi Setepeng di Bergas Lor menjadi pusat pelatihan keterampilan bagi masyarakat, termasuk ASN dan non-ASN menjelang pensiun. Budidaya ayam petelur dan ikan menjadi salah satu pilihan usaha yang dapat dipelajari secara langsung. Kawasan seluas sekitar 2,2 hektare itu juga akan dikembangkan dengan tanaman buah dan komoditas lainnya.
Wisata Edukasi Setepeng Jadi Tempat Belajar Usaha, Bupati Semarang Sasar ASN Jelang Pensiun
[pekok2]