URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Pameran seni Gema Ujana digelar di Pasar Tegalan Tegalombo, Kelurahan Blotongan, Kota Salatiga, pada 5–7 Juni 2026 dengan menghadirkan kolaborasi musik, tari, pembatik, hingga empu keris. Komunitas Soramata bersama pengelola Pasar Tegalan mengusung tema suara hutan untuk membangkitkan kepedulian lingkungan sekaligus menghidupkan kembali potensi ekonomi dan budaya kawasan tersebut.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Pameran Gema Ujana Kolaborasi Soramata Pasar Tegalan Salatiga Sedot Pengunjung

Pameran Gema Ujana Kolaborasi Soramata Pasar Tegalan Salatiga Sedot Pengunjung

Pameran Gema Ujana Kolaborasi Soramata Pasar Tegalan Salatiga Sedot Pengunjung

featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Di panggung yang penuh sorot lampu, Syrian Band memainkan musik rock dengan ciri khasnya. Tak sendirian, band itu ‘ditemani’ suara dentingan besi yang beradu.

Bukan sembarang suara besi, suara yang terdengar itu hasil pukulan para empu yang sedang membuat keris. Setelahnya, penari keluar dari kain-kain yang terpasang memanjang.

Sementara penari mengeksploitasi gerakan, beberapa pembatik dengan canting melukis di samping para empu pembuat keris.

Kolaborasi para seniman itu tersaji dalam pembukaan pameran Gema Ujana. Pameran hasil kolaborasi komunitas Soramata dengan pengelola Pasar Tegalan Tegalombo Kelurahan Blotongan Kecamatan Sidorejo Kota Salatiga itu berlangsung selama tiga hari, Jumat-Minggu (5-7/6/2026).

Titi Permata dari Komunitas Soramata mengatakan, Gema Ujana adalah bentuk silaturahmi antara manusia dengan hutan. Karena itu, pameran ini diselenggarakan di kawasan Pasar Tegalan yang masih asri dan penuh dengan berbagai pohon.

“Gema Ujana sebagai simbol suara hutan yang perlu kita dengarkan. Acara ini dibuat untuk membangkitkan kembali kepekaan terhadap lingkungan,” kata Titi.

Titi mengatakan, pemilihan Pasar Tegalan sebagai lokasi pameran juga bukan tanpa sebab. Pasar Tegalan, lanjutnya, pernah menjadi lokasi wisata ‘klangenan’ dengan ciri khas menjual aneka kuliner tradisional dan transaksinya pun dilakukan dengan cara tradisional. “Ini bagian dari yang ingin kami bangkitkan kembali, bisa menjadi daya ungkit perekonomian,” ujarnya.

Selain pameran karya, Gema Ujana juga diisi dengan beraneka workshop. Mulai dari membatik, menulis surat, mengepang rambut, parfume oil, cianotype, dan face painting.

Sementara pengisi acara dalam pameran ini di antaranya, Drumblek D’Greates, YNTHN, Syrian, DJ Mang G, Harumirage, Latar Kalitan, LimaSore, Grunge Ane Soeroto, Didot Klasta Harimurti, Bukan Nyamoex, Daun Hijau, dan Bagus Dwi Danto. Selain itu ada juga penampilan tari dan pantomim dari SMP 8 dan SMP 3 serta Teater JopaJapu.

BACA JUGA :

pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Penjualan Gas PGN di Semarang Melonjak 5
Penjualan Gas PGN di Semarang Melonjak 5.000 Persen, Industri Jadi Motor Pertumbuhan