URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Guna menarik minat anak mengikuti vaksinasi, pihak SD Muhammadiyah mengajak mereka bermain sehingga anak-anak tersebut tidak takut jika mereka akan divaksin.

Mbak Google

KABAR RASIKA

1000 Anak SD Muhammadiyah Plus Salatiga Di Vaksin, Agar Tidak Takut Guru Mengajak Mereka Main Terlebih Dahulu

1000 Anak SD Muhammadiyah Plus Salatiga Di Vaksin, Agar Tidak Takut Guru Mengajak Mereka Main Terlebih Dahulu

1000 Anak SD Muhammadiyah Plus Salatiga Di Vaksin, Agar Tidak Takut Guru Mengajak Mereka Main Terlebih Dahulu

Badan Intelijen Negara Daerah (Binda) Jawa Tengah, senin 17-1-22 kembali menyelenggarakan vaksinasi massal anak / pelajar usia 6-11 tahun dan masyarakat secara door to door di 5 wilayah yakni Rembang, Grobogan, Kudus, Kota Salatiga dan Kabupaten Pekalongan dengan target peserta sebanyak 6.000 orang. menggunakan vaksin sinovac yang telah mendapatkan ijin dari BPOM.

sementara untuk masyarakat secara door to door menggunakan vaksin yang tersedia dari Dinas Kesehatan. Di kota Salatiga sendiri dipusatkan di SD Muhammadiyah Plus.

Kepada media, Brigjen TNI Sondi Siswanto, S.H, M.M, Kabinda Jateng mengatakan Vaksinasi anak sangat diperlukan mengingat mereka juga rentan tertular virus corona. “Dukungan orang tua dan seluruh pihak seperti guru sangat diperlukan untuk suksesnya pelaksanaan vaksinasi anak, Kami berharap orang tua siswa semakin memahami pentingnya vaksinasi untuk anak mereka ditengah pandemi saat ini” ungkap Sondi Siswanto.

Sementara itu guna menarik minat anak mengikuti vaksinasi, pihak SD Muhammadiyah mengajak mereka bermain sehingga anak-anak tersebut tidak takut jika mereka akan divaksin.

Dilain pihak vaksinasi warga secara door to door telah terbukti meningkatkan partisipasi warga yang akan divaksin.

Selain mendirikan sentra vaksinasi, Binda Jateng bersama dengan tenaga Kesehatan juga melakukan jemput bola / door to door warga yang tidak hadir ke sentra vaksinasi. “Konsep door to door ini, sangat membantu warga terutama yang memiliki keterbatasan menuju ke sentra-sentra vaksin, sehingga mereka dapat tervaksin” tambah Kabinda Jateng.

Kepala SD Muhammadiyah plus dan Kepala Dinas Kesehatan Salatiga saat memberikan keterangan Rasika

Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Plus Salatiga Ainul Huri mengaku kegiatan Vaksin dari BIN sangat membantu pihak sekolah, terutama dalam persiapan PTM seratus persen, “mulai Januari 2022 ini sekolahnya telah melaksanakan PTM seratus persen Meski dengan prokes yang ketat, dengan lama pelajaran 6 jam, diharapkan anak akan semakin kuat setelah divaksin” tambah Ainul Huri

Sementara itu kepala Dinas Kesehatan kota Salatiga Siti Zuraidah yang hadir mengatakan jika saat ini capaian vaksin dikota Salatiga untuk Pelajar sudah lebih dari 74 persen “kami berharap pelaksanaan Vaksin anak tahap pertama akan selesai pada akhir Januari ini” tutup Zuraidah

BACA JUGA :

pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo: Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved