KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

2 Kali Jatuh Dari Pohon Kelapa, Lagiyanto Kini Tergolek Lemah, Keluarga Mau Berobat Terkendala Dana

2 Kali Jatuh Dari Pohon Kelapa, Lagiyanto Kini Tergolek Lemah, Keluarga Mau Berobat Terkendala Dana

2 Kali Jatuh Dari Pohon Kelapa, Lagiyanto Kini Tergolek Lemah, Keluarga Mau Berobat Terkendala Dana

Lagiyanto warga Dusun Gumukrejo, Desa Udanuwuh, Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Semarang hanya bisa berbaring di kasur dalam rumah berdinding dari anyaman bambu.

Ia hanya bisa menggelengkan kepala saja, karena mulai dari lengan, kaki, tulang rusuk, tulang belikat serta leher patah akibat jatuh dari pohon dengan ketinggian sekitar tujuh meter.

Kejadian ini dideritanya mulai Agustus 2021 saat ia memanjat pohon untuk mencari buah lalu dijual.

Menurut istri Lagiyanto, Vevi Lidyaningsih, sudah dua kali Lagiyanto jatuh dari pohon, tapi saat jatuh yang kedua kondisinya lebih memperihatinkan.

“Yang pertama itu sebelum Lebaran 2021 memanjat pohon dengan ketinggian sekitar 12 meter, lalu jatuh lagi pada Agustus 2021 kemarin,” kata Vevi Lidyaningsih saat diwawancarai wartawan.

Setelah dinyatakan sembuh saat jatuh pertama, Lagiyanto sebenarnya sudah di wanti wanti istri serta dokter agar tidak memanjat pohon lagi.

“Saat itu setelah sembuh, saya sama dokter sudah mewanti wanti agar suami saya tidak memanjat pohon lagi kalau jatuh fatal akibatnya,” tambahnya.

Saat itu Lagiyanto memanjat pohon di Mojosongo Kabupaten Boyolali untuk mencari buah karena ia bekerja sebagai penebas buah.

“Saat jatuh yang kedua kalinya itu pas di Mojosongo Boyolali. Setelah jatuh, suami saya langsung dilarikan ke RS Boyolali dirujuk ke RS Solo. Dari RS Solo dirujuk lagi ke RS Sardjito Yogyakarta karena peralatannya yang lebih lengkap,” kata istri Lagiyanto.

Saat berada di RS Sardjito Yogyakarta, Lagiyanto mengalami koma selama 15 hari.

“Suami saya mengalami koma selama 15 hari saat di ruang ICU Rumah sakit,” paparnya.

Karena Lagiyanto merupakan tulang punggung keluarga dan sekarang hanya bisa terbaring di atas kasur, Vevi terpaksa mencari serabutan sana sini.

“Mau tidak mau ya cari serabutan sana sini,” ujarnya.

Vevi mengungkapkan biaya pengobatan suaminya terasa berat karena faktor ekonomi yang pas-pasan.

“Seharusnya rawat jalan ke RS Sardjito Yogyakarta, tapi semakin kesini pengeluarannya semakin banyak jadi saya putuskan untuk dirawat dirumah saja,” kata Vevi.

Kondisi Lagiyanto diperparah karena ia menderita penyakit ginjal juga.

“Kalau kambuh itu sampai kejang – kejang, lalu saya bawa ke Rumah sakit dan diberi obat dari dokter penghilang rasa sakit saja, kalau sudah stabil dibawa pulang lagi,” tambahnya.

Sementara itu, Vevi berterima kasih kepada Kapolsek Kaliwungu Iptu Wardoyo yang selalu membantu keluarganya termasuk merawat Lagiyanto.

Iptu Wardoyo dalam satu minggu selalu menyempatkan untuk datang ke rumah Lagiyanto.
“Alhamdulillah setelah bertemu Pak Wardoyo, beliau banyak membantu termasuk merawat suami saya,” ungkapnya.

Dalam konfirmasi terpisah, Kapolsek Kaliwungu, Iptu Wardoyo mengungkapkan pihaknya tergerak untuk membantu Lagiyanto tanpa pamrih dan iklas serta tidak ada paksaan dari manapun.

“Apa yang bisa kita lakukan, kita coba bantu sebisa mungkin dan alhamdulillah sekarang kondisinya sudah membaik dan banyak perubahan,” kata Iptu Wardoyo kepada rasikafm.com.

Ia berharap agar Lagiyanto dapat pulih kembali seperti biasa.

“Paling tidak membantu meringankan, jadi bisa pulih kembali walaupun sudah banyak pen dibadan Lagiyanto,” tambahnya. (rief)

Knowledge

Tidak ada postingan.

Kabar Terkini

POPULER

Suasana Hening Iringi Pembukaan Tenis Meja Porprov Jateng, Doa Mengalir untuk Syabilla
Suasana Hening Iringi Pembukaan Tenis Meja Porprov Jateng, Doa Mengalir untuk Syabilla
Bakal calon Kepala Desa Cukilan, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, Hermawan Sigit atau Nanang, menyiapkan sejumlah gagasan pembangunan yang mencakup perbaikan tata kelola pemerintahan, pengembangan UMKM, optimalisasi wisata lokal, dan pengelolaan sampah rumah tangga. Ia mengusung visi masyarakat religius, maju, sejahtera, dan mandiri dengan mengedepankan partisipasi warga serta penerapan program secara bertahap.
Bertarung dalam Pilkades Cukilan, Hermawan Sigit siapkan sejumlah Jurus Jitu, “urip kudu urup”
Kontingen sambo Kota Salatiga meraih tiga medali emas, satu perak, dan satu perunggu pada hari pertama Porprov Jawa Tengah 2026, Kamis (22/10). Medali emas dipersembahkan Michel Angelo, Nanda Bagus Yuniarta, dan Rendi Dwi Kuncoro. Sementara itu, Pradipa Bagaskara Pratama meraih perak dan Surya Adji Nugroho menyumbangkan perunggu.
Sambo Salatiga Borong Tiga Emas dalam Porprov Jateng
Persaingan cabang olahraga biliar dalam Porprov Jawa Tengah XVII 2026 di Kabupaten Semarang menghadirkan kejutan dengan tumbangnya sejumlah atlet unggulan. Hingga Rabu (28/10/2026), sebanyak 10 dari 15 nomor pertandingan telah selesai digelar. Sebanyak 112 atlet dari 29 kabupaten/kota mengikuti kompetisi yang berlangsung di J_Pool Billiard and Cafe dan Kingdom Billiard hingga Jumat (30/10/2026).
Kejutan di Cabor Biliar Porprov Jateng XVII, Sejumlah Unggulan Tumbang
[pekok2]