URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]

Mbak Google

KABAR RASIKA

2 Tempat SPA Digrebek Polisi, 19 Orang Diamankan Karena Nekat Beroperasi Saat PPKM Darurat

2 Tempat SPA Digrebek Polisi, 19 Orang Diamankan Karena Nekat Beroperasi Saat PPKM Darurat

2 Tempat SPA Digrebek Polisi, 19 Orang Diamankan Karena Nekat Beroperasi Saat PPKM Darurat

featured-img
Para pelaku yang diamankan saat operasi PPKM Darurat saat ini berada di Mapolrestabes Semarang untuk proses lebih lanjut.

RASIKAFM – Polrestabes Semarang menggerebek dua tempat SPA yang masih nekat beroperasi di tengah masa penerapan PPKM Darurat.

Dua tempat yang masing-masing terletak di Kecamatan Semarang Barat dan Kecamatan Pedurungan itu, polisi berhasil mengamankan 19 orang.

“Kami melakukan patroli gabungan hari Selasa (6/7) malam. Dan kami temukan 2 tempat SPA yang masih nekat beroperasi. Kami amakan pegawai, pengguna jasa, dan juga pemilik usaha,” ujar Kasat Reskrim Polrestabes Semarang, AKBP Indra Mardiana kepada wartawan di Mapolrestabes Semarang, Rabu (7/7).

Indra menambahkan, dari hasil penyelidikan sementara, tak hanya melanggar aturan PPKM Darurat, ternyata dua tempat SPA Itu juga melanggar izin usaha.

“Dua duanya belum memiliki izin usaha akan koordinasi dengan pemerintah. Harus dilengkapi harus ada izin, ada dokumen yang resmi,” jelas dia.

Mengenai hal itu, terkait sanksi yang akan diberikan, pihaknya lantas menyerahkan seluruhnya kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang.

Namun, jika kedapatan ada pelanggaran pidana seperti, memperkerjakan anak di bawah umur maka kepolisian akan kembali turun tangan.

“Kalau ada pidana maka kita lakukan penindakan. Ya itu tadi kalau ada di bawah umur, kena memperkerjakan anak di bawah umur, kita tegas soal itu,” imbuh Indra.

BACA JUGA :

pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Penjualan Gas PGN di Semarang Melonjak 5
Penjualan Gas PGN di Semarang Melonjak 5.000 Persen, Industri Jadi Motor Pertumbuhan

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved