KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

6 Jasad dan Korban Kecelakaan Bus Terperosok ke Jurang Magetan Tiba di Manyaran

6 Jasad dan Korban Kecelakaan Bus Terperosok ke Jurang Magetan Tiba di Manyaran

6 Jasad dan Korban Kecelakaan Bus Terperosok ke Jurang Magetan Tiba di Manyaran

RASIKAFM.COM | SEMARANG – Enam jasad dari bus rombongan Semarang yang terperosok di Jurang Lawu di wilayah Sarangan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur tiba di Manyaran, Kecamatan Semarang Barat.

Selain korban yang meninggal, sejumlah penumpang yang mengalami luka-luka akibat insiden lalu lintas itu juga tiba dengan menaiki mobil elf. Dalam pantauan, para korban terlebih dahulu dibawa ke Kantor Kelurahan Manyaran untuk dilakukan serah terima jenazah dari Pemerintah Kabupaten ke Pemerintah Kota Semarang.[custom-related-posts title=”Kabar Terkait:” none_text=”None found” order_by=”title” order=”ASC”]

Proses penyerahan jenazah dilakukan oleh Plt Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu dan perwakilan Pemerintah Kabupaten Magetan yakni Benny. Setelah diserahkan, pada pukul 23.37 WIB kemudian enam jenazah dibawa ke rumah duka yang berada RT 5 RW 2, Kelurahan Manyaran, Kecamatan Semarang Barat untuk disemayamkan.

Saat tiba di rumah duka, kemudian keluarga korban atau ahli waris yang tak ikut rombongan tersebut membuka peti untuk melihat kondisi korban.

“Kami turut berbelasungkawa atas kejadian kecelakaan yang terjadi di Kabupaten Magetan. Dan kali ini kami menyerahkan enam korban yang meninggal dunia. Dan untuk korban yang luka-luka masih ada yang dirawat di Rumah Sakit Magetan,” ujar Benny ketika penyerahan jenazah.

Sementara itu, Plt Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Magetan yang telah memberikan perhatian khusus kepada para korban kecelakaan maut ini. Bahkan, anak-anak yang mengalami syok akibat insiden ini diberikan pendampingan khusus untuk memulihkan mentalnya.

“Bapak Bupati tadi menyampaikan anak-anak yang orangtuanya sedang dirawat di Rumah Sakit kemudian syok saat ini ditempatkan di hotel. Dan ini sekali lagi kami mengucapkan terimakasih dan mohon disampaikan salam hormat kepada pak Bupati,” terangnya.

Informasi yang diperoleh, 5 dari enam korban yang meninggal dunia setelah disemayamkan di rumah duka akan langsung dimakamkan di TPU (tempat pemakaman umum) Sasono Loyo Simongan Semarang Barat. Sedangkan untuk satu korban yang belum langsung masih menunggu pihak keluarga.

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Bank Indonesia menggelar program stabilisasi harga dan hilirisasi pangan di Tarubudaya, Ungaran, Kabupaten Semarang, Senin (12/10/2026). Program ini menyediakan beras seharga Rp11.000 per kilogram dan cabai rawit merah Rp10.000 per kemasan 200 gram, sekaligus memperkuat produksi pertanian dan membantu pedagang menghadapi kenaikan biaya bahan baku.
Tekan Inflasi, BI dan Pemprov Jateng Gelar Tebus Murah 6 Ton Beras dan 600 Kg Cabai
Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Semarang masa bakti 2026–2029 resmi dilantik di Pendopo Bupati Semarang, Ungaran, Rabu (14/10/2026). Ketua PWI Jawa Tengah Setiawan Hendra Kelana dan Ketua PWI Kabupaten Semarang Rony Yuwono menekankan pentingnya profesionalisme, integritas, independensi, serta solidaritas wartawan di tengah transformasi digital. Kepengurusan baru juga diharapkan membangun kemitraan konstruktif untuk mendukung pembangunan daerah tanpa mengabaikan prinsip jurnalistik.
Rony Yuwono Ketua PWI Kabupaten Semarang 2026–2029
Polsek Tengaran, Polres Semarang, memberikan edukasi tentang bahaya narkoba dan pencegahan perundungan kepada 147 siswa SDN Sugihan 01, Desa Sugihan, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Selasa (13/10/2026). Melalui program Polisi Sahabat Anak (POLSANA), polisi mengajak siswa menghindari narkoba, tidak melakukan kekerasan terhadap teman, serta melaporkan perundungan kepada guru atau orang tua.
Cegah Perundungan, Aipda Joko Sambangi SDN Sugihan 01 Tengaran. Tekankan Siswa harus Saling Menghargai
Kepala Desa petahana Nyatnyono, Parsunto, mengembalikan formulir pencalonan Pilkades pada hari terakhir pendaftaran, Kamis (15/10/2026). Ia kembali maju untuk melanjutkan pembangunan desa dan pengembangan wisata religi yang dinilai belum maksimal. Panitia mencatat delapan orang mengambil formulir, sedangkan tiga bakal calon telah mengembalikannya hingga Kamis pagi.
Parsunto Pilih Hari Terakhir Kembalikan Formulir Pendaftaran Kades Nyatnyono, Berangkat Jalan Kaki Usai Minta Restu Sesepuh
[pekok2]