URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Ratusan kepala keluarga di Dusun Kebontaman, Desa Kalikayen, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, mulai mengalami krisis air bersih seiring awal musim kemarau. Kondisi yang disampaikan pemerintah desa pada Kamis (16/7/2026) itu dipicu mengeringnya sumur warga di kawasan perbukitan, sehingga masyarakat terpaksa membeli air, memanfaatkan air sungai, atau mengandalkan bantuan dropping air bersih.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Kemarau Baru Dimulai, Ratusan KK di Desa Kalikayen Ungaran Timur Sudah Krisis Air Bersih

Kemarau Baru Dimulai, Ratusan KK di Desa Kalikayen Ungaran Timur Sudah Krisis Air Bersih

Kemarau Baru Dimulai, Ratusan KK di Desa Kalikayen Ungaran Timur Sudah Krisis Air Bersih

Warga Dusun Kebontaman, Desa Kalikayen, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang mengambil air dari sumur yang ada di tengah ladang untuk keperluan mencuci dan mandi menyusul krisis air bersih yang terjadi di wilayah tersebut, Kamis (16/7/2026). Foto: win
Warga Dusun Kebontaman, Desa Kalikayen, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang mengambil air dari sumur yang ada di tengah ladang untuk keperluan mencuci dan mandi menyusul krisis air bersih yang terjadi di wilayah tersebut, Kamis (16/7/2026). Foto: win
featured-img

UNGARAN – Memasuki awal musim kemarau, ratusan kepala keluarga (KK) di Dusun Kebontaman, Desa Kalikayen, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, mulai mengalami krisis air bersih. Kondisi ini bahkan diperkirakan akan semakin parah saat kemarau mencapai puncaknya.

Kepala Desa Kalikayen, Sugiyono, mengatakan Dusun Kebon Taman merupakan wilayah yang paling terdampak kekeringan di desanya. Kesulitan mendapatkan air bersih sudah menjadi persoalan rutin setiap musim kemarau.

“Awal kemarau saja sudah kekurangan air. Apalagi nanti saat pertengahan musim kemarau, masyarakat akan semakin kesulitan mendapatkan kebutuhan air,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (16/7/2026).

Menurut Sugiyono, untuk memenuhi kebutuhan air minum, sebagian besar warga terpaksa membeli air minum dalam kemasan atau galon. Sementara untuk memasak dan mencuci, warga memanfaatkan air sungai dengan membuat kubangan agar air tersaring secara alami melalui pasir dan tanah sebelum digunakan.

“Bagi yang mencuci, sebagian besar melakukannya di sungai. Kalau pagi atau hari libur, biasanya banyak warga yang berkumpul mencuci pakaian di sana,” katanya.

Warga yang memiliki kemampuan ekonomi lebih baik memilih membeli air bersih menggunakan mobil tangki. Sementara warga lainnya mengandalkan bantuan air bersih yang rutin disalurkan saat musim kemarau.

Sugiyono menjelaskan, Pemerintah Desa Kalikayen telah berkoordinasi dengan pemerintah terkait untuk memetakan wilayah yang mengalami kekurangan air. Selain Dusun Kebontaman, wilayah Mulyosari juga mulai terdampak, namun kondisinya tidak separah Kebontaman.

“Kalau yang paling parah ya di Kebontaman. Ini memang kejadian rutin setiap musim kemarau. Saat musim hujan, sumur warga masih terisi dari resapan air hujan. Tapi ketika kemarau, terutama di wilayah dataran tinggi, sumur-sumur itu mengering,” jelasnya.

Ia menambahkan, selama ini pasokan air bersih saat kemarau umumnya berasal dari bantuan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) maupun perusahaan swasta yang rutin melakukan dropping air bersih ke wilayah tersebut.

Menurutnya, sebagian besar sumur warga di Dusun Kebon Taman kini mulai mengering karena letaknya berada di kawasan perbukitan. Dari sekitar 300 KK yang tinggal di dusun tersebut, lebih dari separuh terdampak krisis air bersih.

“Paling banyak yang terdampak adalah warga di daerah yang lebih tinggi. Jumlahnya lebih dari separuh dari sekitar 300 KK yang ada di Kebon Taman,” pungkasnya. (win)

BACA JUGA :

Proposal permohonan bantuan dana untuk rangkaian peringatan Hari Koperasi, Hari Jadi ke-1.276 Kota Salatiga, HUT ke-81 Kemerdekaan RI, dan Apeksi Kota Salatiga Tahun 2026 menjadi sorotan setelah beredar di kalangan pelaku usaha dan media sosial. Menanggapi polemik tersebut, Sekretaris Daerah Kota Salatiga pada konferensi pers, Kamis (16/7/2026), memutuskan menarik proposal yang sebelumnya telah tersebar, setelah muncul kritik terkait kebutuhan tambahan anggaran sebesar Rp400 juta di luar alokasi APBD.
Viral di Medsos! Proposal Permohonan Dana HUT RI di Salatiga Jadi Omongan Netizen
DPC PPP Kabupaten Semarang mulai menyusun strategi menghadapi Pemilu 2029 dengan memperkuat konsolidasi organisasi dan menyasar generasi milenial serta pemilih pemula. Hal itu disampaikan Sekretaris DPC PPP Kabupaten Semarang Zaenudin di Ungaran, Kamis (16/7/2026), usai kepengurusan baru periode 2026–2031 menerima SK DPP. Langkah tersebut dilakukan melalui pembentukan kepengurusan hingga tingkat desa serta peningkatan pendidikan politik bagi kader muda.
PPP Kabupaten Semarang Bidik Pemuda dan Pemilih Pemula Hadapi Pemilu 2029
Puluhan korban dugaan penipuan pembelian rumah di Perumahan Bandarjo Village Permai, Kecamatan Ungaran Barat, mengadukan kasus tersebut ke Komisi C DPRD Kabupaten Semarang, Rabu (15/7/2026). Para korban menuntut pengembang mengembalikan dana sekitar Rp1,4 miliar setelah proyek mangkrak, rumah tidak kunjung dibangun, dan sebagian sertifikat belum diterbitkan. DPRD meminta pengembang menuntaskan pengembalian dana hingga September 2026 serta menunda penerbitan izin proyek sampai seluruh persoalan konsumen selesai.
Puluhan Korban Perumahan Bandarjo Village Permai Mengadu ke DPRD, Tuntut Refund Rp1,4 Miliar
Kementerian Agama Kabupaten Semarang meluncurkan Program Pohon Cinta secara serentak di seluruh Kantor Urusan Agama (KUA), Selasa (14/7/2026), dengan mewajibkan setiap calon pengantin menanam sedikitnya satu pohon. Program yang menjadi bagian dari implementasi Ekoteologi ini bertujuan mendorong pelestarian lingkungan, memperkuat nilai keagamaan, sekaligus mendukung penghijauan di Kabupaten Semarang. Hingga kini, sekitar 6.600 bibit pohon telah ditanam melalui program tersebut.
Catin di Kabupaten Semarang Wajib Tanam "Pohon Cinta" Sebelum Menikah

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Dinas Perhubungan Kabupaten Semarang bersama Satlantas Polres Semarang melakukan monitoring operasional angkutan galian C milik PT Mitra Anugerah Bumi Agung (MABA) di Desa Delik, Kecamatan Tuntang, Senin (13/7/2026). Dalam inspeksi tersebut, petugas menemukan sejumlah truk yang belum memenuhi persyaratan laik jalan. Pengusaha tambang diberi peringatan untuk melengkapi persyaratan teknis dan administrasi kendaraan, serta diminta mengoptimalkan penyiraman jalan, penggunaan terpal, dan pengaturan lalu lintas guna mengurangi dampak terhadap masyarakat.
Dishub Kabupaten Semarang Lakukan Pengawasan Angkutan Galian C di Delik Tuntang, Soroti Kelayakan Kendaraan dan Pengendalian Debu
SMA Sainstek Ahmad Dahlan Salatiga menggelar kegiatan Awalussanah di Gedung DPRD Kota Salatiga, Sabtu (11/7/2026), dengan penyampaian materi menggunakan bahasa Inggris dan Indonesia. Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan program sekolah, guru, dan siswa baru sekaligus menegaskan komitmen membangun sekolah modern berbasis sains, teknologi, riset, serta nilai-nilai Al-Qur'an dan Al-Hadits untuk menyiapkan lulusan berdaya saing global.
42 Siswa Baru SMA Sainstek Salatiga ikuti Awalussanah, Penyajian Materi disampaikan dalam Dua Bahasa
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Senin, 13 Juli 2026, didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan. Hasil pengamatan pukul 06.00 WIB menunjukkan suhu udara di Semarang mencapai 25,4 derajat Celsius dengan kelembapan 65 persen, sementara cuaca kering masih berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah.
13 Juli 2026: Cuaca Semarang Cerah, BMKG Minta Waspadai Potensi Kebakaran Hutan dan Lahan di Jawa Tengah