URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Pengurus dan jemaat Gereja Santo Paulus Miki Salatiga membagikan ratusan takjil kepada pengendara yang melintas di depan gereja pada Minggu (2/3/2025). Kegiatan ini dilaksanakan oleh Gereja Katolik St. Paulus Miki bersama Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) cabang Salatiga sebagai bentuk toleransi dan aksi berbagi kasih dengan sesama.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Jelang Buka Puasa, Jemaat St Paulus Miki Salatiga Bagi Makanan di pinggir jalan

Jelang Buka Puasa, Jemaat St Paulus Miki Salatiga Bagi Makanan di pinggir jalan

Jelang Buka Puasa, Jemaat St Paulus Miki Salatiga Bagi Makanan di pinggir jalan

Jemaat Gereja St Paulus Miki Salatiga bagi takjil Ramadhan kepada masyarakat. Foto dok IST
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Pengurus dan jemaat Gereja Santo Paulus Miki Salatiga bagi ratusan takjil kepada pengendara yang lewat di depan gereja, Minggu (2/3/2025).

Toleransi antar umat beragama di Salatiga cukup tinggi.

Pembagian takjil dilaksanakan oleh Gereja Katolik St.Paulus Miki bersama organisasi Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) cabang Salatiga.

Koordinator lapangan Noviana Dian Hastuti mengatakan bagi takjil ini adalah bentuk toleransi dan aksi nyata berbagi kasih dengan sesama.
Aksi kali ini bergabung dengan WKRI dan juga BKGS yang juga membagi takjil di lokasi yang sama.

“Khusus dari Gereja Katolik St. Paulus Miki dan WKRI, kegiatan bagi takjil akan dilakukan setiap Sabtu, Minggu dan Senin pada bulan Ramadan,” jelas Noviana kepada wartawan.

Pantauan wartawan Takjil yang dibagikan kali ini berupa kue dan snack.

Puluhan jemaat gereja, aktifis WKRI dan juga BKGS bergabung bersama membagikan didepan gereja. Warga yang melintas diberikan takjil saat memasuki waktu berbuka puasa Ramadhan hari pertama.

BACA JUGA :

pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Penjualan Gas PGN di Semarang Melonjak 5
Penjualan Gas PGN di Semarang Melonjak 5.000 Persen, Industri Jadi Motor Pertumbuhan

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved