URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Pemerintah Kabupaten Semarang melalui Dinas Sosial bekerja sama dengan Baznas Kabupaten Semarang menyalurkan bantuan pendidikan kepada 18 anak terdampak di Desa Jatijajar, Kecamatan Bergas pada Senin (7/7/2025) untuk mendorong semangat belajar di tahun ajaran baru. Bantuan berupa paket sembako dan perlengkapan sekolah senilai Rp500 ribu per anak ini diserahkan secara simbolis di Luwes Ungaran dengan pendampingan Ketua TP PKK Kabupaten Semarang, Peni Ngesti Nugraha, yang menilai pembelanjaan langsung lebih tepat sasaran karena anak-anak dapat memilih sendiri kebutuhan mereka.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Pemkab Semarang dan Baznas Salurkan Bantuan Pendidikan untuk Anak Terdampak di Desa Jatijajar

Pemkab Semarang dan Baznas Salurkan Bantuan Pendidikan untuk Anak Terdampak di Desa Jatijajar

Pemkab Semarang dan Baznas Salurkan Bantuan Pendidikan untuk Anak Terdampak di Desa Jatijajar

Ketua TP PKK Peni Ngesti Nugraha didampingi Kepala Dinsos Istichomah dan perwakilan Baznas Kabupaten Semarang menemani anak-anak penerima bantuan pendidikan berbelanja perlengkapan sekolah di Toserba Luwes Ungaran, Senin (7/7/2025). Foto: win
Ketua TP PKK Peni Ngesti Nugraha didampingi Kepala Dinsos Istichomah dan perwakilan Baznas Kabupaten Semarang menemani anak-anak penerima bantuan pendidikan berbelanja perlengkapan sekolah di Toserba Luwes Ungaran, Senin (7/7/2025). Foto: win
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Pemerintah Kabupaten Semarang melalui Dinas Sosial bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Semarang menyalurkan bantuan pendidikan kepada anak-anak terdampak dari Desa Jatijajar, Kecamatan Bergas, Senin (7/7/2025).

Sebanyak 18 anak menerima bantuan senilai Rp500 ribu per anak. Bantuan terdiri atas paket sembako senilai Rp150 ribu dan Rp350 ribu untuk kebutuhan perlengkapan sekolah. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis di Luwes Ungaran, dengan pendampingan langsung dari Ketua TP PKK Kabupaten Semarang, Peni Ngesti Nugraha.

“Kami ingin memastikan anak-anak ini bisa kembali semangat menyambut tahun ajaran baru. Bantuan ini tidak sekadar bentuk kepedulian, tapi juga upaya nyata agar mereka bisa bersekolah dengan perlengkapan yang layak,” ujar Peni saat mendampingi anak-anak berbelanja kebutuhan sekolah.

Menurut Peni, pemilihan metode bantuan berupa pembelanjaan langsung lebih efektif dan tepat sasaran karena anak-anak dapat memilih barang yang benar-benar mereka perlukan, seperti tas, sepatu, seragam, atau alat tulis.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Baznas dan Dinas Sosial yang telah berkolaborasi dalam kegiatan ini. Semoga semangat gotong royong ini terus terjaga,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Semarang, Istichomah, menjelaskan bahwa hingga saat ini terdapat sekitar 6.000 anak di Kabupaten Semarang yang masuk dalam kategori membutuhkan bantuan. Dari jumlah tersebut, sekitar 3.000 anak telah mendapatkan bantuan melalui program pemerintah daerah, terutama anak-anak yatim piatu yang tidak tinggal di panti asuhan.

“Kami terus mengupayakan bantuan bagi anak-anak lainnya melalui berbagai sumber pendanaan. Selain Baznas, kami juga menggandeng pihak swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR),” jelas Istichomah.

Ia menegaskan, bentuk bantuan yang diberikan tidak dalam bentuk uang tunai langsung, melainkan disesuaikan dengan kebutuhan penerima. Pendekatan ini dinilai lebih efektif dalam memastikan bahwa bantuan benar-benar digunakan untuk keperluan pendidikan.

“Dengan bertanya langsung kepada anak-anak dan orang tua mereka, kami bisa menyesuaikan bantuan dengan kebutuhan spesifik, apakah itu perlengkapan sekolah, makanan bergizi, atau dukungan lainnya,” imbuhnya.

Program ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi keluarga penerima manfaat serta memastikan anak-anak terdampak tetap memiliki akses terhadap pendidikan yang layak. (win)

BACA JUGA :

Astra Infra melalui Resta Pendopo meresmikan Resta SAE Ruang Temoe di Resta Pendopo KM 456 Kabupaten Semarang, Minggu (12/7/2026), sebagai ruang inklusif bagi UMKM difabel dan neurodivergen. Program ini bertujuan memperluas akses pemasaran produk kreatif, mendorong kemandirian ekonomi, serta mendukung keberagaman dan pemberdayaan masyarakat melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Semarang.
Resta Pendopo KM 456 Luncurkan 'Ruang Temoe', Wadah Karya Spektakuler Difabel
Anggota DPR RI Muh Haris bersama Anggota DPRD Jawa Tengah Ida Nurul Farida dan Anggota DPRD Kabupaten Semarang M. Jauhari Mahmud menyerahkan bantuan sembako serta uang tunai kepada korban kebakaran rumah di Desa Karangduren, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang. Bantuan diberikan sebagai bentuk kepedulian sekaligus dukungan agar keluarga korban segera pulih dan kembali beraktivitas.
Pasca Musibah, Tiga Anggota Dewan Berikan Bantuan Korban Kebakaran di Tengaran
Program Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Pemerintah Provinsi Jawa Tengah membantu Hadi Mulyono, warga Desa Gondangmanis, Kudus, mewujudkan impian memiliki rumah layak setelah 25 tahun. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meninjau langsung hasil program tersebut, Senin (29/6/2026), seraya menegaskan perbaikan RTLH menjadi strategi pengentasan kemiskinan yang berlanjut dengan target 5.000 unit rumah pada 2026.
Dulu Kebanjiran dan Nyaris Roboh, Kini Rumah Kuli Bangunan di Kudus Berdiri Kokoh Berkat Bantuan RTLH
Dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polres Semarang bersama Pemerintah Kabupaten Semarang dan Baznas Kabupaten Semarang memulai program bedah tiga rumah tidak layak huni yang ditandai peletakan batu pertama di Kelurahan Candirejo, Ungaran Barat, Senin (29/6/2026). Program ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan hunian layak sekaligus memperkuat sinergi lintas instansi dalam membantu warga yang membutuhkan.
Hari Bhayangkara ke-80, Polres Semarang Wujudkan Hunian Layak bagi Tiga Warga
Dinas Sosial Kabupaten Semarang mengungkap sejarah berkembangnya kawasan Tegal Panas dan Gembol yang kini dikenal sebagai lokasi karaoke dan praktik prostitusi terselubung. Kepala Dinsos Istichomah menjelaskan, Jumat (26/6/2026), kedua kawasan bermula dari warung bagi pengguna jalan dan sopir truk, lalu berkembang menjadi usaha hiburan tanpa izin. Dinsos berfokus pada pendampingan penyintas HIV/AIDS, pelatihan keterampilan, serta penanganan dampak sosial, sementara penertiban menjadi kewenangan Satpol PP.
Kawasan Tegal Panas dan Gembol Tak Berizin, Dinsos Fokus Dampingi Warga Binaan dan Terdampak Sosial
Pemerintah Kabupaten Semarang menyalurkan bantuan pemenuhan kebutuhan layak kepada 121 anak yatim dan anak dari keluarga kurang mampu di Kantor Dinsos Kabupaten Semarang, Kamis (25/6/2026). Bantuan hasil kolaborasi Dinas Sosial dengan Sentra Antasena Kementerian Sosial ini diberikan kepada anak-anak penerima kategori desil 1 hingga 5 untuk mendukung kebutuhan sekolah, kesehatan, dan kesejahteraan mereka bertepatan dengan momentum Muharam.
Momentum 10 Muharam, 121 Anak Yatim dan Kurang Mampu di Kabupaten Semarang Terima Bantuan Kemensos

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Bupati Semarang Ngesti Nugraha
Pertumbuhan Kawasan Industri Picu Permukiman Baru, Pemkab Semarang Siapkan Penataan
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Tahun Anggaran 2026 resmi dilaksanakan di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, selama 15 Juli hingga 13 Agustus 2026. Komandan Kodim 0714/Salatiga Fajar Hapsari Nugroho menyatakan program ini berfokus pada pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1,25 kilometer yang menghubungkan Desa Cukil dan Desa Kemetul, disertai pembangunan rumah tidak layak huni, rehabilitasi fasilitas ibadah, serta pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan akses dan kesejahteraan warga.
TMMD Reguler ke-129 di Kabupaten Semarang Resmi Bergulir, Perkuat Infrastruktur dan Ekonomi Warga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved