KAWAN PEMANDU JALAN

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

PKS Jateng Kukuhkan Pengurus Baru, Hadi Santoso Usung Filosofi “Nguwongne Wong”

PKS Jateng Kukuhkan Pengurus Baru, Hadi Santoso Usung Filosofi “Nguwongne Wong”

PKS Jateng Kukuhkan Pengurus Baru, Hadi Santoso Usung Filosofi “Nguwongne Wong”

Hadi Santoso, Ketua DPW PKS Jateng

RASIKAFM.COM | SEMARANG – Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Tengah resmi mengukuhkan kepengurusan baru periode 2025–2030. Dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) ke-VI yang digelar di Hotel Patra Semarang, Minggu (24/8/2025), tongkat estafet kepemimpinan beralih dari Muhammad Afif kepada Hadi Santoso.

Mengusung filosofi Jawa “Nguwongne Wong” atau memanusiakan manusia, PKS Jateng berkomitmen memperkuat pelayanan publik dan terus hadir di tengah masyarakat.

“Regenerasi adalah keniscayaan. Kami hadir sebagai pengurus baru dengan wajah-wajah muda yang diharapkan membawa semangat baru, bukan sekadar pergantian,” ujar Ketua DPW PKS Jateng, Hadi Santoso.

Tanpa agenda Pilkada tahun ini, PKS Jateng akan fokus pada strategi “K2P2” sebagaimana arahan Presiden PKS: kaderisasi, kemenangan pemilu, dan pelayanan publik. Hadi optimistis, dengan terus mendampingi masyarakat, PKS dapat meraih hasil lebih baik di Pemilu 2029.

Kawal Program Pemerintah, Tetap Kritis

Hadi menegaskan, PKS akan terus mendukung program-program Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di bawah kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen. Ia mengapresiasi keberhasilan beberapa program, seperti penurunan tarif BRT, perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih, hingga Makan Bergizi Gratis (MBG).

Meski begitu, PKS tetap akan bersikap kritis. Salah satu sorotan Hadi adalah masih tingginya angka pengangguran di Jawa Tengah. Ia mendorong pemerintah provinsi untuk lebih masif menjalankan program penyerapan tenaga kerja, khususnya melalui pemberdayaan UMKM.

Kantor PKS Jadi Pos Pelayanan Rakyat

MUSWIL VI PKS di Hotel Patra jasa Semarang 24/8/2025

Sebagai implementasi filosofi Nguwongne Wong, Hadi menginstruksikan seluruh kantor PKS, mulai tingkat provinsi hingga desa, agar difungsikan sebagai pos pelayanan masyarakat.

“Pelayanan adalah gen yang melekat dalam DNA PKS. Karena itu, seluruh pejabat publik dan anggota legislatif PKS saya minta menggunakan wewenang dan fasilitasnya untuk advokasi kepentingan rakyat,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Hadi juga menyinggung capaian PKS dalam Pemilu 2024 yang berhasil memperoleh 7 kursi DPR RI, 11 kursi DPRD Provinsi, serta 140 kursi DPRD Kabupaten/Kota. Ia berharap raihan tersebut menjadi modal besar untuk terus memperjuangkan kesejahteraan masyarakat.

“Filosofi ini mengakar dalam setiap langkah kami, bahwa politik adalah jalan untuk perbaikan dan pelayanan umat,” pungkasnya. (hrs-wd)

Kabar Terkini

POPULER

DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Menag MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Menag: MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Kota Semarang menjadi pusat pelaksanaan MTQ Nasional XXXI 2026 selama 10 hari, 11–20 September. Rangkaian dimulai dengan kedatangan kafilah dan Malam Ta’aruf, dilanjutkan pembukaan pada 12 September yang dijadwalkan dihadiri Presiden Prabowo Subianto. Kompetisi berlangsung 13–18 September, sebelum city tour, penutupan, dan kepulangan kafilah ke daerah masing-masing.
Catat Jadwalnya, MTQ Nasional XXXI Digelar 11-20 September di Semarang
Pawai Ta’aruf MTQ Nasional XXXI di Kota Semarang, Sabtu (12/9/2026), menampilkan keragaman budaya sekaligus semangat toleransi masyarakat. Wali Kota Semarang Agustina mengapresiasi keterlibatan masyarakat lintas agama dalam kegiatan tersebut. Lebih dari 1.000 peserta dari 38 kontingen mengikuti pawai sepanjang sekitar 2,5 kilometer dari Balai Kota menuju Kantor Gubernur Jawa Tengah.
Mandra "Sidoel" ikut Pawai Pembukaan MTQ di Semarang