URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Kabupaten Semarang mencatat surplus beras sepanjang 2025 berkat kinerja Pemkab bersama petani. Capaian ini disampaikan Bupati Ngesti Nugraha di Ungaran Timur, Rabu (7/1/2026). Surplus terjadi karena produksi melampaui kebutuhan, meski sempat terkendala hama, diatasi lewat bantuan, inovasi pertanian, dan penguatan petani.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Kabupaten Semarang Surplus Beras 30 Ribu Ton, Pemkab Tetap Genjot Swasembada Pangan 2026

Kabupaten Semarang Surplus Beras 30 Ribu Ton, Pemkab Tetap Genjot Swasembada Pangan 2026

Kabupaten Semarang Surplus Beras 30 Ribu Ton, Pemkab Tetap Genjot Swasembada Pangan 2026

Jajaran Forkopimda Kabupaten Semarang bersama penyuluh pertanian dan perwakilan gapoktan mengikuti tasyakuran swasembada pangan nasional bersama presiden dan menteri pertanian tahun 2026 di balai penyuluhan pertanian Ungaran Timur, Rabu (7/1/2026). Foto: win
Jajaran Forkopimda Kabupaten Semarang bersama penyuluh pertanian dan perwakilan gapoktan mengikuti tasyakuran swasembada pangan nasional bersama presiden dan menteri pertanian tahun 2026 di balai penyuluhan pertanian Ungaran Timur, Rabu (7/1/2026). Foto: win
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Kabupaten Semarang mencatat capaian positif dalam sektor pangan sepanjang 2025. Pemerintah Kabupaten Semarang memastikan daerahnya berada dalam kondisi surplus beras dan berkomitmen menjaga swasembada pangan pada 2026 melalui peningkatan produktivitas pertanian dan penguatan ekosistem tani.

Bupati Semarang Ngesti Nugraha menjelaskan, pada 2025 luasan tanam padi di Kabupaten Semarang mencapai 19.500 hektare. Dari luasan tersebut dihasilkan gabah kering panen sebanyak 293.701 ton, gabah kering giling 204.708 ton, dan beras sebesar 131.013 ton. Sementara kebutuhan beras masyarakat Kabupaten Semarang pada 2025 tercatat 100.438 ton, sehingga terdapat surplus beras sekitar 30.575 ton.

“Alhamdulillah Kabupaten Semarang masih surplus beras. Ini berkat kerja keras seluruh jajaran Forkopimda, khususnya Dinas Pertanian, para penyuluh, dan kelompok tani,” ujarnya dalam acara tasyakuran swasembada pangan nasional bersama presiden dan menteri pertanian tahun 2026 di balai penyuluhan pertanian Ungaran Timur, Rabu (7/1/2026).

Meski demikian, Ngesti mengakui produksi pertanian sempat menghadapi tantangan serius akibat serangan hama tikus dan wereng yang menyerang sekitar 643 hektare lahan. Untuk meringankan beban petani, Pemkab Semarang menyalurkan bantuan benih padi dan pupuk, serta memberikan keringanan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

“Petani yang gagal panen atau tidak panen dibebaskan dari PBB, sedangkan petani yang panen satu kali mendapatkan diskon hingga 60 persen,” lanjutnya.

Dalam upaya mempertahankan swasembada pangan, Pemkab Semarang terus mendorong peningkatan produktivitas pertanian. Salah satunya melalui edukasi peningkatan hasil panen dari rata-rata 7 ton per hektare menjadi 9 ton per hektare dengan penggunaan pupuk organik dan pengurangan pupuk kimia.

“Seperti yang telah diterapkan di Desa Candirejo, Kecamatan Tuntang,” katanya.

Selain itu, pengembangan beras organik juga dilakukan oleh Gapoktan Al Barokah di Desa Ketapang, Kecamatan Susukan.
Pemkab Semarang juga menyiapkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan). Di 11 kecamatan, masing-masing disediakan satu set alsintan yang dipinjamkan secara gratis kepada petani, mulai dari transplanter, drone pertanian, hingga combine harvester.

“Ini bisa menekan biaya produksi dan mengatasi keterbatasan tenaga kerja,” ungkapnya.

Di sisi sumber daya manusia, Dinas Pertanian Kabupaten Semarang melaksanakan pelatihan petani milenial di 19 kecamatan. Pada 2024 dan 2025 masing-masing diikuti 450 peserta, sehingga total terdapat 900 petani milenial yang didorong untuk terjun dan bertahan di sektor pertanian. (win)

BACA JUGA :

Selama hampir 20 tahun, keluarga Muhroji di Dusun Rejowinangun, Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, hidup tanpa aliran listrik meski tiang listrik telah berdiri di dekat rumah mereka. Hingga Rabu (22/7/2026), permohonan pemasangan listrik belum terealisasi karena diperlukan penambahan jaringan. Kondisi ekonomi yang terbatas membuat keluarga tersebut bertahan menggunakan sentir berbahan bakar minyak goreng sebagai penerangan setiap malam.
20 Tahun Hidup dalam Gelap, Keluarga Miskin di Sumowono Terangi Malam dengan Sentir Jelantah
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang memperkuat budaya sadar bencana melalui inovasi SADEWA (Strategi Deteksi, Edukasi, dan Waspada Bencana). Program berbasis kolaborasi pentahelix dan digitalisasi ini berhasil meningkatkan jumlah Desa Tangguh Bencana (Destana) menjadi 116 desa hingga 2026. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan edukasi, sistem deteksi dini, KKN Tematik Kebencanaan, serta optimalisasi dana desa guna meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi berbagai ancaman bencana.
Lewat SADEWA, BPBD Kabupaten Semarang Bangun Budaya Sadar Bencana dari Desa
Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) meraih penghargaan Most Impactful University for National Integration dalam ajang Solopos Best Brand and Innovation (SBBI) Awards 2026 di Solo pada 17 Juli 2026. Penghargaan ini diberikan atas kontribusi UKSW dalam menghadirkan pendidikan inklusif, riset, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat melalui berbagai program di bidang kesehatan, lingkungan, pemberdayaan UMKM, serta penguatan ekonomi desa.
Berkat Akademi BUMDes, UKSW Raih Pengakuan Nasional atas Inovasinya
Menjelang Hari Jadi Ke-1276 Kota Salatiga, upaya Pemerintah Kota Salatiga melestarikan Gedung Pakuwon, bangunan cagar budaya yang menjadi lokasi bersejarah Perjanjian Salatiga 1757, masih terkendala komunikasi dengan pemilik yang berdomisili di Semarang. Hingga Selasa (21/7/2026), Disbudpar belum memperoleh respons atas permohonan audiensi sehingga pemerintah berencana menggandeng Pemkot Semarang untuk memfasilitasi pertemuan, sembari menyiapkan langkah pelestarian agar nilai sejarah bangunan tetap terjaga.
Begini Nasib Gedung Pakuwon Salatiga, Pemkot Kesulitan Bertemu Pemilik
Wali Kota Salatiga bersama Ketua DPRD, Sekretaris Daerah, Ketua Tim Penggerak PKK, dan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melaksanakan ziarah ke makam para mantan Wali Kota Salatiga pada Senin (21/7/2026) sebagai rangkaian peringatan Hari Jadi Ke-1276 Kota Salatiga. Ziarah dilakukan di TPU Ngemplak dan Makam Sidomulyo untuk mendoakan serta memberikan penghormatan kepada almarhum John Manuel Manoppo dan Letkol Soegiman atas jasa dan pengabdian mereka dalam membangun Kota Salatiga
Jelang Hari Jadi, Robby bersama Istri Tabur Bunga di Makam Mantan Wali Kota
Pemerintah Kabupaten Semarang meluncurkan Sekolah Tani Milenial 2026 untuk mendorong regenerasi petani di tengah menurunnya minat generasi muda terhadap sektor pertanian. Program yang diikuti 240 peserta itu digelar di Kecamatan Sumowono, Selasa (21/7/2026), dengan pembekalan budidaya, kewirausahaan, dan pemasaran digital guna mencetak petani modern yang mampu menjaga ketahanan pangan.
Tak Malu jadi Petani, Khoirul Mantap Ikut Pelatihan Sekolah Tani Milenial Usai Lulus Kuliah

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Puluhan korban dugaan penipuan pembelian rumah di Perumahan Bandarjo Village Permai, Kecamatan Ungaran Barat, mengadukan kasus tersebut ke Komisi C DPRD Kabupaten Semarang, Rabu (15/7/2026). Para korban menuntut pengembang mengembalikan dana sekitar Rp1,4 miliar setelah proyek mangkrak, rumah tidak kunjung dibangun, dan sebagian sertifikat belum diterbitkan. DPRD meminta pengembang menuntaskan pengembalian dana hingga September 2026 serta menunda penerbitan izin proyek sampai seluruh persoalan konsumen selesai.
Puluhan Korban Perumahan Bandarjo Village Permai Mengadu ke DPRD, Tuntut Refund Rp1,4 Miliar
Wali Kota Salatiga bersama Ketua DPRD, Sekretaris Daerah, Ketua Tim Penggerak PKK, dan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melaksanakan ziarah ke makam para mantan Wali Kota Salatiga pada Senin (21/7/2026) sebagai rangkaian peringatan Hari Jadi Ke-1276 Kota Salatiga. Ziarah dilakukan di TPU Ngemplak dan Makam Sidomulyo untuk mendoakan serta memberikan penghormatan kepada almarhum John Manuel Manoppo dan Letkol Soegiman atas jasa dan pengabdian mereka dalam membangun Kota Salatiga
Jelang Hari Jadi, Robby bersama Istri Tabur Bunga di Makam Mantan Wali Kota
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026