KAWAN PEMANDU JALAN

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Drainase Pecah Sejak 2023, Jalan Perum Delta Asri V Ambrol. Gubernur Jateng Janjikan Perbaikan Permanen

Drainase Pecah Sejak 2023, Jalan Perum Delta Asri V Ambrol. Gubernur Jateng Janjikan Perbaikan Permanen

Drainase Pecah Sejak 2023, Jalan Perum Delta Asri V Ambrol. Gubernur Jateng Janjikan Perbaikan Permanen

Warga Perum Delta Asri V Desa Leyangan, Ungaran Timur bersama TNI, Polri, BPBD dan relawan memasang tiang pancang bambu sebagai langkah tanggap bencana atas ambrolnya akses jalan di kawasan tersebut, Selasa (17/2/2026). Foto: win

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Jalan di Perum Delta Asri V RT 3, Desa Leyangan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, ambrol setelah diguyur hujan deras berintensitas tinggi pada awal Februari 2026. Kerusakan diduga dipicu pecahnya gorong-gorong drainase sejak 2023 yang menyebabkan tanah terus tergerus hingga akhirnya runtuh.

Akibat runtuhnya tanah tersebut, kini terbentuk saluran air yang menganga sepanjang 20 meter, dengan lebar 3 meter dan kedalaman 4 meter.

Ketua RT 3 Perum Delta Asri V, Yogi Prasetya, menjelaskan awal persoalan bermula dari pecahnya buis gorong-gorong pada 2023. Akibatnya, tanah di sekitar saluran mengalami penurunan dan semakin dalam karena terus digerus aliran air.

“Kejadian awalnya tahun 2023, buis gorong-gorong pecah, akhirnya tanahnya turun dan makin dalam. Air mencari jalan sendiri dan menggerus tanah. Itu sebenarnya bukan jembatan, tapi jalan. Karena bawahnya tergerus, akhirnya runtuh,” ujarnya ditemui di sela kerja bakti pemasangan pancang bambu di lokasi, Selasa (17/2/2026).

Menurut Yogi, kerusakan jalan mulai terlihat pada 2024. Namun saat itu warga masih bisa melintas meski hanya setapak dan hanya bisa dilewati sepeda motor. Kondisi memburuk pada awal Februari 2026 setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut.

“Desember kemarin masih bisa dilewati walau setapak. Tapi awal Februari, hujan intensitas tinggi, dalam waktu sekitar satu bulan langsung ambrol besar dan bikin kami khawatir,” katanya.

Warga telah melaporkan kondisi tersebut kepada pengembang dan dinas terkait sejak awal kerusakan. Namun karena dianggap belum terlalu parah, penanganan belum dilakukan secara menyeluruh. Setelah ambrol besar terjadi, pihak RT melaporkan ke RW yang kemudian meneruskan surat ke pemerintah desa dan kecamatan.

“Kami khawatir longsoran makin melebar. Dari RT sudah laporan ke RW, lalu bersurat ke desa dan kecamatan. Bahkan ke bupati juga,” tambahnya.

Sebagai langkah darurat, warga memasang pancang bambu di sekitar lokasi untuk mencegah gerusan semakin meluas. Yogi berharap pemerintah segera merealisasikan perbaikan permanen.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, yang meninjau langsung lokasi, menegaskan penanganan bencana dilakukan secara kolaboratif antara pemerintah daerah, TNI-Polri, relawan, dan masyarakat.

“Ini kolaborasi yang sangat kompak di Kabupaten Semarang. Ada Dandim, Kapolres, Bupati, Tagana, TRC, dan seluruh komponen masyarakat bahu-membahu mengatasi masalah. Dengan kolaborasi inilah kita bisa menghadapi cuaca ekstrem,” ujarnya.

Ia menyebut dampak cuaca ekstrem tidak hanya terjadi di Kabupaten Semarang, tetapi juga di sejumlah daerah lain seperti Grobogan dan Pemalang. Karena itu, kesiapsiagaan seluruh elemen menjadi kunci.

Menurutnya, Pemprov Jateng telah berkoordinasi dengan BMKG untuk memitigasi potensi bencana, meliputi empat aspek utama yakni rawan longsor, tanah bergerak, banjir, dan banjir rob. Setiap daerah memiliki karakteristik berbeda sehingga penanganannya pun disesuaikan.

“Terkait perumahan yang di bawahnya ada gorong-gorong, Pusdataru dan PU sudah melakukan kajian. Saya minta jangan lama-lama, masyarakat sudah menunggu. Kalau sudah tanggap darurat ditetapkan bupati, otomatis seluruh OPD provinsi turun tanpa harus disuruh,” tegasnya.

Pemprov Jateng, lanjutnya, berkomitmen mempercepat penanganan dengan membangun saluran air permanen yang lebih kokoh. Rencananya, saluran baru akan dibangun terlebih dahulu sebelum badan jalan ditutup kembali agar akses warga kembali normal dan aman dilalui. (win)

Kabar Terkini

POPULER

Polres Semarang mengamankan dua tersangka dugaan pencurian kabel dan baterai tower telekomunikasi di sejumlah wilayah Kabupaten Semarang. Salah satu tersangka, BD, merupakan karyawan Telkomsel dan diduga mengajak IY melakukan pencurian di Desa Jambu pada 9 September 2026. Polisi juga mendalami keterlibatan keduanya dalam sedikitnya 12 lokasi pencurian baterai sejak Januari hingga Mei 2026.
Kabel dan Baterai di 12 Tower Milik Telkomsel Digasak Maling, Kerugian Capai Ratusan Juta
Pemkab Semarang menyiapkan pemenuhan kebutuhan air bersih bagi warga di 21 desa pada sembilan kecamatan yang terdampak kemarau panjang. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyampaikan langkah tersebut pada Senin (14/9/2026) dengan memprioritaskan survei geolistrik untuk mencari potensi sumber air tanah sebelum pengeboran dilakukan secara bertahap.
21 Desa Terdampak Kekeringan, Pemkab Semarang Siapkan Geolistrik untuk Pengeboran Sumber Air
Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang mencatat 218 kejadian kebakaran lahan kosong sepanjang Januari hingga September 2026. Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Damkar Semarang Tantri Pradono mengatakan kebakaran meningkat karena kondisi lahan kering dan aktivitas manusia, sehingga pemilik lahan diminta menjaga kebersihan serta menghindari pembakaran sampah.
Lahan Kosong Jadi Ladang Api, 218 Kebakaran Terjadi di Semarang
Menag MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Menag: MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
[pekok2]