KAWAN PEMANDU JALAN

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Jembatan Penghubung Dua Desa di Sumowono Ambrol Dini Hari, 800 Jiwa Terdampak

Jembatan Penghubung Dua Desa di Sumowono Ambrol Dini Hari, 800 Jiwa Terdampak

Jembatan Penghubung Dua Desa di Sumowono Ambrol Dini Hari, 800 Jiwa Terdampak

Warga bergotong royong membuat jembatan darurat dari bambu usai jembatan penghubung Desa Duren-Pledokan ambrol akibat longsor, Senin (23/2/2026). Foto: dokumentasi warga/IST

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Jembatan penghubung antara Desa Pledokan dan Desa Duren, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, ambrol pada Minggu (23/2/2026) sekitar pukul 02.30 WIB. Peristiwa tersebut diduga dipicu curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak sore hingga malam hari.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Semarang, Alexander Gunawan, menjelaskan derasnya hujan menyebabkan aliran sungai meningkat dan mengikis pondasi jembatan hingga akhirnya runtuh.

“Curah hujan yang tinggi sampai malam hari, kemudian sekitar pukul 02.30 dini hari jembatan ambrol sehingga tidak bisa digunakan sebagai penghubung antara Desa Pledokan dan Desa Duren,” ujarnya saat dikonfirmasi di Ungaran, Senin (23/2/2026).

Jembatan tersebut merupakan satu-satunya akses penghubung dari pusat pemerintahan Kecamatan Sumowono menuju jalan utama di wilayah itu. Akibatnya, sekitar 800 jiwa terdampak karena aktivitas warga menjadi terhambat.

“Hasil asesmen sementara, jembatan yang ambrol memiliki panjang sekitar 10 meter, lebar 4 meter, dan kedalaman 6 meter. Kondisi tersebut membuat jembatan tidak dapat dilalui kendaraan,” katanya.

Setelah menerima laporan, pihaknya bersama TNI, Polri, dan pemerintah kecamatan setempat langsung menuju lokasi setelah menerima laporan kejadian. Sebagai langkah awal, petugas bersama warga membangun jembatan darurat menggunakan bambu dan papan kayu.

“Untuk sementara sudah dibuat jembatan darurat yang hanya bisa dilalui kendaraan roda dua, guna memperlancar aktivitas warga terutama anak-anak yang akan bersekolah,” jelasnya.

Selanjutnya, BPBD akan melakukan asesmen lanjutan guna menentukan langkah penanganan permanen agar fungsi transportasi dapat kembali normal.

“Kondisi tanah di wilayah Desa Duren memang agak labil.Sehingga derasnya arus sungai saat hujan diduga menjadi faktor utama penyebab ambrolnya jembatan,” pungkasnya. (win)

Kabar Terkini

POPULER

Polres Semarang mengamankan dua tersangka dugaan pencurian kabel dan baterai tower telekomunikasi di sejumlah wilayah Kabupaten Semarang. Salah satu tersangka, BD, merupakan karyawan Telkomsel dan diduga mengajak IY melakukan pencurian di Desa Jambu pada 9 September 2026. Polisi juga mendalami keterlibatan keduanya dalam sedikitnya 12 lokasi pencurian baterai sejak Januari hingga Mei 2026.
Kabel dan Baterai di 12 Tower Milik Telkomsel Digasak Maling, Kerugian Capai Ratusan Juta
Pemkab Semarang menyiapkan pemenuhan kebutuhan air bersih bagi warga di 21 desa pada sembilan kecamatan yang terdampak kemarau panjang. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyampaikan langkah tersebut pada Senin (14/9/2026) dengan memprioritaskan survei geolistrik untuk mencari potensi sumber air tanah sebelum pengeboran dilakukan secara bertahap.
21 Desa Terdampak Kekeringan, Pemkab Semarang Siapkan Geolistrik untuk Pengeboran Sumber Air
Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang mencatat 218 kejadian kebakaran lahan kosong sepanjang Januari hingga September 2026. Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Damkar Semarang Tantri Pradono mengatakan kebakaran meningkat karena kondisi lahan kering dan aktivitas manusia, sehingga pemilik lahan diminta menjaga kebersihan serta menghindari pembakaran sampah.
Lahan Kosong Jadi Ladang Api, 218 Kebakaran Terjadi di Semarang
Menag MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Menag: MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
[pekok2]