URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Peningkatan volume sampah terjadi selama Lebaran 2026 di Salatiga, disampaikan Yunus Juniadi, pada periode 18–24 Maret. Kenaikan sekitar 7 ton per hari dinilai wajar, dipicu aktivitas konsumsi masyarakat, dengan dominasi sampah organik, serta pengangkutan tetap berjalan normal tanpa penambahan armada.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Selama Lebaran, Volume Sampah di Salatiga Naik 7 Ton per Hari

Selama Lebaran, Volume Sampah di Salatiga Naik 7 Ton per Hari

Selama Lebaran, Volume Sampah di Salatiga Naik 7 Ton per Hari

Ilustrasi Sampah. Foto: Dok./IST
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Selama lebaran 2026, Volume sampah di Salatiga, terhitung mulai tanggal 18 sampai 24 Maret mencapai 7 ton per hari jumlah nornal harian sebanyak 80 ton.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Salatiga, Yunus Juniadi mengatakan, volume sampah pada periode 18 – 24 Maret naik sekitar 7 ton dari kondisi normal sekitar 80 ton per hari. Kenaikan ini masih wajar dan terkendali.

“Peningkatan tidak begitu signifikan. Hal ini karena aktivitas perkantoran dan perusahaan libur, serta jumlah pemudik yang masuk dan keluar relatif berimbang,” ungkap Yunus.

Sampah organik menjadi penyumbang terbesar selama lebaran sebesar 50 persen, sumbernya didominasi dari sisa makanan.

Sedangkan sampah anorganik seperti kemasan plastik, sachet, dan residu lainnya yang turut meningkat seiring konsumsi masyarakat saat hari raya.
Juga meningkat juga berdampak pada terkendalinya volume sampah di dalam kota.

“Banyak pemudik memilih tidak masuk ke wilayah Salatiga sehingga tidak terjadi lonjakan signifikan,” katanya.
Terkait dengan pengangkutan sampah tetap berjalan normal tanpa penambahan armada dump truk.

Untuk sampah dari pasar, diangkut menggunakan tiga armada dump truk setiap hari. Selain itu, pada sore hari dilakukan pengangkutan tambahan menggunakan armada L300 milik Dinas Perdagangan

BACA JUGA :

pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Penjualan Gas PGN di Semarang Melonjak 5
Penjualan Gas PGN di Semarang Melonjak 5.000 Persen, Industri Jadi Motor Pertumbuhan