RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Pelaku Pencurian Puluhan Tabung Di Semarang Ternyata ODGJ

Pelaku Pencurian Puluhan Tabung Di Semarang Ternyata ODGJ

Pelaku Pencurian Puluhan Tabung Di Semarang Ternyata ODGJ

SEMARANG – Unit Reskrim Polsek Semarang Tengah mengamankan seorang pria pencuri puluhan tabung gas elpiji 3 kilogram yang terjadi di Pendrikan Lor, Kecamatan Semarang Tengah, pada Kamis (6/1/2022).

Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Irwan Anwar mengungkapkan, tersangka yang diamankan berinisial Jaya Sukrisna Pamularsih Putra warga Hassanudin, Kelurahan Plombokan, Kecamatan Semarang Utara.[irp posts=”32137″ name=”Kepergok Gadis Saat Curi Puluhan Tabung Gas Elpiji Di Semarang, Pelaku Malah Tunjukan Alat Vitalnya”]

Pria berusia 41 tahun itu ternyata adalah Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ) yang baru saja keluar dari proses pemulihan dari psikiater di Rumah Sakit Pantiwilasa yang terletak di Jalan Dr. Cipto Semarang namun masih menjalani tahapan-tahapan pengobatan khusus terkait kejiwaan pelaku.

“Saya mendapat laporan dari anggota, ternyata Jaya ini adalah eks pasien rumah Sakit Pantiwilasa. Sementara masih dalam proses pengobatan sehingga berikutnya akan kita lakukan tahapan-tahapan berdasarkan kondisi kejiwaan yang bersangkutan,” ujar Irwan kepada wartawan Sabtu (8/1/2022).

Dapat terlihat juga saat dihadirkan di Polrestabes Semarang, tingkah pelaku seperti layaknya ODGJ yang memang harus membutuhkan penanganan khusus dari psikiater.

Sementara itu, Kapolsek Semarang Tengah, Kompol Indra Romantika menambahkan, vonis gangguan kejiwaan pelaku juga terbukti dengan memiliki kartu kuning bernomor RM 521472 di Klinik Psikiatri Rumah Sakit Pantiwilasa Semarang.

“Jadwal pemeriksaan kejiwaan selanjutnya pelaku pada tanggal 5 Februari tahun 2022 mendatang,” paparnya.

Perlu diketahui, Jaya Sukrisna Pamularsih Putra (41) ditangkap polisi lantaran terbukti mencuri 47 tabung gas elpiji di agen elpiji Pendrikan Lor, Kecamatan Semarang Tengah. Aksi tu terjadi pada Kamis (6/1/2022) saat korban bernama Wahyudiono sedang melaksanakan solat subuh.

Terlihat dari rekaman CCTV, maling elpiji tersebut melakukan aksinya dengan cukup lihai. Awalnya, maling mendatangi lokasi kejadian mengendarai motor Mio Soul GT dengan sengaja menutupi pelat nomor dengan kain.

Selepas mengamati kondisi di lokasi kejadian, maling tersebut lantas beraksi. Ia membobol tralis besi kemudian mengambil elpiji dengan cara diangkut menggunakan sepeda motor bolak-balik sebanyak belasan kali.

“Maling bergantian membawa elpiji 3 kg dengan mengunakan motor, setiap langsir bawa 2 elpiji. Kalau ditotal ada belasan kali itu maling bolak-balik,” ujar anak korban Haris Darmawan saat ditemui.

BACA JUGA :

Pemkab Semarang tidak akan melakukan riset mandiri terkait rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran karena kewenangan berada di pemerintah pusat sebagai proyek strategis nasional. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyatakan Pemkab berperan sebagai fasilitator dan mendorong konsultasi publik agar kementerian, pemerintah daerah, stakeholder, serta masyarakat mendapat informasi terbuka mengenai potensi dan dampak proyek.
Pemkab Semarang Tegaskan Tak Akan Lakukan Riset Mandiri Geothermal Gunung Ungaran
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani
Sebanyak 8.100 porsi Ayam Kecap Rempah Nusantara dimasak serentak di sembilan kota Indonesia pada Minggu (6/9/2026), termasuk 750 porsi di Semarang. Kegiatan Bright Gas bersama pelanggan dan komunitas tersebut digelar untuk memperingati Hari Pelanggan Nasional sekaligus membidik pencatatan Rekor MURI.
Bukan Masak Biasa! 8.100 Porsi Ayam Kecap Diburu Jadi Rekor MURI, Semarang Sumbang 750 Porsi
Pemkab Semarang meminta PT PLN menunda sementara kajian dan rencana eksplorasi panas bumi di kawasan Gunung Ungaran, Jumat (4/9/2026). Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyebut keputusan tersebut diambil untuk menjaga kondusivitas masyarakat di tengah kekhawatiran yang berkembang. Pemkab juga meminta PT Geo Dipa Energi meningkatkan komunikasi dan sosialisasi terkait kegiatan geothermal di Banyubiru.
Rencana Geothermal Gunung Ungaran Ditunda, Bupati Semarang Minta PLN Setop Kegiatan
Sebanyak 756 pekerja PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, terkena PHK akibat efisiensi perusahaan pada 2026. Disnaker Kabupaten Semarang menyebut keputusan tersebut telah disepakati melalui perjanjian bersama, sementara pembayaran pesangon rata-rata Rp30 juta per pekerja dilakukan bertahap selama 10 bulan karena tekanan industri perkayuan.
756 Pekerja di Kabupaten Semarang Kena PHK, Disnaker Kawal Pembayaran Pesangon
Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Semar Gugat menggelar aksi tanda tangan massal menolak rencana pengeboran geothermal Gunung Ungaran di Basecamp Kendalisodo, Desa Samban, Bawen, Kabupaten Semarang, Rabu (2/9/2026). Mereka meminta rencana tersebut dikaji serius karena khawatir aktivitas pengeboran berdampak terhadap lingkungan dan sumber air masyarakat.
Gelombang Penolakan Pengeboran Gunung Ungaran Mulai Muncul, Sejumlah Komunitas Galang Tanda Tangan Massal

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran