KABAR RASIKA

Hendi Resmikan Taman MT Haryono di Kota Semarang

Hendi Resmikan Taman MT Haryono di Kota Semarang

Hendi Resmikan Taman MT Haryono di Kota Semarang

Kamis (13/1) Sebagai bentuk penghargaan kepada pahlawan bangsa, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi secara resmi membuka taman MT Haryono, dengan luas sekitar 205 meter persegi di Kelurahan Kebonagung, Kecamatan Semarang Timur.

“Kita memahami bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai para pahlawan dan kebetulan pihak ketiga berkenan membuatkan patung yang selaras dengan nama jalannya, maka kemudian di sini dibuatlah patung MT Haryono karena memang ruas jalan di sini adalah ruas jalan MT Haryono,” tutur Hendi, biasa akrab disapa Wali Kota Semarang tersebut.

Menurutnya, taman MT. Haryono sendiri juga merupakan salah satu representasi konsep pembangunan bergerak bersama yang diusung Hendi, karena dibangun melalui program CSR.

Untuk itu Hendi pun berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terwujudnya taman Mt. Haryono sebagai ruang publik, sekaligus sarana edukasi kepahlawanan nasional, khususnya Jenderal MT Haryono yang termasuk sebagai pahlawan revolusi.

Wali Kota Semarang itu sendiri juga menegaskan jika pihaknya ingin menciptakan banyak tempat publik agar masyarakat memiliki banyak pilihan, untuk tempat bersilaturahmi dan menyediakan hal-hal yang positif untuk Kota Semarang.

“Nantinya taman ini bisa digunakan masyarakat untuk cangkrukan, masyarakat dapat bersosialisasi sekaligus membuat wajah kota cantik dan indah,” ungkapnya.

Karena itulah, dirinya tidak lupa mengapresiasi pihak swasta yang terlibat dalam pembangunan Kota Semarang. Menurutnya, cukup banyak taman yang dibangun dengan kerja sama pihak swasta. Selain Taman MT Haryono, ada juga beberapa taman lain di Kota Semarang yang dibangun atas kerja sama dengan pihak swasta yaitu Taman Indonesia Kaya, Taman Piere Tendean, dan Taman Parkour yang baru saja dilakukan groundbreaking.

“Mudah-mudahan konsep bergerak bersama yang kita gaungkan ini bisa terus direalisasikan, sehingga kalau semua yang terlibat gotong royong Insyaa Allah Kota Semarang akan berkembang dan menjadi lebih baik,” harap Hendi.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Semarang, Ali menambahkan bahwa ke depan akan menambah beberapa patung yang disesuaikan dengan jalan yang ada, satu di antaranya di Jalan Dr Cipto. Saat ini, pihaknya sedang melakukan negosiasi dengan pihak ketiga. “Mudah-mudahan terlaksana. Tidak sepenuhnya CSR, ada Pemkot juga yang mendanai,” tutur Ali.

Di sisi lain, Prasetyo Adi selaku perwakilan keluarga MT Haryono mengucapkan terima kasih atas perhatian yang diberikan Pemerintah Kota Semarang. “Atas nama keluarga besar Mas Tirto Dharmo Haryono, Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemkot Semarang, Pak Hendi terutama dan CSR dalam hal ini PO Hotel Group yang telah memberikan penghargaan dan apresiasi kepada keluarga besar MT Haryono,” tutur Adi.

Dirinya berharap generasi muda mengenal siapa sosok MT Haryono dan kemudian berusaha untuk mempertahankan ideologi Pancasila sebagai ideologi nomor satu di Indonesia.

BACA JUGA :

DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Pemkab Semarang tidak akan melakukan riset mandiri terkait rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran karena kewenangan berada di pemerintah pusat sebagai proyek strategis nasional. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyatakan Pemkab berperan sebagai fasilitator dan mendorong konsultasi publik agar kementerian, pemerintah daerah, stakeholder, serta masyarakat mendapat informasi terbuka mengenai potensi dan dampak proyek.
Pemkab Semarang Tegaskan Tak Akan Lakukan Riset Mandiri Geothermal Gunung Ungaran
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani
Sebanyak 8.100 porsi Ayam Kecap Rempah Nusantara dimasak serentak di sembilan kota Indonesia pada Minggu (6/9/2026), termasuk 750 porsi di Semarang. Kegiatan Bright Gas bersama pelanggan dan komunitas tersebut digelar untuk memperingati Hari Pelanggan Nasional sekaligus membidik pencatatan Rekor MURI.
Bukan Masak Biasa! 8.100 Porsi Ayam Kecap Diburu Jadi Rekor MURI, Semarang Sumbang 750 Porsi
Pemkab Semarang meminta PT PLN menunda sementara kajian dan rencana eksplorasi panas bumi di kawasan Gunung Ungaran, Jumat (4/9/2026). Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyebut keputusan tersebut diambil untuk menjaga kondusivitas masyarakat di tengah kekhawatiran yang berkembang. Pemkab juga meminta PT Geo Dipa Energi meningkatkan komunikasi dan sosialisasi terkait kegiatan geothermal di Banyubiru.
Rencana Geothermal Gunung Ungaran Ditunda, Bupati Semarang Minta PLN Setop Kegiatan
Sebanyak 756 pekerja PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, terkena PHK akibat efisiensi perusahaan pada 2026. Disnaker Kabupaten Semarang menyebut keputusan tersebut telah disepakati melalui perjanjian bersama, sementara pembayaran pesangon rata-rata Rp30 juta per pekerja dilakukan bertahap selama 10 bulan karena tekanan industri perkayuan.
756 Pekerja di Kabupaten Semarang Kena PHK, Disnaker Kawal Pembayaran Pesangon

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Warga Dusun Kropoh, Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan terkubur di kebun pada Kamis (3/9/2026) sore. Bayi ditemukan Gendro Susanto saat mencari rumput setelah melihat gundukan tanah baru. Polisi kemudian mengamankan lokasi dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi serta pihak yang bertanggung jawab.
Curiga Gundukan Tanah Baru, Warga Bandungan Temukan Bayi Terkubur dan Terbungkus Daster
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani
Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved

Lebar: px

Tinggi: px