URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Dalam rangka memperingati Hari Kanker Anak Internasional, Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI) Cabang Semarang mengadakan cukur gundul di Mall Paragon Semarang, Senin (28/2/2022).

Mbak Google

KABAR RASIKA

Peringati Hari Kanker Anak Internasional, YKAKI Semarang Adakan Cukur Gundul

Peringati Hari Kanker Anak Internasional, YKAKI Semarang Adakan Cukur Gundul

Peringati Hari Kanker Anak Internasional, YKAKI Semarang Adakan Cukur Gundul

featured-img

SEMARANG – Dalam rangka memperingati Hari Kanker Anak Internasional, Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI) Cabang Semarang mengadakan cukur gundul di Mall Paragon Semarang, Senin (28/2/2022).

Kepala Cabang YKAKI Semarang, Vita Mahaswari mengatakan bahwa kegiatan itu adalah sebagai wujud dukungan dan rasa empati kepada anak penyintas kanker agar tetap bersemangat dalam masa pengobatan.

Ia menjelaskan, kegiatan dengan tema Berani Gundul itu diikuti oleh sebanyak 50 orang yang mendaftar untuk mencukur rambutnya sebagai bentuk kepedulian dan kasih sayang terhadap anak penyintas kanker.

“Sebelum pandemi pada tahun 2020 bisa sampai 300 orang. Tapi tentunya kegiatan ini masih dalam satu rangkaian dalam rangka Hari Kanker Anak Internasional yang kita peringati setiap tanggal 15 Ferbruari. Tentunya, agenda tahunan yang digelar YKAKI merupakan serangkaian kegiatan sebagai bentuk kepedulian, simpati dan empati bagi anak-anak pejuang kanker,” ujarnya disela-sela acara.

Disisi lain, ia mengaku terharu lantaran Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo yang biasanya mengawal kegiatan peringatan Hari Kanker Anak Internasional oleh YKAKI kini turut berpartisipasi dengan melakukan cukur gundul.

“Sangat surprise dan terharu karena bapak Ganjar yang biasanya selalu mengawal kegiatan YKAKI Semarang tiap tahun selalu hadir, kali ini beliau juga ikut cukur kemudian pak Hendi (Walikota Semarang) wakil-wakilnya dan hari ini pak Kapolrestabes Semarang juga teragenda hadir untuk juga begitu juga pak Dandim dan tokoh-tokoh masyarakat lain,” paparnya.

Disisi lain, ia berhadap kepada seluruh masyarakat untuk terus memberikan dukungan kepada anak penyintas kanker agar terus kuat dalam masa pengobatan dan perjuangan dalam melawan penyakit yang dialaminya.

“Tentunya harapan YKAKI dengan kegiatan Berani Gundul ini agar masyarakat lebih peduli dan memberikan dukungan support system yang dibutuhkan anak-anak penyintas kanker. Selain dokter dan tenaga kesehatan profesional kita gabisa sendiri sehingga kami butuh dukungan karena kami hidupnya dari uluran tangan para donatur,” imbuhnya.

BACA JUGA :

Ribuan warga dan wisatawan memadati Alun-alun Salatiga, Jumat (24/7/2026), untuk mengikuti Kenduri Rakyat dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-1276 Kota Salatiga. DPRD Kota Salatiga menyediakan 7.000 porsi makanan dan minuman gratis serta satu gunungan raksasa sebagai wujud rasa syukur dan kebersamaan. Antusiasme masyarakat membuat ratusan stan kuliner habis diserbu hanya dalam hitungan menit
Ribuan Warga Salatiga Berebut 7.000 Porsi Makanan Gratis dalam Acara Kenduri Rakyat HUT Salatiga
Rumah pasangan lansia Muhroji (73) dan Munarti (65) di Dusun Pledokan, Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, akhirnya mendapat sambungan listrik pada Kamis (23/7/2026) setelah sekitar 20 tahun hidup tanpa aliran listrik. Penyambungan dilakukan menyusul koordinasi Pemerintah Kabupaten Semarang, Pemerintah Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, dan PLN, sehingga keluarga tersebut kini dapat menikmati penerangan listrik untuk kebutuhan sehari-hari dan mendukung proses belajar anak mereka.
Rumah Muhroji Sudah Terang Benderang, Buku Pelajaran Sang Anak Tak Lagi 'Belepotan' Minyak Goreng
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.54
Kejati Jateng dan Kejari Salatiga Lelang Barang Rampasan, Awan Prastyo Imbau Masyarakat Waspadai Penipuan
Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah dan Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok menggelar pertemuan strategis di Semarang untuk memperkuat kerja sama pendidikan, kebudayaan, dan hubungan persahabatan Indonesia–Tiongkok. Pertemuan yang dihadiri Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah Gus Rozin beserta sejumlah pimpinan perguruan tinggi membahas penyediaan pengajar Bahasa Mandarin, peluang beasiswa, kemudahan visa, serta pengembangan jejaring akademik sebagai upaya meningkatkan kolaborasi antar kedua negara.
PWNU Jawa Tengah Perkuat Kerja Sama Strategis dengan Konsulat Jenderal Tiongkok, Fokus pada Pendidikan, Beasiswa, dan Hubungan Bilateral
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.22
Songsong Hari Jadi, Lintas Iman Satukan Doa untuk Salatiga
Sebanyak 1.759 anak PAUD dan TK se-Kota Salatiga memecahkan Rekor LEPRID melalui pertunjukan drama dan medley lagu dolanan anak dalam peringatan Hari Anak Nasional di Salatiga. Rekor tersebut diraih karena menjadi penampilan medley lagu dolanan anak dengan peserta PAUD/TK terbanyak. Selain itu, peserta membentuk formasi angka 1276 sebagai simbol Hari Jadi Kota Salatiga, dilanjutkan penanaman pohon tabebuya dan penyerahan bibit anggrek sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.
Hari Anak, Ribuan Anak PAUD Tampilkan Drama dan Medley Lagu Dolanan, Catatkan Rekor LEPRID

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.22
Songsong Hari Jadi, Lintas Iman Satukan Doa untuk Salatiga
Desa Nyatnyono, yang terletak di lereng puncak Suroloyo di Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, dikenal sebagai destinasi wisata religi yang menarik. Di sini, terdapat makam waliyullah Hasan Munadi dan putranya, Hasan Dipuro, yang menjadi pusat perhatian masyarakat sebagai leluhur dan penyebar agama Islam. Selain makam, desa ini juga memiliki peninggalan sejarah berupa Masjid Subulussalam dan Sendang Kalimah Toyyibah yang dihormati oleh warga setempat.
Melihat Sejarah Sendang Kalimah Toyyibah Nyatnyono, Mata Air Keramat Peninggalan Waliyullah Hasan Munadi