URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Pencurian tersebut dilakukan Selasa (8/3/2022) sekira pukul 13.00 WIB. "Simbah ini hidup seorang diri, dia biasa mendapat bantuan dari warga juga," terang Relawan kemanusiaan, Ardian Kurniawan Santoso.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Nenek Yatimah Warga Boyolali, Menjadi Korban Pencurian Uang Jutaan Rupiah Hasil Tabunganya Belasan Tahun

Nenek Yatimah Warga Boyolali, Menjadi Korban Pencurian Uang Jutaan Rupiah Hasil Tabunganya Belasan Tahun

Nenek Yatimah Warga Boyolali, Menjadi Korban Pencurian Uang Jutaan Rupiah Hasil Tabunganya Belasan Tahun

featured-img

Yatimah (80) Seorang nenek yang hidup sendirian, menjadi sasaran pencurian uang yang diduga dilakukan dua pemuda. Uang sebesar Rp 6.650.000 milik Yatimah warga Dusun/Desa Bangkok Kecamatan Karanggede Kabupaten Boyolali yang disimpan di balik kasur, hilang.

Kepada rasikafm.com Relawan kemanusiaan, Ardian Kurniawan Santoso mengatakan pencurian tersebut dilakukan Selasa (8/3/2022) sekira pukul 13.00 WIB. “Simbah ini hidup seorang diri, dia biasa mendapat bantuan dari warga juga,” ungkapnya, Kamis (10/3/2022).

Ardian mengatakan, saat pencurian berlangsung, tidak ada saksi mata yang melihat jelas kedua pelaku. “Mereka naik sepeda motor, seperti seolah-olah mau memberi bantuan. Tapi ternyata malah melakukan pencurian. Mereka juga meninggalkan sebungkus roti di rumah mbah Yatimah,” ujarnya.

Dari informasi yang didapatnya, pelaku mengendarai sepeda motor matic warna biru putih, mengenakan sweater, dan celana jeans pendek. “Mereka juga mengenakan masker dan penutup kepala,” kata Ardian.

Ardian menambahkan setelah dua orang tersebut pergi, Yatimah baru tersadar uang yang disimpannya selama bertahun-tahun telah hilang. Yatimah pun hanya bisa menangis meraung-raung sehingga para tetangga berdatangan.

Vidio viral sang nenek

“Ya uang sebanyak itu ditabung simbah dari orang yang memberi bantuan. Bilangnya mau digunakan untuk kebutuhan kalau sewaktu-waktu meninggal, untuk kebutuhan pemakaman agar tidak merepotkan saudara dan tetangga,” paparnya.

Dikatakan Ardian, Yatimah hidup sederhana di rumah berdinding papan. Alas rumahnya juga masih tanah. “Di belakang rumah ada beberapa ayam yang dipelihara. Simbah ini kalau jalan ‘mbrangkang’ (jalan dengan bantuan tangan) karena sudah sangat sepuh,” kata Ardian.

Ardian berharap jika ada donatur yang bisa meringgankan beban sang nenek bisa menghubungi dirinya melalui wa 085742475226 dan ig Ardian_kurniawan_santoso

BACA JUGA :

Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional
Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 mengembangkan potensi ekonomi dan pangan lokal di Desa Purworejo, Wonogiri, selama program pengabdian masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa mendampingi UMKM memanfaatkan Google Maps, QRIS, media sosial, dan website untuk pemasaran, sekaligus mengolah singkong dan ikan lele menjadi BoLeSi sebagai alternatif makanan tambahan bergizi bagi balita.
KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi
Rencana pengembangan panas bumi Gunung Ungaran untuk PLTP masih dalam tahap kajian dan belum memasuki pelaksanaan, kata Pemkab Semarang, Kamis (20/8/2026). Pemerintah masih menunggu hasil penelitian potensi geothermal, sekaligus memastikan aspek lingkungan, keamanan, aktivitas warga, dan keberadaan Candi Gedongsongo tetap terlindungi.
Pengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran untuk PLTP Bakal Dilanjut, Pemkab Semarang: Masih Tahap Kajian
Satpol PP Kota Salatiga mengedukasi dan mengajak pedagang kaki lima (PKL) bermotor yang berjualan di lingkar dalam Alun-alun Pancasila untuk pindah secara sukarela, Rabu (19/8/2026). Langkah tersebut dilakukan karena aktivitas berjualan dan parkir kendaraan di area tersebut dilarang, sekaligus untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan warga dengan pendekatan humanis.
Humanis! Cara Kabid Ketertiban Satpol PP Salatiga Rayu PKL agar Mau Pindah Sukarela

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengajak masyarakat aktif memeriksa data kesejahteraan dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), termasuk desil yang tercatat, di Jawa Tengah, Rabu (19/8/2026). Warga dapat menyanggah data yang tidak sesuai melalui laman kementerian agar penyaluran bantuan dan program pemberdayaan lebih tepat sasaran.
Warga Diminta Aktif Cek Data Desil dan Sanggah Data DTSEN
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved