URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Dua tahun absen karena pandemi, Kejuaraan Nasional Atletik akhirnya kembali digelar. Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) memilih Jawa Tengah sebagai tuan rumah penyelenggaraan Kejurnas Atletik 2022.

Mbak Google

KABAR RASIKA

40 Tahun Digelar Di Jakarta, PASI Pilih Jateng Jadi Tempat Kejurnas Atletik 2022

40 Tahun Digelar Di Jakarta, PASI Pilih Jateng Jadi Tempat Kejurnas Atletik 2022

40 Tahun Digelar Di Jakarta, PASI Pilih Jateng Jadi Tempat Kejurnas Atletik 2022

featured-img

SEMARANG – Dua tahun absen karena pandemi, Kejuaraan Nasional Atletik akhirnya kembali digelar. Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) memilih Jawa Tengah sebagai tuan rumah penyelenggaraan Kejurnas Atletik 2022.

Sekjen PB PASI, Tigor Tanjung, mengatakan, Jateng dipilih jadi tuan rumah setelah 40 tahun lebih penyelenggaraan di Jakarta. Tigor mengungkap, Jateng merupakan gudang atlet nasional selama ini. Salah satunya Suryo Agung Wibowo yang pernah menjuarai Seagames dan catatan waktu terbaiknya 10,7 detik di nomor lari 100 meter.

“Jawa Tengah termasuk provinsi yang sangat aktif dalam pembinaan atletik, jadi kami beralasan sekali untuk memilih semarang sebagai tempat kejuaraan nasional ini,” kata Tigor usai bertemu Ganjar Pranowo, di rumah dinas gubernur, Selasa (19/7).

Tigor yakin penyelenggaraan Kejurnas Atletik 2022 akan sukses. Kejurnas Atletik, lanjut Tigor, akan dilangsungkan bulan depan mulai 6-11 Agustus di Stadion Tri Lomba Juang, Semarang.

“Karena pak gubernur juga yang akan mendukung kami dan tentu saja masyarakat di semarang dan jawa tengah secara umum bisa datang melihat atlet kita bertanding,” ujarnta.

Kejurnas Atletik akan mempertandingkan tiga kategori yaitu U-18, U-20, dan senior. Sebanyak 1.500 atlet dari 34 provinsi di Indonesia akan ikut serta dalam kejuaraan ini dan bertanding pada 124 nomor.

“Ini menarik karena hampir dua tahun tidak dilaksanakan kejurnas dan saya terimakasih sama PASI karena setelah sekian puluh tahun penyelenggaraannya selalu di Jakarta dan hari ini keluar kemudian Semarang dipilih,” ujar Gubernur Ganjar Pranowo.

Ganjar optimis dengan event olahraga yang terus bersambung diselenggarakan, akan meningkatkan spirit anak terhadap olahraga dan berprestasi.

“Jadi kalau kemarin teman-teman dari SoINA membuat acara, hari ini Popda (selesai), besok PASI membuat kejurnas ini menurut saya ini olahraganya bangkit,” kata Ganjar.

Nantinya panitia Kejurnas Atletik 2022 juga akan menggelar pameran UMKM. Ganjar mendukung penuh dan optimis ekonomi makin menggeliat.

“Mudah-mudahan semua akan terinspirasi sehingga event ini akan kembali mengingatkan atau membangunkan tidur dari mereka yang kemarin tidak bisa bertanding hari ini akan semangat kembali bertanding. Nanti kita nonton,” tandasnya.

BACA JUGA :

Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional
Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 mengembangkan potensi ekonomi dan pangan lokal di Desa Purworejo, Wonogiri, selama program pengabdian masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa mendampingi UMKM memanfaatkan Google Maps, QRIS, media sosial, dan website untuk pemasaran, sekaligus mengolah singkong dan ikan lele menjadi BoLeSi sebagai alternatif makanan tambahan bergizi bagi balita.
KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi
Rencana pengembangan panas bumi Gunung Ungaran untuk PLTP masih dalam tahap kajian dan belum memasuki pelaksanaan, kata Pemkab Semarang, Kamis (20/8/2026). Pemerintah masih menunggu hasil penelitian potensi geothermal, sekaligus memastikan aspek lingkungan, keamanan, aktivitas warga, dan keberadaan Candi Gedongsongo tetap terlindungi.
Pengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran untuk PLTP Bakal Dilanjut, Pemkab Semarang: Masih Tahap Kajian

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengajak masyarakat aktif memeriksa data kesejahteraan dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), termasuk desil yang tercatat, di Jawa Tengah, Rabu (19/8/2026). Warga dapat menyanggah data yang tidak sesuai melalui laman kementerian agar penyaluran bantuan dan program pemberdayaan lebih tepat sasaran.
Warga Diminta Aktif Cek Data Desil dan Sanggah Data DTSEN
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved