URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Chief Executive Officer (CEO) PSIS Semarang, Yoyok Sukawi menjelaskan mengenai kondisi terkini Carlos Fortes. Sebagaimana diketahui bersama, Carlos Fortes sudah menepi karena cedera sejak semifinal leg 1 Piala Presiden 2022.

Mbak Google

KABAR RASIKA

CEO PSIS Jawab Isu Soal Fortes

CEO PSIS Jawab Isu Soal Fortes

CEO PSIS Jawab Isu Soal Fortes

(dok) Chief Executive Officer (CEO) PSIS Semarang, Yoyok Sukawi.
featured-img

Semarang – Chief Executive Officer (CEO) PSIS Semarang, Yoyok Sukawi menjelaskan mengenai kondisi terkini Carlos Fortes. Sebagaimana diketahui bersama, Carlos Fortes sudah menepi karena cedera sejak semifinal leg 1 Piala Presiden 2022.

Kini kondisi Fortes terus membaik dan Yoyok Sukawi menjelaskan terkait kondisi pemain asal Portugal ini.

“Fortes awalnya memang dianalisa baru bisa sembuh sekitar satu bulan lagi dari tim medis. Setelah melalui proses terapi, treatment dan pengobatan yang dilakukan tim medis, fortes nampaknya sembuh lebih cepat,” ujar Yoyok Sukawi di Semarang pada Kamis (4/8).

“Dan Alhamdulillah nya, hari ini Fortes sudah bisa latihan reguler, dan sudah kita siapkan untuk pertandingan melawan Barito Putera. Itu sebuah keajaiban. Kami dari tim juga mengapresiasi bagaimana etos kerja Fortes dan semangatnya untuk sembuh seperti selalu on time untuk datang ke medical room PSIS dan menambah porsi latihan di gym setiap harinya,” lanjutnya.

Terkait isu kedatangan salah satu pemain asing lain, Yoyok Sukawi juga menjelaskan bahwa klub sempat menyiapkan plan B apabila cedera Fortes cukup lama.

Namun, setelah melalui beberapa pertimbangan, manajemen PSIS memutuskan tetap menggunakan empat pemain asing yang selama ini sudah didaftarkan seperti Carlos Fortes, Taisei Marukawa, Alie Sesay, dan Jonathan Cantillana.

“Mengenai kedatangan salah satu pemain asing ke Semarang, memang kami datangkan dengan pertimbangan teknis yang ada. Namun kami sudah bulat untuk memutuskan tetap menggunakan pemain asing yang ada. Maka dari itu, kami berharap empat pemain asing yang ada tetap maksimal dalam membela PSIS karena evaluasi akan tetap kami lakukan kalau ada pemain yang tidak maksimal di putaran pertama ini,” pungkas Yoyok Sukawi.

BACA JUGA :

Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional
Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 mengembangkan potensi ekonomi dan pangan lokal di Desa Purworejo, Wonogiri, selama program pengabdian masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa mendampingi UMKM memanfaatkan Google Maps, QRIS, media sosial, dan website untuk pemasaran, sekaligus mengolah singkong dan ikan lele menjadi BoLeSi sebagai alternatif makanan tambahan bergizi bagi balita.
KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi
Rencana pengembangan panas bumi Gunung Ungaran untuk PLTP masih dalam tahap kajian dan belum memasuki pelaksanaan, kata Pemkab Semarang, Kamis (20/8/2026). Pemerintah masih menunggu hasil penelitian potensi geothermal, sekaligus memastikan aspek lingkungan, keamanan, aktivitas warga, dan keberadaan Candi Gedongsongo tetap terlindungi.
Pengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran untuk PLTP Bakal Dilanjut, Pemkab Semarang: Masih Tahap Kajian
Satpol PP Kota Salatiga mengedukasi dan mengajak pedagang kaki lima (PKL) bermotor yang berjualan di lingkar dalam Alun-alun Pancasila untuk pindah secara sukarela, Rabu (19/8/2026). Langkah tersebut dilakukan karena aktivitas berjualan dan parkir kendaraan di area tersebut dilarang, sekaligus untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan warga dengan pendekatan humanis.
Humanis! Cara Kabid Ketertiban Satpol PP Salatiga Rayu PKL agar Mau Pindah Sukarela
Artis nasional Anang Hermansyah dan Ashanty mengunjungi Kota Salatiga pada Selasa (18/8/2026) malam untuk menjajaki pemanfaatan sejumlah lokasi sebagai tempat pengambilan gambar film. Didampingi Wali Kota Salatiga Robby Hernawan, rombongan juga menikmati suasana kota sekaligus mengenal potensi budaya, kuliner, UMKM, dan ekonomi kreatif setempat.
Kenakan Blangkon Pecis dan Syal Motif Khas Salatiga, Artis Anang dan Ashanty Keliling Kota

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan
Kejaksaan Negeri Salatiga menyetorkan Rp150.297.670 hasil lelang 19 lot Barang Rampasan Negara ke Kas Negara, Kamis (20/8/2026). Lelang yang digelar melalui KPKNL Semarang pada 11–12 Agustus itu diikuti 66 peserta dan mencakup berbagai barang, mulai dari mobil, ponsel, pompa, penampungan air hingga tanah.
Eksekusi Tuntas, Kejaksaan Negeri Salatiga Setorkan Uang Ratusan Juta ke Kas Negara