KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Ratusan Warga Dayaan dan Macanan Salatiga Gelar Jalan Sehat Kreasi Kemerdekaan

Ratusan Warga Dayaan dan Macanan Salatiga Gelar Jalan Sehat Kreasi Kemerdekaan

Ratusan Warga Dayaan dan Macanan Salatiga Gelar Jalan Sehat Kreasi Kemerdekaan

Warga di dua kampung masing-masing Dayaan dan Macanan di Kelurahan Sidorejo Kidul Kecamatan Tingkir Salatiga seolah berpesta pada Minggu (21/8) pagi. Mereka turun ke jalan berbaris rapi mengelilingi wilayah kelurahan setempat.

Sambil berjalan itu, mereka bersukaria berkreasi mengeluarkan ekspresi yang mereka punyai. Ada yang berdandan adat nusantara, ada yang membawa sistem suara keras dengan lagu dangdut, kesenian drumblek, dan lainnya. Ada pula kreasi bank sampah dari kelompok Bank sampah di Dayaan.

Sambil mengibar-kibarkan bendera merah-putih berukuran kecil di tangan, peserta pawai itu memberikan senyum kepada para penonton yang ada di setiap jalan yang dilewati.

Ketua RW Dayaan Budi Supriyono mengatakan, pawai ini sbenernya berkonsep jalan sehat. Meski begitu, warga dibebaskan untuk berkreasi dengan kostum mau pun atraksi kesenian. Semua tanpa paksaan dan inisiatif dari warga masing-masing.

“Tidak ada paksaan dan semua keinginan warga. Terpenting kegiatan ini seperti ini bisa menumbuhkan kebersamaan, kerukunan dan kegotong-royongan. Kebetulan kami ini masih dalam suasana HUT ke-77 Kemerdekaan RI, jalan sehat dipadu dengan semangat nasionalisme kemerdekaan,” katanya.

Salah satu peserta jalan sehat ini adalah kelompok bank sampah. Yakni, mengkreasikan aneka sampah plastik yang didaur ulang dikemas dalam busana warna-warni yang menarik.

Busana-busana itulah yang kemudian dikenakan warga untuk diperagakan dalam pawai. Bank sampah ini adalah memilah-milah sampah, mana sampah yang bisa diurai dan sampah yang tidak bisa diurai. Yang tidak bisa diurai seperti plastik, bungkus makanan, dan kemasan kopi mau pun sabun dan sampo, dikumpulkan untuk dijadikan barang bernilai ekonomi seperti tas, baju dan lainnya.

“Dari pawai ini, kami memperagakan busana dari sampah. Tujuannya untuk mengajak warga peduli lingkungan yang bersih dari sampah. Sampah yang tidak bisa diurai bisa dikumpulkan untuk dijadikan bahan lain bernilai ekonomi. Sedangkan sampah yang bisa diurai (membusuk) bisa dijadikan kompos untuk pupuk tanaman,” kata Umi, penggerak bank sampah Anggrek Ungu di Dayaan.

Kabar Terkini

POPULER

Pemetaan Zona Kerentanan Gerakan Tanah (ZKGT) menjadi salah satu upaya memperkuat mitigasi bencana di Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga. Hal itu dibahas dalam Forum Konsultasi Publik di Hotel Aston Semarang, Senin (28/9/2026), untuk menyamakan pemahaman serta mendorong pemanfaatan data dalam perencanaan pembangunan dan kesiapsiagaan masyarakat.
Peta Zona Gerakan Tanah Kabupaten Semarang-Salatiga Dibahas, Mitigasi Jadi Perhatian
Seorang siswa kelas 4 SD Hj Isriati Moenadi, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, berinisial R diduga menjadi korban perundungan oleh teman sekelas pada Rabu (23/9/2026). R mengalami sejumlah memar, luka di belakang telinga, bibir pecah, serta trauma setelah kejadian. Pihak sekolah mengaku telah memberikan konsekuensi kepada siswa yang terlibat dan menyiapkan pembinaan serta upaya pemulihan kondisi psikologis korban.
Diduga Jadi Korban Perundungan Berulang, Siswa SD Hj Isriati Moenadi Ungaran Alami Luka hingga Trauma
Relokasi Makam Wonokendeng di Lingkungan Lonjong, Ngampin, Ambarawa, Kabupaten Semarang, yang terdampak pembangunan Tol Jogja-Bawen masih menunggu tindak lanjut Pemkab Semarang. Warga telah memilih lahan pengganti sekitar 5.000 meter persegi, tetapi proses pembelian belum berjalan. Kepastian dibutuhkan karena makam lama masih digunakan dan menampung sekitar 550 makam.
Makam Wonokendeng Terdampak Tol Jogja-Bawen, Warga Sudah Pilih Lahan Baru tapi Relokasi Belum Jelas
Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
[pekok2]