URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Semarang meluncurkan sebuah buku berjudul Jejak Pengawas Pemilu Kabupaten Semarang Tahun 2004-2023 baru-baru ini.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Hadirkan Rekam Jejak Pengawas Pemilu, Bawaslu Kabupaten Semarang Luncurkan Buku

Hadirkan Rekam Jejak Pengawas Pemilu, Bawaslu Kabupaten Semarang Luncurkan Buku

Hadirkan Rekam Jejak Pengawas Pemilu, Bawaslu Kabupaten Semarang Luncurkan Buku

featured-img

UNGARAN – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Semarang meluncurkan sebuah buku berjudul Jejak Pengawas Pemilu Kabupaten Semarang Tahun 2004-2023 baru-baru ini. Di dalam buku itu terangkum perjalanan pengawas pemilu di Bumi Serasi, terutama dinamika penyelesaian sengketa pemilu yang terjadi.

M. Talkhis Ketua Bawaslu Kabupaten Semarang dalam sambutannya mengungkapkan penyusunan buku jejak pengawas ini merupakan pekerjaan yang luar biasa yang diinisiasi oleh Bawaslu Provinsi Jawa Tengah.

“Harapannya Bawaslu di seluruh kabupaten/ kota ada buku sejarah pengawas yang mampu mengungkap adanya peristiwa-peristiwa menarik saat itu,” jelasnya dalam kegiatan rapat koordinasi media dan stakeholder sekaligus launching buku Jejak Pengawas Pemilu Kabupaten Semarang Tahun 2004-2023 di aula kantor Bawaslu Kabupaten Semarang baru-baru ini.

Rofiudin anggota Bawaslu Provinsi Jawa Tengah menyampaikan pemilu di Indonesia memiliki sejarah yang panjang, demikian juga dengan sejarah pengawasnya. Atas hal itu pihaknya bersama Bawaslu kabupaten/kota tidak menginginkan sejarah itu ikut terkubur.

“Buku ini menjadi catatan yang sangat penting karena berhasil mengungkap sejarah pengawas pemilu sebelum-sebelumnya,” terangnya.

Agus Riyanto anggota Bawaslu Kabupaten Semarang yang juga editor buku menyampaikan tantangan dan kendala dalam penyusunan buku, salah satunya adalah tidak adanya arsip yang tersimpan.

“Utamanya pada pengawas adhoc yang memang dahulu dibentuk kemudian setelah selesai dibubarkan sehingga kesulitan dalam mendapatkan data yang valid,” tuturnya.

Ketua Panwaslu Kabupaten Semarang periode 2004-2009 Nuswantoro Dwiwarno mengatakan buku ini layak dibaca karena menyajikan data dan fakta yang dialami anggota pengawas pemilu pada saat itu.

“Tentu belum lengkap, masih ada kekurangan. Tapi paling tidak, buku menarik untuk dibaca, apalagi dengan minimnya literasi sejarah pengawas pemilu,” jelasnya.

Ketua Forum Komunikasi Wartawan Kabupaten Semarang (FKWKS) Aditya Bayu mengungkapkan dengan adanya buku ini mampu menjawab bahwa Keberadaan Bawaslu dalam pemilu sangat penting.

“Buku ini menjadi bahan pembelajaran politik bagi masyarakat, Buku ini juga dilengkapi dengan foto-foto sejarah sehingga pembaca bisa merasakan atmosfer saat itu,” katanya. (win)

BACA JUGA :

BPBD Kabupaten Semarang Siapkan 150 Tangki Air Bersih Hadapi Kemarau, Enam Desa Sudah Terdampak
BPBD Kabupaten Semarang Siapkan 150 Tangki Air Bersih Hadapi Kemarau, Enam Desa Sudah Terdampak
Petani cabai di Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, menghadapi penurunan harga saat musim panen meski produksi meningkat. Cabai sret kini hanya dihargai sekitar Rp20.000 per kilogram, sedangkan cabai merah keriting sekitar Rp16.000 per kilogram di tingkat petani. Melimpahnya hasil panen dan berkurangnya pembeli menyebabkan harga turun, sehingga keuntungan petani menjadi sangat tipis meski produktivitas tanaman cukup tinggi.
Panen Cabai Berlimpah, Petani Sumowono Justru Gigit Jari karena Harga Anjlok
Ribuan warga dan wisatawan memadati Alun-alun Salatiga, Jumat (24/7/2026), untuk mengikuti Kenduri Rakyat dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-1276 Kota Salatiga. DPRD Kota Salatiga menyediakan 7.000 porsi makanan dan minuman gratis serta satu gunungan raksasa sebagai wujud rasa syukur dan kebersamaan. Antusiasme masyarakat membuat ratusan stan kuliner habis diserbu hanya dalam hitungan menit
Ribuan Warga Salatiga Berebut 7.000 Porsi Makanan Gratis dalam Acara Kenduri Rakyat HUT Salatiga
Rumah pasangan lansia Muhroji (73) dan Munarti (65) di Dusun Pledokan, Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, akhirnya mendapat sambungan listrik pada Kamis (23/7/2026) setelah sekitar 20 tahun hidup tanpa aliran listrik. Penyambungan dilakukan menyusul koordinasi Pemerintah Kabupaten Semarang, Pemerintah Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, dan PLN, sehingga keluarga tersebut kini dapat menikmati penerangan listrik untuk kebutuhan sehari-hari dan mendukung proses belajar anak mereka.
Rumah Muhroji Sudah Terang Benderang, Buku Pelajaran Sang Anak Tak Lagi 'Belepotan' Minyak Goreng
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.54
Kejati Jateng dan Kejari Salatiga Lelang Barang Rampasan, Awan Prastyo Imbau Masyarakat Waspadai Penipuan
Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah dan Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok menggelar pertemuan strategis di Semarang untuk memperkuat kerja sama pendidikan, kebudayaan, dan hubungan persahabatan Indonesia–Tiongkok. Pertemuan yang dihadiri Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah Gus Rozin beserta sejumlah pimpinan perguruan tinggi membahas penyediaan pengajar Bahasa Mandarin, peluang beasiswa, kemudahan visa, serta pengembangan jejaring akademik sebagai upaya meningkatkan kolaborasi antar kedua negara.
PWNU Jawa Tengah Perkuat Kerja Sama Strategis dengan Konsulat Jenderal Tiongkok, Fokus pada Pendidikan, Beasiswa, dan Hubungan Bilateral

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.22
Songsong Hari Jadi, Lintas Iman Satukan Doa untuk Salatiga