KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Dapat Bantuan dari Ganjar, Warga Donosari Kendal Gelar Syukuran

Dapat Bantuan dari Ganjar, Warga Donosari Kendal Gelar Syukuran

Dapat Bantuan dari Ganjar, Warga Donosari Kendal Gelar Syukuran

Kendal – Masyarakat Desa Donosari, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal, menggelar syukuran karena mendapatkan bantuan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Syukuran itu dihadiri oleh Ganjar Pranowo yang sedang meninjau hasil bantuan di desa tersebut.

Bantuan yang diberikan kepada masyarakat meliputi tiga objek. Di antaranya rumah tidak layak huni (RTLH) berjumlah 2 unit dengan anggaran masing-masing Rp 20 juta, Jaringan Irigasi Desa (JIDes) dengan nilai Rp 200 juta, dan Jaringan Irigasi Tingkat Usaha Tani (JITUT) dengan nilai Rp 200 juta.

“Ini masyarakat lagi syukuran ya. Ada bantuan Pemprov untuk jalan usaha tani, irigasi, terus tadi kita melihat RTLH yang dibantu Baznas. Ini juga ada anak-anak muda yang menyampaikan ide bagaimana caranya kita mengelola bantuan ini dengan baik dan hari ini mereka syukuran,” kata Ganjar usai meninjau bantuan RTLH dan syukuran bersama warga di Masjid Jami’Baitul Mu’min, Desa Donosari, Patebon, Kendal, Kamis (15/9/2022).

Dalam dialog antara Ganjar dengan masyarakat Donosari, diketahui bahwa ketiga bantuan yang diberikan Pemprov Jateng itu sudah tuntas dilaksanakan. Realisasi bantuan juga berjalan bagus dengan hasil yang bagus. Tanpa ada dana yang diselewengkan.

“Bantuannya sudah selesai, dikorupsi apa nggak? Nggak katanya. Itu jaminannya. Kalau itu biasa baik pasti akan berjalan baik. Partisipasi masyarakat begitu penting, ya idenya, kontrolnya, sehingga seluruh apa yang kita kerjakan apalagi kalau menggunakan uang negara itu bagus hasilnya,” kata Ganjar.

Dari dialog itu pembahasan juga berkembang dengan adanya berbagai masukan dari kelompok masyarakat. Mulai dari persoalan sampah, sedimentasi sungai, hingga sertifikat tanah. Menurut Ganjar, model musyawarah seperti yang dilakukan masyarakat Donosari merupakan model bagaimana memecahkan masalah dari level terbawah.

“Tentu obrolannya berkembang dan hari ini ada obrolan tentang sampah, sedimentasi. Menurut saya ini cara khas desa, di mana musyawarah bisa dilakukan di level desa dan itu bisa dijadikan atau digeser menjadi kebijakan publik,” katanya.

Terkait masalah sampah, Ganjar berharap muncul gerakan-gerakan dari Kelompok masyarakat untuk sadar hidup bersih, memilah sampah dari rumah, hingga menyiapkan tempat pengolahan sampah. Gerakan tersebut dapat dimulai dari level bawah seperti di tingkat desa atau kelompok masyarakat terkecil.

“Sampah itu memang harus dibereskan segera. Maka tadi saya sampaikan kepada Kadesnya, kepada kelompok masyarakat, ayo dibuat gerakan. Gerakan untuk membereskan itu. Masyarakat harus mau, kalau nggak mau dan hanya bilang tolong Pak sampahnya dibersihkan sambil ia buang sampah ya nggak jadi. Itu butuh gerakan hidup bersih, tempat sampahnya ada, pengolahan sampahnya ada,” jelas Ganjar.

Ganjar menambahkan siap membantu apabila masyarakat membutuhkan sarana prasarana untuk pengolahan sampah. Sebab sekarang ini sampah dapat diolah menjadi berbagai macam bahkan sampai bisa menjadi solar.

“Kalau memang butuh sarana prasarana kita bisa bantu, itulah sekali lagi yang bisa didorong untuk menjadi kebijakan publik untuk pengolahan sampahnya. Nanti anak-anak muda ini akan bisa bergerak. Kalau perlu ya kita dampingi begitu agar ada pilihan pengolahan yang paling baik,” ungkapnya.

Salah seorang penerima bantuan RTLH, Irkam (37), mengaku sangat terbantu sekali dengan bantuan RTLH sebesar Rp 20 juta. Ia berharap lebih banyak bantuan serupa diberikan kepada masyarakat kurang mampu lainnya.

“Alhamdulillah dapat terbantu dengan bantuan ini. Semoga yang lain, yang kurang mampu juga mendapatkan bantuan,” ujarnya.

Irkam menceritakan sebelum mendapatkan bantuan, rumah lamanya terbuat dari kayu dan sering kemasukan air apabila banjir. Setelah mendapat bantuan, rumah lamanya itu dirobohkan dan dibangun ulang.

“Bantuan dari Pemprov Rp 20 juta. Untuk bangun rumah ini total habis Rp 50 juta. Sisanya dibantu swadaya keluarga. Dan proses pembangunan dibantu swadaya masyarakat sekitar,” katanya.

Knowledge

Tidak ada postingan.

Kabar Terkini

POPULER

BMKG memprakirakan cuaca Semarang pada Kamis, 29 Oktober 2026, pukul 07.00–19.00 WIB, cerah berawan hingga berawan pada pagi sampai siang hari, kemudian umumnya berawan dengan potensi hujan ringan hingga sedang pada sore hingga awal malam. Angin bertiup dari barat laut hingga timur dengan kecepatan 10–30 km/jam, suhu udara 27–34 derajat Celsius, dan kelembapan 45–90 persen.
29 Oktober 2026: Semarang Berpotensi Hujan, Jateng Waspadai Cuaca Ekstrem
Persaingan cabang olahraga biliar dalam Porprov Jawa Tengah XVII 2026 di Kabupaten Semarang menghadirkan kejutan dengan tumbangnya sejumlah atlet unggulan. Hingga Rabu (28/10/2026), sebanyak 10 dari 15 nomor pertandingan telah selesai digelar. Sebanyak 112 atlet dari 29 kabupaten/kota mengikuti kompetisi yang berlangsung di J_Pool Billiard and Cafe dan Kingdom Billiard hingga Jumat (30/10/2026).
Kejutan di Cabor Biliar Porprov Jateng XVII, Sejumlah Unggulan Tumbang
Aisha Sofia Azzahra terpilih sebagai ketua pertama Forum Komunikasi OSIS SMP Kota Salatiga dalam musyawarah di Gedung DPRD Salatiga, Senin (2/11/2026). Kepengurusan yang dibentuk bersama Masyarakat Vokasi Indonesia (MAVI) tersebut menyiapkan program Salatiga Saling Jaga untuk mencegah perundungan dan mengenalkan jalur pelaporan yang aman bagi siswa.
Aisha Pimpin Forum OSIS SMP Salatiga, Usung Program Pencegahan Perundungan
Pemkab Semarang memperpanjang pendaftaran seleksi terbuka tiga jabatan kepala OPD hingga 14 November 2026 karena jumlah pelamar belum memenuhi batas minimal empat orang. Ketiga posisi tersebut yakni Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Pangan, serta Kepala Bapperida. Sementara itu, enam jabatan lainnya masih menjalani evaluasi persyaratan administrasi.
Tiga Jabatan Kepala OPD Kabupaten Semarang Sepi Peminat, Seleksi Terbuka Diperpanjang hingga 14 November
[pekok2]