URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menggencarkan gerakan menanam pohon di lahan kritis. Khususnya ketika memasuki musim dengan curah hujan yang tinggi seperti saat ini.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Ganjar Tanam 1.000 Pohon di Lahan Kritis Bukit Serut Blora

Ganjar Tanam 1.000 Pohon di Lahan Kritis Bukit Serut Blora

Ganjar Tanam 1.000 Pohon di Lahan Kritis Bukit Serut Blora

featured-img

Blora – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menggencarkan gerakan menanam pohon di lahan kritis. Khususnya ketika memasuki musim dengan curah hujan yang tinggi seperti saat ini.

“Satu kesempatannya adalah musimnya. Ini musim hujan. Satu sisi banyak terjadi bencana, tapi sisi lain daerah-daerah yang seperti ini kita manfaatkan baik-baik untuk menanam. Maka hari ini kita ajak masyarakat dan pelajar untuk menanam,” kata Ganjar usai memimpin penanaman 1.000 pohon di lahan kritis Bukit Serut, Desa Singonegoro, Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora, Rabu (22/10/2022).

Penanaman pohon tersebut diikuti sekitar 300 peserta. Terdiri atas kelompok masyarakat, kelompok tani, serta pelajar dan mahasiswa. Hadir juga dalam kegiatan tersebut Bupati Blora serta Forkompimda Blora, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah, dan Perhutani.

Lahan kritis yang dipilih untuk penanaman pohon tersebut merupakan milik Perhutani yang dikelola bersama dengan masyarakat setempat. Di sekitar kawasan tersebut dilewati oleh DAS Serang yang memiliki potensi besar untuk banjir sehingga perlu diselamatkan. Buktinya bencana banjir sempat terjadi di wilayah Kecamatan Jiken pada bulan Maret 2022 lalu.

“Ini kebaikan hari dari Perhutani bisa dikelola oleh masyarakat dan dipakai untuk pariwisata. Rasanya kalau seperti ini ya masih gersang. Maka mumpung hujannya masih banyak ayo kita tanam sebanyak-banyaknya juga. Maka ini nanti bisa menjadi tempat pariwisata yang bagus,” kata Ganjar.

Pantauan di lokasi, kawasan tersebut memang terlihat gersang. Tidak banyak pohon tinggi yang tumbuh di bukit tersebut. Melihat kondisi tersebut maka banyak usulan agar ke depan lebih banyak pohon buah atau pohon lain yang dapat menahan air.

“Nah di area yang masih relatif gersang seperti ini, momentum musim hujan dipakai betul untuk menanam sebanyak-banyaknya. Tadi ada usulan dari Bupati soal tanaman buah dan pohon yang orang tidak mau menebang. PKK juga bisa masuk menanam daun kelor. Aren sebenarnya juga bagus karena menyimpan air.m sehingga nanti kita harapkan muncul sumber-sumber air,” jelas Ganjar.

Teekait pengelolaan Bukit Serut, saat ini mulai dikembangkan untuk sektor pariwisata. Beberapa wahana dan bangunan penunjang sudah dibangun di bukit tersebut. Namun menurut Ganjar masih ada sejumlah pekerjaan yang musti dilakukan. Misalnya terkait manajemen tempat wisata tersebut agar lebih menarik dan banyak orang datang berkunjung.

“Tiketnya sangat murah sekali hanya Rp 2000, parkirnya saja Rp 3000, maka kalau ini bisa dimanage dengan baik saya usul tadi lanskapnya ditata dengan bagus sehingga indah. Bisa mengundang perguruan tinggi. Jadi kalau nanti mau dikembangkan, orang akan mau datang ke sini, maka akan betul-betul bagus. Saya sampaikan agar sampahnya dikelola dengan baik, jangan sampai kotor. Buat peraturan dari wabah dan di sini disiapkan tempat sampah, disiapkan pengelolaannya,” pungkas Ganjar.

BACA JUGA :

Selama hampir 20 tahun, keluarga Muhroji di Dusun Rejowinangun, Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, hidup tanpa aliran listrik meski tiang listrik telah berdiri di dekat rumah mereka. Hingga Rabu (22/7/2026), permohonan pemasangan listrik belum terealisasi karena diperlukan penambahan jaringan. Kondisi ekonomi yang terbatas membuat keluarga tersebut bertahan menggunakan sentir berbahan bakar minyak goreng sebagai penerangan setiap malam.
20 Tahun Hidup dalam Gelap, Keluarga Miskin di Sumowono Terangi Malam dengan Sentir Jelantah
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang memperkuat budaya sadar bencana melalui inovasi SADEWA (Strategi Deteksi, Edukasi, dan Waspada Bencana). Program berbasis kolaborasi pentahelix dan digitalisasi ini berhasil meningkatkan jumlah Desa Tangguh Bencana (Destana) menjadi 116 desa hingga 2026. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan edukasi, sistem deteksi dini, KKN Tematik Kebencanaan, serta optimalisasi dana desa guna meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi berbagai ancaman bencana.
Lewat SADEWA, BPBD Kabupaten Semarang Bangun Budaya Sadar Bencana dari Desa
Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) meraih penghargaan Most Impactful University for National Integration dalam ajang Solopos Best Brand and Innovation (SBBI) Awards 2026 di Solo pada 17 Juli 2026. Penghargaan ini diberikan atas kontribusi UKSW dalam menghadirkan pendidikan inklusif, riset, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat melalui berbagai program di bidang kesehatan, lingkungan, pemberdayaan UMKM, serta penguatan ekonomi desa.
Berkat Akademi BUMDes, UKSW Raih Pengakuan Nasional atas Inovasinya
Menjelang Hari Jadi Ke-1276 Kota Salatiga, upaya Pemerintah Kota Salatiga melestarikan Gedung Pakuwon, bangunan cagar budaya yang menjadi lokasi bersejarah Perjanjian Salatiga 1757, masih terkendala komunikasi dengan pemilik yang berdomisili di Semarang. Hingga Selasa (21/7/2026), Disbudpar belum memperoleh respons atas permohonan audiensi sehingga pemerintah berencana menggandeng Pemkot Semarang untuk memfasilitasi pertemuan, sembari menyiapkan langkah pelestarian agar nilai sejarah bangunan tetap terjaga.
Begini Nasib Gedung Pakuwon Salatiga, Pemkot Kesulitan Bertemu Pemilik
Wali Kota Salatiga bersama Ketua DPRD, Sekretaris Daerah, Ketua Tim Penggerak PKK, dan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melaksanakan ziarah ke makam para mantan Wali Kota Salatiga pada Senin (21/7/2026) sebagai rangkaian peringatan Hari Jadi Ke-1276 Kota Salatiga. Ziarah dilakukan di TPU Ngemplak dan Makam Sidomulyo untuk mendoakan serta memberikan penghormatan kepada almarhum John Manuel Manoppo dan Letkol Soegiman atas jasa dan pengabdian mereka dalam membangun Kota Salatiga
Jelang Hari Jadi, Robby bersama Istri Tabur Bunga di Makam Mantan Wali Kota
Pemerintah Kabupaten Semarang meluncurkan Sekolah Tani Milenial 2026 untuk mendorong regenerasi petani di tengah menurunnya minat generasi muda terhadap sektor pertanian. Program yang diikuti 240 peserta itu digelar di Kecamatan Sumowono, Selasa (21/7/2026), dengan pembekalan budidaya, kewirausahaan, dan pemasaran digital guna mencetak petani modern yang mampu menjaga ketahanan pangan.
Tak Malu jadi Petani, Khoirul Mantap Ikut Pelatihan Sekolah Tani Milenial Usai Lulus Kuliah

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Puluhan korban dugaan penipuan pembelian rumah di Perumahan Bandarjo Village Permai, Kecamatan Ungaran Barat, mengadukan kasus tersebut ke Komisi C DPRD Kabupaten Semarang, Rabu (15/7/2026). Para korban menuntut pengembang mengembalikan dana sekitar Rp1,4 miliar setelah proyek mangkrak, rumah tidak kunjung dibangun, dan sebagian sertifikat belum diterbitkan. DPRD meminta pengembang menuntaskan pengembalian dana hingga September 2026 serta menunda penerbitan izin proyek sampai seluruh persoalan konsumen selesai.
Puluhan Korban Perumahan Bandarjo Village Permai Mengadu ke DPRD, Tuntut Refund Rp1,4 Miliar
Wali Kota Salatiga bersama Ketua DPRD, Sekretaris Daerah, Ketua Tim Penggerak PKK, dan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melaksanakan ziarah ke makam para mantan Wali Kota Salatiga pada Senin (21/7/2026) sebagai rangkaian peringatan Hari Jadi Ke-1276 Kota Salatiga. Ziarah dilakukan di TPU Ngemplak dan Makam Sidomulyo untuk mendoakan serta memberikan penghormatan kepada almarhum John Manuel Manoppo dan Letkol Soegiman atas jasa dan pengabdian mereka dalam membangun Kota Salatiga
Jelang Hari Jadi, Robby bersama Istri Tabur Bunga di Makam Mantan Wali Kota
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026