RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Polres Salatiga Aman Tidak Perlu Dibuat Panik dan Gaduh

Polres Salatiga Aman Tidak Perlu Dibuat Panik dan Gaduh

Polres Salatiga Aman Tidak Perlu Dibuat Panik dan Gaduh

RASIKAFM. COM|SALATIGA – Sampai saat ini jajaran Polres Salatiga Aman dan tidak perlu dibuat panik. Kapolres Salatiga AKBP Indra Mardiana, meminta seluruh jajaran baik Polres maupun Polsek untuk memperketat Pengamanan Markas Komando (MAKO) menjelang pelaksanaan pengamanan Natal dan Tahun Baru. Rabu (07/12/2022).

Kapolres Salatiga telah menginstruksikan untuk memperketat pengamanan Mako, Polsek, Sat Lantas, Pos Kepolisian dan Asrama kepolisian. Untuk kegiatan operasional dan pelayanan masyarakat tetap dilaksanakan.

“Saya sudah memerintahkan kepada seluruh personil agar “SIAP MAKO” artinya kesiapan personil mulai dari saat ini baik itu personil yg mengawaki SPKT , Provoost dan fungsi Penjagaan Samapta agar memperketat penjagaan Mako.
Saya berharap seluruh personil betul-betul melakukan pengecekan bagi siapapun mereka yg masuk ke Mako Polres, Polsek ataupun ke Mako Pelayanan dan Pos Polisi. Semua yang masuk ke Mako harus mempunyai tujuan, jelas Kapolres Salatiga.

“Terkait dgn pengamanan Nataru (Natal dan Tahun Baru), Polres Salatiga akan melakukan pengecekan dan sterilisasi di tempat ibadah termasuk mako kita juga akan dilaksanakan sterilisasi baik dalam rangka penanganan Covid-19 ataupun dari ancaman-ancaman yangg dapat menggganggu pelaksanaan ibadah, ucap AKBP Indra Mardiana,

” kami akan menyiagakan personil dengan sarana pendukung 1×24 jam ,semoga kegiatan dapat berlangsung dengan aman dan masyarakat yang melaksanakan ibadah natal dan tahun baru dpt berjalan dengan aman”, tutup Kapolres Salatiga.

Indra Mardiana saat diwawancarai Rasika FM

 

BACA JUGA :

Pemkab Semarang tidak akan melakukan riset mandiri terkait rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran karena kewenangan berada di pemerintah pusat sebagai proyek strategis nasional. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyatakan Pemkab berperan sebagai fasilitator dan mendorong konsultasi publik agar kementerian, pemerintah daerah, stakeholder, serta masyarakat mendapat informasi terbuka mengenai potensi dan dampak proyek.
Pemkab Semarang Tegaskan Tak Akan Lakukan Riset Mandiri Geothermal Gunung Ungaran
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani
Sebanyak 8.100 porsi Ayam Kecap Rempah Nusantara dimasak serentak di sembilan kota Indonesia pada Minggu (6/9/2026), termasuk 750 porsi di Semarang. Kegiatan Bright Gas bersama pelanggan dan komunitas tersebut digelar untuk memperingati Hari Pelanggan Nasional sekaligus membidik pencatatan Rekor MURI.
Bukan Masak Biasa! 8.100 Porsi Ayam Kecap Diburu Jadi Rekor MURI, Semarang Sumbang 750 Porsi
Pemkab Semarang meminta PT PLN menunda sementara kajian dan rencana eksplorasi panas bumi di kawasan Gunung Ungaran, Jumat (4/9/2026). Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyebut keputusan tersebut diambil untuk menjaga kondusivitas masyarakat di tengah kekhawatiran yang berkembang. Pemkab juga meminta PT Geo Dipa Energi meningkatkan komunikasi dan sosialisasi terkait kegiatan geothermal di Banyubiru.
Rencana Geothermal Gunung Ungaran Ditunda, Bupati Semarang Minta PLN Setop Kegiatan
Sebanyak 756 pekerja PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, terkena PHK akibat efisiensi perusahaan pada 2026. Disnaker Kabupaten Semarang menyebut keputusan tersebut telah disepakati melalui perjanjian bersama, sementara pembayaran pesangon rata-rata Rp30 juta per pekerja dilakukan bertahap selama 10 bulan karena tekanan industri perkayuan.
756 Pekerja di Kabupaten Semarang Kena PHK, Disnaker Kawal Pembayaran Pesangon
Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Semar Gugat menggelar aksi tanda tangan massal menolak rencana pengeboran geothermal Gunung Ungaran di Basecamp Kendalisodo, Desa Samban, Bawen, Kabupaten Semarang, Rabu (2/9/2026). Mereka meminta rencana tersebut dikaji serius karena khawatir aktivitas pengeboran berdampak terhadap lingkungan dan sumber air masyarakat.
Gelombang Penolakan Pengeboran Gunung Ungaran Mulai Muncul, Sejumlah Komunitas Galang Tanda Tangan Massal

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran