KAWAN PEMANDU JALAN

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Keluh Kesah Driver Ojol Saat Dapat Orderan ke Lokasi Banjir di Semarang

Keluh Kesah Driver Ojol Saat Dapat Orderan ke Lokasi Banjir di Semarang

Keluh Kesah Driver Ojol Saat Dapat Orderan ke Lokasi Banjir di Semarang

ist

RASIKAFM.COM|SEMARANG – Wilayah Kota Semarang diguyur hujan deras pada Kamis (2/2/2023) sore hingga malam. Akibatnya, sejumlah daerah di Ibu Kota Jawa Tengah ini terendam banjir.

Wilayah Kota Semarang yang sering terjadi banjir ketika turun hujan deras adalah Kecamatan Genuk dan Kecamatan Pedurungan. Tepatnya di Jalan Muktiharjo, Kelurahan Muktiharjo Lor dan Jalan Ngablak Raya Kelurahan Bangetayu Kulon, Kecamatan Genuk serta Jalan Muktiharjo Dalam, Kelurahan Mukhtiharjo Kidul, Kecamatan Pedurungan.

Dalam pantauan, ketiga lokasi ini masih terendam banjir meski hujan telah reda. Pada pukul 14.00 WIB, ketinggian banjir berkisar antara 30-60 centimeter.

Akibatnya, banyak pengendara yang memutar balikan arah lajunya karena takut mogok. Dampak dari banjir ini membuat aktivitas pekerja menjadi terganggu bahkan terhambat.

Pekerja Driver ojek online (Ojol) pun juga dibuat kebingungan ketika mendapatkan order di wilayah banjir. Salah satu Driver Ojol, Eri mengaku kondisi banjir membuat dirinya khawatir dan kesusahan ketika mendapat orderan.

“Kalau dapet orderan di daerah banjir jadi bingung dan harus di tolak karena takut motornya mogok dan beresiko,” ujarnya saat ditemui di Perlintasan Sukarela Kawasan Muktiharjo Kidul, Kecamatan Pedurungan, Jumat (3/3/2023).

Buktinya ketika mencoba menerima orderan menuju ke Padi Raya, Kecamatan Genuk, motor yang ia kendarai mogok. Bahkan penumpangnya terjatuh di genangan air ketika mendorong motornya.

“Niatnya tadi mau berhentikan ibunya di jembatan itu, tapi kan kasian karena udah berumur,” paparnya.

Disisi lain, dirinya berharap kepada pihak terkait untuk cepat dan tepat dalam mengatasi permasalahan banjir. Selain mengganggu aktivitas, banjir juga merugikan warga.

Sementara itu, Driver Ojol lainnya, Agus mengaku tak berani menerobos banjir karena takut motornya mogok. Ia tak mau mengalami kerugian karena keuntungan orderannya tak sepadan dengan perbaikan motornya.

“Ini saya sebelum ambil orderan komunikasi dulu sama pembelinya buat janjian di sini Jembatan Sukarela di lokasi yang enggak banjir. Kalau terobos saya gak berani karena kalau mogok perbaikan motornya lebih mahal,” terangnya.

Dalam pantauan, wilayah Ngablak Indah Kelurahan Mukthiharjo Lor, Kecamatan Genuk banjir masih setinggi 60 centimeter. Sedangkan di Jalan Muktiharjo, Kelurahan Mukthiarjo Lor Kecanatan Genuk atau dari arah Kaligawe menuju Muktiharjo banjir masih setinggi 50 centimeter.

Beberapa pemotor juga mengalami mogok akibat nekat melintasi jalan tersebut. Untuk Jalan Muktiharjo Dalam, Kelurahan Muktiharjo Kidul, Kecamatan Pedurungan atau menuju ke Kaligawe ketinggian air berkisar antara 40 centimeter.

Ketinggian air Saluran Kali Tenggang dengan panjang 8.200 meter sejajar dengan jalan.

 

Kabar Terkini

POPULER

Menag MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Menag: MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Kota Semarang menjadi pusat pelaksanaan MTQ Nasional XXXI 2026 selama 10 hari, 11–20 September. Rangkaian dimulai dengan kedatangan kafilah dan Malam Ta’aruf, dilanjutkan pembukaan pada 12 September yang dijadwalkan dihadiri Presiden Prabowo Subianto. Kompetisi berlangsung 13–18 September, sebelum city tour, penutupan, dan kepulangan kafilah ke daerah masing-masing.
Catat Jadwalnya, MTQ Nasional XXXI Digelar 11-20 September di Semarang
Pawai Ta’aruf MTQ Nasional XXXI di Kota Semarang, Sabtu (12/9/2026), menampilkan keragaman budaya sekaligus semangat toleransi masyarakat. Wali Kota Semarang Agustina mengapresiasi keterlibatan masyarakat lintas agama dalam kegiatan tersebut. Lebih dari 1.000 peserta dari 38 kontingen mengikuti pawai sepanjang sekitar 2,5 kilometer dari Balai Kota menuju Kantor Gubernur Jawa Tengah.
Mandra "Sidoel" ikut Pawai Pembukaan MTQ di Semarang