URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Pelaksanaan Tawur Kesanga, ritual penyucian dan pembersihan alam semesta dilakukan oleh umat Hindu di Semarang sebagai bagian dari rangkaian Hari Raya Suci Nyepi. Berdasarkan makna filosofisnya, Tawur Kesanga bertujuan untuk menyucikan diri, perkataan, pikiran, dan perbuatan sebelum melaksanakan Catur Brata Penyepian pada Hari Raya Suci Nyepi.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Prosesi Tawur Kesanga, Ritual Penyucian Umat Hindu Semarang dalam Rangkaian Hari Raya Nyepi

Prosesi Tawur Kesanga, Ritual Penyucian Umat Hindu Semarang dalam Rangkaian Hari Raya Nyepi

Prosesi Tawur Kesanga, Ritual Penyucian Umat Hindu Semarang dalam Rangkaian Hari Raya Nyepi

Pelaksanaan Tawur Kesanga, ritual penyucian dan pembersihan alam semesta dilakukan oleh umat Hindu di Semarang sebagai bagian dari rangkaian Hari Raya Suci Nyepi. Berdasarkan makna filosofisnya, Tawur Kesanga bertujuan untuk menyucikan diri, perkataan, pikiran, dan perbuatan sebelum melaksanakan Catur Brata Penyepian pada Hari Raya Suci Nyepi.
FOTO: Wisnu Indra Kusuma/JPNN
Prosesi sembahyang Tawur Agung di Pura Agung Giri Natha.
featured-img

Semarang – Umat Hindu di Semarang melaksanakan prosesi Tawur Kesanga yang merupakan rangkaian terakhir dari Hari Raya Suci Nyepi di Pura Agung Giri Natha pada Selasa, 21 Maret 2023 malam. Sebelumnya, pada Minggu, 19 Maret 2023 lalu, umat Hindu Semarang telah melaksanakan prosesi Melasti di Pantai Marina.

Dalam prosesi Tawur Kesanga, umat Hindu yang mengenakan pakaian adat berwarna putih kuning nampak khusyuk mengikuti upacara. Prosesi dimulai dengan kegiatan Mecaru, upacara Hindu yang bertujuan untuk menghubungkan antara manusia dengan alam.

Menurut Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Semarang Nengah Wirta Darmayana, Tawur Kesanga merupakan hari terakhir dalam sasih kesanga atau bulan ke-9 tahun Saka, yang artinya pada Rabu, 22 Maret 2023, umat Hindu menyambut hari pertama di tahun yang baru, yaitu sasih kadasa atau bulan ke-10.

Tawur Kesanga memiliki makna filosofis sebagai prosesi penyucian diri dan pembersihan alam semesta untuk kembali kepada Tuhan Yang Maha Esa sebelum melaksanakan Catur Brata Penyepian atau 4 pantangan yang wajib dipatuhi umat Hindu pada saat Nyepi.

Tahun ini, Hari Raya Suci Nyepi bertepatan dengan umat Muslim yang melakukan salat tarawih pertama menyambut puasa pada Kamis, 23 Maret 2023. Menyikapi hal ini, Nengah memberikan pandangannya terkait umat Muslim di Bali yang akan beribadah salat tarawih bertepatan dengan Hari Raya Suci Nyepi.

Nengah berpendapat bahwa bagi umat Muslim yang sedang berada di Bali, ibadah salat tarawih di Masjid tetap diperbolehkan, meskipun salah satu dari 4 pantangan saat Nyepi ialah dilarang bepergian atau amati lelungan. Ia meyakini bahwa hal ini tidak menganggu toleransi karena beragama harus luwes dan mengutamakan kemanusiaan di atas segalanya.

“Saudara kami yang Muslim tetap dapat melaksanakan salat tarawih, bisa menggunakan sound system atau lampu untuk internal masjid saja,” jelasnya Nengah.

Setelah prosesi Tawur Kesanga selesai, ratusan umat Hindu mengikuti persembahyangan bersama dan diakhiri dengan dharma wacana atau khotbah yang dipimpin oleh Nengah.

BACA JUGA :

Sebanyak 215 jemaah haji asal Kota Salatiga yang tergabung dalam Kloter 24 tiba dengan selamat di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Kamis (11/6/2026) malam. Pemerintah Kota Salatiga menyiapkan armada bus dan pengawalan kepolisian untuk proses penjemputan hingga kepulangan jemaah ke daerah asal.
215 Jemaah Haji asal Salatiga Tiba di Pemkot dengan Selamat, Kamis Malam
Tunaikan Nazar Usai Haji, Warga Suruh Jalan Kaki 34 Kilometer dari Donohudan ke Rumah
Tunaikan Nazar Usai Haji, Warga Suruh Jalan Kaki 34 Kilometer dari Donohudan ke Rumah
Ratusan warga Muslim, Kristen, Katolik, dan Buddha di Dusun Thekelan, Desa Batur, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, merayakan Waisak 2570 BE dengan tradisi saling mengucapkan selamat usai ibadah di Vihara Buddha Bhumika, Minggu (31/5/2026). Tradisi yang telah berlangsung puluhan tahun ini menjadi simbol kerukunan, toleransi, dan persaudaraan antarumat beragama yang terus dijaga oleh masyarakat setempat.
Warga Beda Agama ikut Rayakan Waisak di Batur Getasan
Sebanyak 217 calon jemaah haji asal Kota Salatiga diberangkatkan ke Tanah Suci pada Selasa (28/4/2026), namun satu jemaah tertunda karena belum memenuhi syarat kesehatan saat pemeriksaan di embarkasi, sehingga keberangkatannya ditunda demi keselamatan hingga dinyatakan layak.
Alasan Kesehatan, Satu Calhaj asal Salatiga Gagal Berangkat
Bupati Semarang Ngesti Nugraha melepas 901 calon jemaah haji di Ungaran pada Jumat (17/4/2026) untuk diberangkatkan ke Tanah Suci mulai 25 April dalam enam kloter. Mayoritas jemaah lansia, sehingga diminta saling membantu selama ibadah, sementara pemerintah memastikan pelayanan optimal bagi seluruh peserta.
901 Calhaj Kabupaten Semarang Dilepas, Mayoritas Lansia Siap Berangkat ke Tanah Suci
Sebanyak 215 calon jamaah haji Kota Salatiga mengikuti vaksin polio dan meningitis gratis di Kantor Kementerian Haji & Umrah, Senin (7/4/2026), guna mencegah penyakit menular saat ibadah di Makkah dan Madinah. Program ini memprioritaskan lansia, termasuk jamaah tertua berusia 85 tahun yang akan berangkat pada 28 April 2026.
215 Calon Jamaah Haji Kota Salatiga ikuti Vaksin Polio & Meningitis

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Pemerintah Kota Salatiga memberikan penghargaan kepada pemenang Lomba Kreativitas dan Inovasi Masyarakat (Krenova) 2026 dalam apel pagi di Kantor Pemerintah Kota Salatiga, Senin (3/8/2026). Penghargaan diserahkan Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, sebagai apresiasi atas inovasi yang mampu menjawab persoalan masyarakat, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mendorong budaya inovasi yang berkelanjutan.
Pemkot Salatiga Anugerahi Pemenang Krenova 2026, Inovasi harus Jawab Persoalan
Pemerintah Kota Salatiga resmi melakukan soft launching parkir elektronik di Jalan Monginsidi, Senin (27/7/2026), sebagai langkah mempercepat transformasi digital layanan publik. Program hasil kolaborasi dengan Bank Jateng ini menghadirkan sistem pembayaran retribusi parkir non-tunai untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, efisiensi, dan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Uji coba dimulai di dua ruas jalan sebelum diperluas ke 20 titik pada Oktober 2026 dan ditargetkan menjangkau sekitar 120 titik parkir pada awal 2027.
Berharap PAD Naik, Pemkot Salatiga Luncurkan Uji Coba Parkir Elektronik
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Tahun Anggaran 2026 resmi dilaksanakan di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, selama 15 Juli hingga 13 Agustus 2026. Komandan Kodim 0714/Salatiga Fajar Hapsari Nugroho menyatakan program ini berfokus pada pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1,25 kilometer yang menghubungkan Desa Cukil dan Desa Kemetul, disertai pembangunan rumah tidak layak huni, rehabilitasi fasilitas ibadah, serta pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan akses dan kesejahteraan warga.
TMMD Reguler ke-129 di Kabupaten Semarang Resmi Bergulir, Perkuat Infrastruktur dan Ekonomi Warga