KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Dukung Tionghoa saat Doa Arwah, Perajin di Salatiga Membuat Miniatur Rumah Kouw Coa

Dukung Tionghoa saat Doa Arwah, Perajin di Salatiga Membuat Miniatur Rumah Kouw Coa

Dukung Tionghoa saat Doa Arwah, Perajin di Salatiga Membuat Miniatur Rumah Kouw Coa

Iman saat menunjukkan Miniatur rumah Kouw Coa digunakan masyarakat Tionghoa sebagai tempat berdoa untuk para leluhur. Foto dok IST

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Dalam tradisi Tionghoa, mengirim doa untuk arwah orang yang sudah meninggal sering dilakukan dengan menggunakan miniatur rumah Kouw Coa, sebuah rumah leluhur yang menyerupai rumah asli.

Miniatur rumah ini memiliki makna simbolis, sebagai cara untuk membantu arwah almarhum agar tidak lagi memikirkan rumah duniawi dan dapat fokus pada kehidupan setelah mati.

Di Salatiga, Jawa Tengah, terdapat seorang perajin miniatur rumah Kouw Coa, Iman Bintoro yang telah menggeluti pekerjaan ini sejak 2003.

Iman yang tinggal di Dukuh, Kecamatan Sidomukti, Salatiga, membuat miniatur rumah ini dengan penuh ketelitian dan keahlian. Setiap miniatur rumah yang dibuatnya dihiasi dengan berbagai ornamen dan detail yang menyerupai rumah asli.

“Makna tersiratnya, itu secara simbolis untuk mengingatkan almarhum tidak perlu lagi memikirkan rumah duniawi. Dengan rumah ini (Kouw Coa), beliau bisa lebih fokus pada alam yang lain,” ujar Iman Bintoro.

Setelah selesai dibuat, miniatur rumah ini biasanya diletakkan di makam atau di rumah almarhum. Kemudian, dilakukan prosesi tradisional Tionghoa, dan setelah ritual selesai, miniatur rumah ini akan dibakar. Harapannya, dengan dibakarnya rumah miniatur ini, arwah almarhum dapat merasa tenang dan tidak lagi memikirkan dunia.

Iman Bintoro membuat miniatur rumah Kouw Coa menggunakan bahan-bahan dasar bambu dan berbagai jenis kertas yang sesuai. Proses pembuatan, termasuk pengecatan dan perakitan ornamen, memakan waktu antara 14 hingga 20 hari, tergantung pada tingkat kesulitan dan ukuran miniatur rumah.

Pemesan miniatur rumah Kouw Coa ini datang dari berbagai kota di sekitar Salatiga, seperti Magelang, Solo, dan Yogyakarta. Meski demikian, Iman mengaku bahwa pesanan tidak datang setiap hari.

“Untuk harga, kami menetapkan tarif bervariasi, tergantung pada ukuran dan tingkat kesulitan. Harganya mulai dari Rp 4 juta hingga yang paling mahal bisa mencapai Rp 8 juta,” ujar Iman.

Dengan ketekunan dan keahlian, Iman Bintoro berhasil menghidupkan tradisi ini, sekaligus memperoleh hasil yang menguntungkan dari usaha pembuatan miniatur rumah Kouw Coa.

Iman Bintoro pembuat miniatur rumah Kouw Coa

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Polres Semarang menyiapkan satuan tugas penegakan hukum untuk mengantisipasi perjudian atau praktik botoh dalam Pilkades serentak 2026. Pengamanan juga mencakup potensi konflik antarcalon dan isu lokal di 140 desa pada 19 kecamatan. Sebanyak 787 personel disiapkan dan diperkuat personel BKO serta satu SST Brimob dengan sistem rayonisasi.
Cegah Pilkades di Kabupaten Semarang Jadi Arena Judi, Polisi Siapkan Satgas Penegakan Hukum
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Selasa, 6 Oktober 2026, didominasi kondisi cerah hingga berawan. Hasil pengamatan pukul 05.30 WIB mencatat suhu udara Semarang 27,7°C dengan kelembapan 75%. Suhu harian diprakirakan berkisar 27–36°C dengan kelembapan 40–75%, sedangkan hujan ringan berpotensi terjadi di sebagian pegunungan Jawa Tengah bagian tengah.
09 Oktober 2026: Cuaca Semarang Berawan, Hujan Ringan Berpotensi Terjadi di Pegunungan
Pemkab Semarang memperpanjang jatuh tempo pembayaran PBB-P2 hingga 31 Oktober 2026. Wajib pajak yang membayar sampai batas waktu tersebut tidak dikenai sanksi administrasi keterlambatan sebesar 1 persen. Kebijakan ini diambil untuk meringankan beban masyarakat sekaligus mendukung kesehatan fiskal dan likuiditas keuangan daerah.
Bayar PBB-P2 Sebelum 31 Oktober, Warga Kabupaten Semarang Bebas Denda
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Bank Indonesia menggelar program stabilisasi harga dan hilirisasi pangan di Tarubudaya, Ungaran, Kabupaten Semarang, Senin (12/10/2026). Program ini menyediakan beras seharga Rp11.000 per kilogram dan cabai rawit merah Rp10.000 per kemasan 200 gram, sekaligus memperkuat produksi pertanian dan membantu pedagang menghadapi kenaikan biaya bahan baku.
Tekan Inflasi, BI dan Pemprov Jateng Gelar Tebus Murah 6 Ton Beras dan 600 Kg Cabai
[pekok2]