URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendukung kolaborasi antara berbagai pihak dalam mencegah peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Kolaborasi tersebut mencakup Kampung Tangguh Antinarkoba yang dicanangkan oleh Polda Jateng, Desa Bersih Narkoba (Bersinar) yang digagas oleh Badan Narkotika Nasional (BNN), dan gerakan Jogo Tonggo yang diinisiasi oleh Pemprov Jateng.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Pemprov Jateng Dukung Kolaborasi Bersama Cegah Peredaran Narkoba

Pemprov Jateng Dukung Kolaborasi Bersama Cegah Peredaran Narkoba

Pemprov Jateng Dukung Kolaborasi Bersama Cegah Peredaran Narkoba

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendukung kolaborasi antara berbagai pihak dalam mencegah peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Kolaborasi tersebut mencakup Kampung Tangguh Antinarkoba yang dicanangkan oleh Polda Jateng, Desa Bersih Narkoba (Bersinar) yang digagas oleh Badan Narkotika Nasional (BNN), dan gerakan Jogo Tonggo yang diinisiasi oleh Pemprov Jateng.
Foto:/dok. Pemprov Jateng
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, saat menghadiri pencanangan Kampung Tangguh Antinarkoba (KTAN), di Pendapa Kabupaten Kendal, Selasa (13/6/2023).
featured-img

Kendal – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendukung kolaborasi berbagai pihak, untuk bersama-sama mencegah peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Termasuk, kolaborasi Kampung Tangguh Antinarkoba yang dicanangkan Polda Jateng, Desa Bersih Narkoba (Bersinar) yang digagas Badan Narkotika Nasional (BNN), serta gerakan Jogo Tonggo yang diinisiasi Pemprov Jateng.

“Mudah-mudahan upaya kita bersama dengan membentuk Kampung Tangguh Antinarkoba, Desa Bersinar, dan nanti kita kolaborasikan dengan konsep Jogo Tonggo, bisa menjadi upaya yang efektif mencegah peredaran narkoba di masyarakat,” ujar Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, saat menghadiri pencanangan Kampung Tangguh Antinarkoba (KTAN), di Pendapa Kabupaten Kendal, Selasa (13/6/2023).

Ia menjelaskan, program KTAN, Desa Bersinar, dan Jogo Tonggo, konsepnya sama, yaitu terkait kepedulian dan gotong royong, sehingga pencegahan penggunaan narkoba butuh kepedulian dan gotong royong masyarakat. Karena apabila di suatu desa ada salah seorang warga yang terpapar narkoba, maka akan mudah menyebar ke warga lainnya.

“Sehingga dibentuk Kampung Tangguh Antinarkoba. Semua disadarkan, dan semua dibuat peduli. Jadi kalau ada kejadian bisa diidentifikasi. Minimal ada yang menegur atau ngomongin, sehingga tidak secara leluasa orang melakukan itu (penyalahgunaan narkoba) dan berlanjut, karena ada kontrol, dan ada orang sekitar yang memperhatikan,” jelasnya.

Menurut sekda, tidak sedikit orang terkena kasus narkoba akibat kurangnya perhatian dan kepedulian orang di sekitarnya. Karenanya, Pemprov Jateng sangat mendukung adanya KTAN dan Desa Bersinar, sebagai bentuk kepedulian dan perhatian dari masyarakat desa maupun pihak terkait.

Diakui, seiring kemajuan teknologi, seperti pasar online dan maraknya media sosial, masyarakat desa yang dahulu tidak mengenal narkoba, kini juga menjadi sasaran penggunaan narkoba. Sehingga butuh kolaborasi banyak pihak dalam upaya mencegah peredaran narkoba, terutama di daerah-daerah rawan dan pelosok desa.

“Maraknya peredaran narkoba sangat terkait dengan suplai sangat masif, dan mudahnya mendapatkan narkoba. Sehingga, kegiatan ini pendekatannya adalah kepada user atau konsumen. Dan ini kita bicara tentang ketangguhan,” katanya.

Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi mengatakan, Polri tidak hanya penegakan hukum tetapi upaya penangkalan juga harus terus diwujudkan. Untuk itu, dari 216 KTAN yang sudah terbentuk, termasuk sebanyak 91 KTAN yang dicanangkan pada Selasa (13/6/2023), harus terus diwujudkan atau jangan berhenti. Demikian pula program Desa Bersinar dan gerakan Jogo Tonggo, dalam rangka menciptakan masyarakat bebas narkoba.

“KTAN harus mempunyai daya tangkal dan daya cegah, sekaligus digunakan sebagai media komunikasi, informasi, dan edukasi. Selain itu, kalau perlu bukti permulaan yang cukup atau penanganan awal, adalah dari kampung-kampung kita,” bebernya.

Kapolda meminta, KTAN jangan hanya diresmikan atau dicanangkan kampungnya, tetapi tidak mempunyai dayan tangkal. Terlebih KTAN konsepnya dari masyarakat, untuk masyarakat, dan oleh masyarakat. Maka para polsek, Bhabinkamtibmas berperan sebagai fasilitator, dinamisator, dan komunikator.

Sebagai informasi, pencanangan KTAN ditandai dengan pemukulan gong oleh Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi, didampingi Sekda Jateng Sumarno bersama Ketua BBN Heru Pranoto, Bupati Kendal Dico Ganinduto, serta Forkopimda setempat.

BACA JUGA :

Bupati Semarang Ngesti Nugraha
Pertumbuhan Kawasan Industri Picu Permukiman Baru, Pemkab Semarang Siapkan Penataan
Bupati Semarang Ngesti Nugraha melantik 118 pejabat struktural dan 17 pejabat fungsional di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang, Ungaran, Kamis (30/7/2026). Pelantikan dilakukan untuk mengisi jabatan yang masih kosong, menyegarkan organisasi, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik. Bupati menegaskan seluruh proses mutasi dan promosi dilaksanakan secara profesional tanpa praktik jual beli jabatan.
Lantik 118 Pejabat, Bupati Semarang Tegaskan Tak Ada Jual Beli Jabatan
Stand Gebyar Lelang Serentak Barang Rampasan dan Barang Sitaan Negara milik Seksi Pemulihan Aset dan Pengelolaan Barang Bukti (PAPBB) Kejaksaan Negeri Salatiga dipadati warga di Joglo 3 Kantor Kejari Salatiga, Rabu (29/7/2026), menjelang pelaksanaan lelang pada 11–14 Agustus 2026. Masyarakat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkonsultasi mengenai tata cara mengikuti lelang melalui portal resmi sekaligus memperoleh informasi aset yang akan dilelang secara legal.
Sosialisasi Gebyar Lelang Barang Rampasan, Stand PAPBB Kejari Salatiga jadi Idola Calon Peserta Lelang
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Tahun Anggaran 2026 resmi dilaksanakan di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, selama 15 Juli hingga 13 Agustus 2026. Komandan Kodim 0714/Salatiga Fajar Hapsari Nugroho menyatakan program ini berfokus pada pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1,25 kilometer yang menghubungkan Desa Cukil dan Desa Kemetul, disertai pembangunan rumah tidak layak huni, rehabilitasi fasilitas ibadah, serta pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan akses dan kesejahteraan warga.
TMMD Reguler ke-129 di Kabupaten Semarang Resmi Bergulir, Perkuat Infrastruktur dan Ekonomi Warga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga
Pilkades Serentak 142 Desa di Kabupaten Semarang Masih Menunggu Lampu Hijau Kemendagri, Rp12,6 Miliar Sudah Disiapkan
Pilkades Serentak 142 Desa di Kabupaten Semarang Masih Menunggu Lampu Hijau Kemendagri, Rp12,6 Miliar Sudah Disiapkan

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Bupati Semarang Ngesti Nugraha
Pertumbuhan Kawasan Industri Picu Permukiman Baru, Pemkab Semarang Siapkan Penataan
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Tahun Anggaran 2026 resmi dilaksanakan di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, selama 15 Juli hingga 13 Agustus 2026. Komandan Kodim 0714/Salatiga Fajar Hapsari Nugroho menyatakan program ini berfokus pada pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1,25 kilometer yang menghubungkan Desa Cukil dan Desa Kemetul, disertai pembangunan rumah tidak layak huni, rehabilitasi fasilitas ibadah, serta pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan akses dan kesejahteraan warga.
TMMD Reguler ke-129 di Kabupaten Semarang Resmi Bergulir, Perkuat Infrastruktur dan Ekonomi Warga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga