URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]

Mbak Google

KABAR RASIKA

Ikuti Lomba Gobak Sodor, Guru SD di Kecamatan Suruh Gunakan Pakaian Tradisional

Ikuti Lomba Gobak Sodor, Guru SD di Kecamatan Suruh Gunakan Pakaian Tradisional

Ikuti Lomba Gobak Sodor, Guru SD di Kecamatan Suruh Gunakan Pakaian Tradisional

featured-img

RASIKAFM.COM | SURUH - Ada yang beda saat ratusan guru SD dikecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah ikuti lomba permainan tradisional gobak sodor yang digelar di halaman SD Negeri 03 Suruh, dalam rangka HUT RI ke-78.
Jika biasanya lomba olah raga menggunakan kaos atau pakaian olah raga, namun kali ini mereka justru menggenakan pakaian tradisional jawa.

Kepada rasikafm.com kepala Korwilcam Bidang Pendidikan Kecamatan Suruh, Heri Suwarto, mengatakan lomba ini untuk menggugah para guru SD dikecamatan Suruh agar kembali ingat permainan tradisional gobak sodor.
“kami sengaja mengelar lomba dengan menggunakan pakaian tradisional dengan harapan semakin menumbuhkan semanggat patriotisme” ujar Heri.

Menurut Heri, panitya sengaja mengangkat budaya Jawa dalam lomba kali ini, sekaligus untuk nguri nguri kebudayaan “semua peserta lomba diwajibkan memakai pakaian tradisional, selain lebih menarik juga sebagai penghargaan terhadap budaya jawa yang adi luhur” kata Heri.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan, Gogo Widyatmoko menyambut baik apa yang digagas oleh Korwil kecamatan Suruh, bahkan lomba dengan mengenakan pakaian tradisional baru dikecamatan Suruh yang mempelopori.

“Ini kearifan lokal yang harus dilestarikan jangan sampai Gobaksodor punah karena sekarang permainan ini mulai dilupakan” jelasnya.

Gobaksodor sendiri merupakan permainan tradisional yang dimainkan 6 hingga 8 orang dengan mengutamakam kecepatan, ketepatan tim dalam melewati hadangan lawan. Gobak sodor sangat asyik dinikmati karena berbentuk permainan dan juga olahraga.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Semarang, Gogo Widyatmoko bersama kepala Korwilcam Bidang Pendidikan Kecamatan Suruh, Heri Suwarto, berfoto bersama dengan peserta gobak sodor

Pantauan Rasika FM dilokasi, dalam lomba ini diikuti oleh 34 SD negeri dan 3 SD swasta di 8 gugus.

Selain lomba gobak sodor, dalam rangka HUT RI, Korwilcam Bidang Pendidikan Kecamatan Suruh juga mengelar lomba karaoke dengan peserta guru yang semuanya memakai pakaian adat. Selain itu diakhir acara ada juga geguritan yang diisi oleh guru guru TK.

Sekretaris Dinas Pendidikan, Gogo Widyatmoko saat diwawancarai Rasika FM

BACA JUGA :

PT Mitra Anugerah Bumi Agung (MABA) menyatakan telah memenuhi tuntutan warga terkait aktivitas tambang galian C di Dusun Banyuurip, Desa Delik, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, dengan memperbaiki 18 titik jalan, mengatur operasional kendaraan, dan melakukan penyiraman jalan. Perbaikan yang dimulai sejak 8 Juli 2026 itu dilakukan lebih cepat dari target sebagai tindak lanjut hasil audiensi bersama warga dan pemerintah.
PT MABA Klaim Penuhi Tuntutan Warga, Perbaiki 18 Titik Jalan di Jalur Tambang Delik–Tlompakan
SMA Sainstek Ahmad Dahlan Salatiga menggelar kegiatan Awalussanah di Gedung DPRD Kota Salatiga, Sabtu (11/7/2026), dengan penyampaian materi menggunakan bahasa Inggris dan Indonesia. Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan program sekolah, guru, dan siswa baru sekaligus menegaskan komitmen membangun sekolah modern berbasis sains, teknologi, riset, serta nilai-nilai Al-Qur'an dan Al-Hadits untuk menyiapkan lulusan berdaya saing global.
42 Siswa Baru SMA Sainstek Salatiga ikuti Awalussanah, Penyajian Materi disampaikan dalam Dua Bahasa
Pendapatan Kabupaten Semarang 2027 Diproyeksi Turun Rp399,89 Miliar, Pemkab Siapkan APBD dengan Defisit Rp20 Miliar
Pendapatan Kabupaten Semarang 2027 Diproyeksi Turun Rp399,89 Miliar, Pemkab Siapkan APBD dengan Defisit Rp20 Miliar
Sekretaris Daerah Kabupaten Semarang Valeanto Soekendro dikukuhkan sebagai Ketua Korpri Kabupaten Semarang periode 2026–2031 di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang, Kamis (9/7/2026). Ia akan mengusulkan penempatan ASN lebih dekat dengan domisili melalui Baperjakat untuk menekan biaya transportasi, sekaligus mendorong transformasi digital, solidaritas anggota, dan optimalisasi aset Korpri.
Ketua Korpri Kabupaten Semarang Usulkan ASN Bekerja Dekat Rumah demi Tekan Biaya Hidup
Kampung Keluarga Berkualitas Manggar Lestari di Desa Lerep, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, meraih predikat terbaik nasional 2026 berkat inovasi wisata edukatif “Super Daddy”. Penghargaan diserahkan Bupati Semarang Ngesti Nugraha kepada Kepala Desa Lerep Sumaryadi saat Harganas 2026, Rabu (8/7/2026), sebagai apresiasi atas program kebersamaan ayah dan anak yang telah diikuti sekitar 500 keluarga.
Kampung KB Lerep Jadi Terbaik Nasional, Paket Wisata "Super Daddy" Antar Ayah Lebih Dekat dengan Anak
Pemerintah Desa Rowoboni, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, menggelar Labuh Agung Sedekah Rawa Pening pada bulan Muharam, Senin (6/7/2026) malam. Warga mengadakan kirab budaya, penyalaan obor, larung sesaji, dan pentas Reog Ponorogo sebagai ungkapan syukur atas rezeki serta keselamatan, sekaligus melestarikan tradisi bagi masyarakat yang sebagian besar menggantungkan hidup sebagai nelayan di Rawa Pening.
Labuh Agung Sedekah Rawa Pening Kembali Digelar, Warga Larung Hasil Bumi dan Perairan sebagai Wujud Syukur

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Masuki Musim Kemarau PDAM Salatiga Pastikan Ketersediaan Air bagi Pelanggan
Masuki Musim Kemarau PDAM Salatiga Pastikan Ketersediaan Air bagi Pelanggan
Polres Salatiga menangkap sejumlah pelaku tawuran yang diduga terlibat dalam penyiraman air keras terhadap anak berusia 14 tahun di Jembatan depan Makam Ngemplak, Jalan Lingkar Selatan, Kamis (2/7/2026) dini hari. Empat pemuda ditetapkan sebagai tersangka kepemilikan senjata tajam tanpa izin setelah bentrokan yang dipicu tantangan melalui Instagram itu menyebabkan satu korban meninggal dunia.
Remaja Luar Kota Salatiga Tawuran di JLS, Anak 14 Tahun Meninggal usai Disiram Air Keras
Dua rumah warga milik Asfiah dan Tumadi di Dusun Cabean Kulon, Desa Karangduren, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, hangus terbakar pada Rabu (8/7/2026) sekitar pukul 11.30 WIB. Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik dan cepat membesar karena bangunan berbahan kayu serta tiupan angin, sebelum tiga unit mobil pemadam berhasil melokalisasi api tanpa korban jiwa maupun luka.
Dua Rumah Kayu di Karangduren Tengaran Terbakar, Diduga karena Korsleting