URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]

Mbak Google

KABAR RASIKA

Mesin Oven Terlalu Panas, Pabrik Prime Diva Briket Jetis Patemon Terbakar

Mesin Oven Terlalu Panas, Pabrik Prime Diva Briket Jetis Patemon Terbakar

Mesin Oven Terlalu Panas, Pabrik Prime Diva Briket Jetis Patemon Terbakar

Foto: Dok./IST
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA - Musibah kebakaran itu menimpa pabrik Briket CV. Prime Diva Briket didusun Jetis RT 08 RW 5 desa Patemon Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang,Kamis (24/08/2023) sore.

Kasus kebakaran pabrik briket ini terjadi diduga karena mesin oven terlalu panas.
Bahkan dalam catatan warga sekitar, musibah kebakaran pabrik briket arang tersebut telah terjadi tiga kali dalam kurun waktu 3 tahun.

Kepada rasikafm.com Komandan Regu PMK pos Tengaran, Kisworo mengatakan setelah pihaknya menerima informasi tentang kebakaran pabrik briket tersebut, dia dan pasukan segera mendatangi TKP, namun karena api yang besar, Damkar Tengaran kemudian meminta bantuan 2 unit mobil damkar dari kota Salatiga, “penyebab sementara kebakaran terjadi karena mesin oven yang terlalu panas, oleh pekerja, ruangan oven tersebut sudah berupaya dipadamkan namun tidak berhasil, sampai pmk datang ke TKP” ujar Kisworo.

Kisworo menambahkan, petugas PMK menerima info kebakaran pada pukul 14.37 wib. “menurut salah satu pegawai yang mengawasi bagian open, proses pembakaran briket sudah selesai pagi hari namun tiba-tiba kepulan asap muncul dari dalam open hingga memenuhi seluruh bagian bangunan. Setelah dilakukan pengecekan, open yang sudah dalam posisi mati ternyata terlihat adanya bara api dari bawah tumpukan briket” tambah Kisworo.

Sementara itu, Salah satu mandor perusahaan yang mengetahui kejadian ini langsung menghubungi petugas pemadam kebakaran.

Api baru berhasil dipadamkan pukul 16.48 wib setelah 3 PMK ke tkp.

Sementara itu menurut mbah Dirjo, warga Jetak, kebakaran di pabrik Arang itu tahun lalu juga terjadi namun apinya tidak sebesar sekarang, “kalo saya tidak salah ingat pabrik arang milik pak Bardi ini hari kamis tanggal 13 Agustus tahun 2020 juga pernah terbakar” ujar Dirjo.

Pantauan wartawan kebakaran dipabrik ini sempat menarik perhatian warga sekitar, apalagi kebakaran terjadi sore hari saat bubaran karyawan pabrik disekitar Klero, Butuh dan Tengaran.

– Kisworo saat diwawancarai Rasika
– Suasana saat PMK memadamkan pabri kareng Patemon

BACA JUGA :

Kejaksaan Negeri Salatiga memperkuat sinergi dengan insan pers melalui kegiatan koordinasi di Joglo 3 Kejari Salatiga, Kamis (13/8/2026), untuk mendukung Program Kerja Intelijen 2026. Kejari mendorong media menyampaikan informasi penegakan hukum secara profesional, transparan, akurat, dan berimbang sekaligus meningkatkan kesadaran hukum masyarakat.
Gelar Konsolidasi Kejaksaan ajak Kopdar Perdana dengan Insan Media di Salatiga
Polres Salatiga menegaskan seluruh penerbitan SIM di Satpas wajib mengikuti persyaratan administrasi serta ujian teori dan praktik. Klarifikasi itu disampaikan Kamis (13/8/2026) menyusul informasi dugaan pungli dan percaloan. Polisi memastikan tidak ada jalur khusus tanpa ujian dan akan menindak tegas apabila ditemukan keterlibatan anggota maupun pihak lain dalam praktik tersebut.
Polres Salatiga Bantah ada Jalur Instan Penerbitan SIM. "Calo Bukan Bagian dari Satpas"
WhatsApp Image 2026-08-12 at 22.08
Diduga Alami Rem Blong, Truk Tronton Tabrak Tiga Motor Di JLS Salatiga, Satu Orang Meninggal
bri
Dorong UMKM dan Kemajuan Ekonomi Daerah, BRI Cabang Salatiga Salurkan KUR Rp 944 Miliar Hingga Juli 2026
BRI Kantor Cabang Salatiga menanggapi dugaan penyalahgunaan dana sekitar Rp40 miliar yang diduga melibatkan oknum pekerja dengan menghormati proses hukum di Polres Salatiga. Pada Rabu (12/8/2026), BRI menyatakan telah memproses PHK terhadap pekerja yang diduga terlibat fraud serta memperkuat pengawasan internal untuk menjaga kepercayaan nasabah.
Tanggapi Pemberitaan Dugaan Fraud Rp 40 Miliar, BRI Cabang Salatiga Tegaskan Hormati Proses Hukum
Sekitar 900 siswa SD hingga SMU di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, mengikuti lomba tari keprajuritan pada Selasa (11/8/2026) untuk memeriahkan HUT RI ke-81 dan TMMD Reguler ke-129 di Desa Cukil. Kegiatan yang diawali flashmob itu sekaligus menjadi upaya melestarikan tari keprajuritan yang menggambarkan perjuangan merebut kemerdekaan.
Meriah! Ratusan Siswa di Tengaran ikuti Lomba Tari Keprajuritan

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Satreskrim Polres Semarang menetapkan TI (25) dan DPP (20) sebagai tersangka kasus pencurian dengan kekerasan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Kamis (6/8/2026). Polisi mengungkap aksi tersebut direncanakan sehari sebelumnya dan dilakukan dengan memukul korban menggunakan palu sebelum kedua tersangka membawa 53 telepon genggam serta mobil korban ke Gubug, Grobogan. Keduanya kini dijerat pasal pencurian dengan kekerasan dan pembunuhan dengan ancaman pidana seumur hidup atau maksimal 20 tahun penjara.
Kronologi Perampokan Disertai Pembunuhan Bos Royal Phone Ambarawa, Korban Dihabisi Pakai Palu di Bagian Kepala
Polres Semarang mengungkap temuan serpihan tulang yang diduga bagian dari tulang kepala serta bercak darah di TKP konter Royal Phone, Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Jumat (7/8/2026), dalam penyelidikan kasus dugaan perampokan disertai pembunuhan terhadap Chandra Waskito. Polisi juga telah memeriksa tujuh saksi, menemukan 53 unit telepon genggam di mobil tempat jasad korban ditemukan di Gubug, Kabupaten Grobogan, dan masih menunggu hasil otopsi untuk memastikan penyebab kematian.
Serpihan Tulang Ditemukan di TKP Royal Phone Ambarawa, 53 Unit HP Ditinggal Di Dalam Mobil Korban
Puluhan warga mendatangi lingkungan rumah salah satu terduga pelaku kasus perampokan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Candra Waskito, di Green Ambarawa Residence, Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jumat (7/8/2026) malam. Polisi memastikan situasi tetap terkendali setelah warga dan pengendara sempat memadati sekitar lokasi hingga pukul 21.00 WIB, sementara pengamanan diperketat dan kondisi kembali normal sekitar pukul 01.15 WIB.
Massa Datangi Perumahan Terduga Pelaku Perampokan Bos Royal Phone, Polisi: Situasi Terkendali

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved