URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Menjelang masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), seluruh pengelola Daya Tarik Wisata (DTW) dan Desa Wisata (Deswita) di Kabupaten Semarang diminta untuk memastikan keselamatan pengunjung. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang, Wiwin Sulistyowati, telah mengeluarkan surat edaran dengan pengetatan Standar Operasional Prosedur (SOP) dan Kesehatan serta Keselamatan Kerja (K3). Tindakan ini dilakukan sebagai respons terhadap kejadian insiden jembatan kaca pecah di Banyumas yang viral.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Sambut Libur Nataru, Pengelola DTW dan Deswita Diminta Jamin Keselamatan Pengunjung

Sambut Libur Nataru, Pengelola DTW dan Deswita Diminta Jamin Keselamatan Pengunjung

Sambut Libur Nataru, Pengelola DTW dan Deswita Diminta Jamin Keselamatan Pengunjung

Pengelola DTW dan Deswita di Kabupaten Semarang diminta untuk memperketat SOP dan standar K3 jelang libur nataru untuk menjamin keamanan dan kenyamanan pengunjung. Foto: win
Pengelola DTW dan Deswita di Kabupaten Semarang diminta untuk memperketat SOP dan standar K3 jelang libur nataru untuk menjamin keamanan dan kenyamanan pengunjung. Foto: win
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Menjelang masa libur natal dan tahun baru (nataru), seluruh pengelola Daya Tarik Wisata (DTW) dan Desa Wisata (Deswita) di Kabupaten Semarang diminta menjamin keselamatan pengunjung. Hal itu dimaksudkan untuk meminimalisasi kemungkinan terjadinya insiden.

Kepala Dinas Pariwisata (Disparta) Kabupaten Semarang Wiwin Sulistyowati menuturkan, pihaknya telah mengirimkan surat edaran kepada seluruh pengelola DTW dan Deswita berisi pengetatan Standar Operasional Prosedur (SOP) serta Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3).

“Melihat kejadian yang viral kemarin (insiden jembatan kaca pecah di Banyumas), kita harus bersiap lebih awal. Wahana dicek kembali, jangan sampai karena banyaknya orang jadi melebihi kapasitas maksimal,” ujar Wiwin di Ungaran, Kamis (7/12/2023).

Selain itu, penerapan protokol kesehatan tetap harus dilaksanakan mengingat jumlah pengunjung yang diprediksi mengalami peningkatan. Sejalan dengan hal itu, kata Wiwin, pengelola DTW juga diminta menyediakan opsi jika terjadi kepadatan pengunjung.

“Kalau harusnya muat. 1000 orang terus tiba-tiba melonjak maka mereka harus punya cara mau bagaimana,” ungkapnya.

Penyediaan kantong parkir juga tak luput dari perhatian. Ia telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Semarang untuk keperluan itu. Kantong parkir dinilai penting sebagai bagian dari pengaturan lalu lintas pengunjung agar tidak terjadi kemacetan. Contohnya di DTW Celosia yang lokasinya di pertigaan Palbapang dan sejalur dengan Gedongsongo. Jangan sampai kendaraan yang lewat dan yang mau parkir menumpuk, sehingga terjadi kemacetan.

“Pun tarif parkirnya jangan ugal-ugalan. Mentang-mentang liburan terus ‘mremo sak enake dewe’ (naik seenaknya sendiri),” tegasnya.

Terakhir, lanjut Wiwin, adalah berkaitan dengan sarana kesehatan. Koordinasi dengan Dinas Kesehatan melalui fasilitas kesehatan di sekitar lokasi DTW juga telah dilakukan. Hal itu sebagai upaya antisipasi terhadap sesuatu yang membutuhkan pertolongan segera.

“Misalnya ada yang butuh penanganan karena sesuatu, bisa dengan cepat ditindaklanjuti. Pokoknya yang penting pengunjung itu aman dan nyaman,” tandasnya. (win)

BACA JUGA :

Kampung Keluarga Berkualitas Manggar Lestari, Desa Lerep, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, meraih juara pertama nasional pengelolaan Kampung KB 2026 dari Kemendukbangga/BKKBN. Prestasi tersebut diraih melalui keterlibatan masyarakat dalam pemberdayaan lansia, pendampingan anak dan balita, seni budaya, serta berbagai program untuk meningkatkan kualitas keluarga dan lingkungan.
Kampung KB Manggar Lestari Desa Lerep Juara Nasional, Bukan Sekadar Soal “Dua Anak Cukup”
Sekitar 900 siswa SD hingga SMU di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, mengikuti lomba tari keprajuritan pada Selasa (11/8/2026) untuk memeriahkan HUT RI ke-81 dan TMMD Reguler ke-129 di Desa Cukil. Kegiatan yang diawali flashmob itu sekaligus menjadi upaya melestarikan tari keprajuritan yang menggambarkan perjuangan merebut kemerdekaan.
Meriah! Ratusan Siswa di Tengaran ikuti Lomba Tari Keprajuritan
Pemkab Semarang segera mencatat tanah hibah dari Kementerian Pertanian seluas sekitar 2,3 hektare sebagai aset daerah setelah dokumen administrasinya lengkap, Selasa (11/8/2026). Tanah eks Balai Penyuluhan Pertanian yang dihibahkan sejak 1991 tersebut diperkirakan bernilai Rp58 miliar. Pemkab Semarang juga menunggu proses sertifikasi tanah 14,8 hektare dari Badan Bank Tanah di Desa Branjang yang bernilai sekitar Rp60 miliar.
35 Tahun Mangkrak, Tanah Hibah Kementan untuk Pemkab Semarang Akhirnya Tuntas
Ratusan warga Perumahan Taman Manunggal Asri dan Wisma Karebet, Dusun Tugu, Desa Bener, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, memeriahkan HUT ke-81 RI melalui senam bersama dan jalan sehat sejauh 1 kilometer pada Minggu (9/8/2026). Kegiatan yang digelar Karang Taruna Manebet tersebut berlangsung sejak pagi dan melibatkan anak-anak hingga orang dewasa, dengan pelepasan burung perkutut sebagai simbol dimulainya jalan sehat sekaligus pesan pelestarian lingkungan.
Meriah! Karang Taruna Manebet Sukses gelar Acara Senam dan Jalan Santai
Sebanyak 15 mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) mengikuti East Asia Student Encounter (EASE) 2026 di Kwansei Gakuin University, Jepang, selama 18 hari hingga 18 Agustus 2026. Program bertema Manifest the Dream: Our Journey Toward Peace in a Divided World ini memperkuat pertukaran budaya, jejaring internasional, dan pendidikan perdamaian melalui berbagai kegiatan akademik, budaya, serta diskusi lintas negara.
15 Mahasiswa UKSW Ikuti EASE 2026 di Jepang, Rayakan Misi Perdamaian Dunia
Tim gabungan kepolisian mengamankan dua terduga pelaku kasus dugaan perampokan yang menewaskan pemilik konter Royal Phone, Chandra Waskito, di Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang. Penangkapan dilakukan di Kota Semarang dan Kabupaten Semarang pada Jumat (7/8/2026), kurang dari 48 jam setelah kejadian, setelah polisi mengembangkan penyelidikan dengan melibatkan Polda Jawa Tengah, Polres Semarang, dan Polres Grobogan untuk mengungkap peran serta kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Misteri Perampokan Royal Phone Ambarawa Terkuak, Polisi Ringkus Dua Terduga Pelaku

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Polres Semarang mengungkap temuan serpihan tulang yang diduga bagian dari tulang kepala serta bercak darah di TKP konter Royal Phone, Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Jumat (7/8/2026), dalam penyelidikan kasus dugaan perampokan disertai pembunuhan terhadap Chandra Waskito. Polisi juga telah memeriksa tujuh saksi, menemukan 53 unit telepon genggam di mobil tempat jasad korban ditemukan di Gubug, Kabupaten Grobogan, dan masih menunggu hasil otopsi untuk memastikan penyebab kematian.
Serpihan Tulang Ditemukan di TKP Royal Phone Ambarawa, 53 Unit HP Ditinggal Di Dalam Mobil Korban
Satreskrim Polres Semarang menetapkan TI (25) dan DPP (20) sebagai tersangka kasus pencurian dengan kekerasan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Kamis (6/8/2026). Polisi mengungkap aksi tersebut direncanakan sehari sebelumnya dan dilakukan dengan memukul korban menggunakan palu sebelum kedua tersangka membawa 53 telepon genggam serta mobil korban ke Gubug, Grobogan. Keduanya kini dijerat pasal pencurian dengan kekerasan dan pembunuhan dengan ancaman pidana seumur hidup atau maksimal 20 tahun penjara.
Kronologi Perampokan Disertai Pembunuhan Bos Royal Phone Ambarawa, Korban Dihabisi Pakai Palu di Bagian Kepala
Pemerintah Kota Salatiga dan LPK Serbaindo menjalin kolaborasi strategis untuk memperluas kesempatan kerja ke Jepang melalui pelatihan dan penempatan tenaga kerja resmi. Audiensi yang dipimpin Direktur LPK Serbaindo, Iman Abdul Rahman, bersama Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan, membahas penyusunan nota kesepahaman (MoU), sosialisasi ke sekolah dan masyarakat, serta pengembangan kerja sama internasional guna meningkatkan kualitas SDM dan menekan angka pengangguran di Salatiga.
Perluas Kesempatan, LPK Serbaindo dan Pemkot Salatiga siap Kirim Tenaga Kerja ke Jepang

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved