URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Banjir rob diprediksi akan merendam sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah, dengan perkiraan terjadinya pada Jumat hingga Minggu, 26-28 Januari 2024, menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Gelombang tinggi saat ini telah terjadi di perairan utara Jawa Tengah, mengakibatkan ribuan nelayan di sepanjang Pantura Brebes-Rembang memilih menyandarkan kapal di pelabuhan perikanan dan muara sungai, mengingat ikan sulit ditangkap dan adanya potensi kecelakaan.
BANJIR ROB DIPREDIKSI AKAN MERENDAM SEJUMLAH DAERAH DI PANTURA JAWA TENGAH, DENGAN PERKIRAAN TERJADINYA PADA JUMAT HINGGA MINGGU, 26-28 JANUARI 2024, MENURUT BADAN METEOROLOGI, KLIMATOLOGI, DAN GEOFISIKA (BMKG). GELOMBANG TINGGI SAAT INI TELAH TERJADI DI PERAIRAN UTARA JAWA TENGAH, MENGAKIBATKAN RIBUAN NELAYAN DI SEPANJANG PANTURA BREBES-REMBANG MEMILIH MENYANDARKAN KAPAL DI PELABUHAN PERIKANAN DAN MUARA SUNGAI, MENGINGAT IKAN SULIT DITANGKAP DAN ADANYA POTENSI KECELAKAAN.

Mbak Google

KABAR RASIKA

26-28 Januari 2024, Rob di Pantura Jateng Tinggi

26-28 Januari 2024, Rob di Pantura Jateng Tinggi

26-28 Januari 2024, Rob di Pantura Jateng Tinggi

Banjir rob diprediksi akan merendam sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah, dengan perkiraan terjadinya pada Jumat hingga Minggu, 26-28 Januari 2024, menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Gelombang tinggi saat ini telah terjadi di perairan utara Jawa Tengah, mengakibatkan ribuan nelayan di sepanjang Pantura Brebes-Rembang memilih menyandarkan kapal di pelabuhan perikanan dan muara sungai, mengingat ikan sulit ditangkap dan adanya potensi kecelakaan.
Pic: courtesy MI
Ilustrasi
featured-img

Banjir air rob bakal merendam sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah. BMKG memprediksi banjir rob terjadi pada Jumat hingga Minggu 26-28 Januari 2024.

Saat ini gelombang tinggi sudah terjadi di perairan utara Jawa Tengah, sehingga ribuan nelayan sepanjang Pantura Brebes-Rembang memilih menyandarkan kapal di pelabuhan perikanan dan muara sungai karena ikan juga sulit ditangkap dan khawatir terjadi kecelakaan.

Kepala Pusat Meteorologi Maritim Eko Prasetyo mengatakan diprediksi banjir rob terjadi pada Jumat hingga Minggu mendatang di sejumlah wilayah di pantura seperti Kabupaten Brebes Kabupaten-KotaTegal Kabupaten Pemalang Kabupaten- Kota Pekalongan Kota Semarang dan Kabupaten Demak. Banjir rob tersebut terjadi karena fenomena bulan purnama.

Bajir rob ini akan berdampak pada aktivitas warga di sekitar pelabuhan dan pesisir. Untuk itu pihaknya meminta warga beraktivitas di pesisir seperti aktivitas bongkar muat di pelabuhan aktivitas di pemukiman pesisir dan aktivitas tambak garam serta perikanan darat untuk
waspada.

Diperkirakan ketinggian rob di Jawa Tengah berkisar 15-25 cm, namun banjir rob tersebut dapat berubah dipengaruhi intensitas hujan turun. (red/hrs)

BACA JUGA :

Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional
Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 mengembangkan potensi ekonomi dan pangan lokal di Desa Purworejo, Wonogiri, selama program pengabdian masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa mendampingi UMKM memanfaatkan Google Maps, QRIS, media sosial, dan website untuk pemasaran, sekaligus mengolah singkong dan ikan lele menjadi BoLeSi sebagai alternatif makanan tambahan bergizi bagi balita.
KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengajak masyarakat aktif memeriksa data kesejahteraan dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), termasuk desil yang tercatat, di Jawa Tengah, Rabu (19/8/2026). Warga dapat menyanggah data yang tidak sesuai melalui laman kementerian agar penyaluran bantuan dan program pemberdayaan lebih tepat sasaran.
Warga Diminta Aktif Cek Data Desil dan Sanggah Data DTSEN
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan