URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Puluhan bikkhu dari Thailand, Malaysia, dan Singapura tiba di Kabupaten Semarang pada Kamis, 16 Mei 2024, sebagai bagian dari rangkaian perjalanan thudong menuju Candi Borobudur untuk peringatan Hari Raya Waisak pada 23 Mei 2024. Mereka disambut ribuan masyarakat di Taman Unyil, Ungaran, sebelum melanjutkan perjalanan ke pendapa rumah dinas Bupati Semarang untuk beristirahat dan makan siang.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Rangkaian Thudong, Puluhan Bikkhu Singgah Dua Hari di Kabupaten Semarang

Rangkaian Thudong, Puluhan Bikkhu Singgah Dua Hari di Kabupaten Semarang

Rangkaian Thudong, Puluhan Bikkhu Singgah Dua Hari di Kabupaten Semarang

Seorang bikkhu memercikkan air suci kepada umat Budha saat singgah di rumah dinas Bupati Semarang dalam rangkaian thudong, Kamis (16/5/2024). Foto: win
Seorang bikkhu memercikkan air suci kepada umat Budha saat singgah di rumah dinas Bupati Semarang dalam rangkaian thudong, Kamis (16/5/2024). Foto: win
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Puluhan bikkhu asal mancanegara yang sedang melaksanakan rangkaian thudong tiba di Kabupaten Semarang, Kamis (16/5/2024). Mereka disambut ribuan masyarakat yang antusias ingin menyaksikan perjalanan spiritual menuju Candi Borobudur untuk menghadiri puncak peringatan Hari Raya Waisak pada Kamis (23/5/2024).

Disampaikan oleh Romo Pujianto, Ketua Koordinator Kabupaten Semarang, rombongan bikkhu diserahterimakan oleh koordinator Kota Semarang kepada koordinator Kabupaten Semarang di kawasan Taman Unyil, Ungaran.

“Rombongan terdiri dari 43 orang dari Thailand, Malaysia dan Singapura. Mereka berjalan sekitar 3 kilometer menuju pendapa rumah dinas Bupati Semarang untuk dibasuh kakinya serta istirahat makan siang,” ujarnya.

Menurut Pujiyanto, thudong ini sebenarnya ritual yang biasa dilakukan para bikkhu. Terlebih pada zaman dahulu, mereka menempuh perjalanan hingga ribuan kilometer untuk menemui Sang Budha.

“Bedanya, kalau di Indonesia disambut begitu hangat dan luar biasa oleh masyarakat, tak hanya umat Budha saja. Ini bagian dari moderasi beragama, membangun hubungan positif sesama umat beragama,” bebernya.

Terkait kendala, Pujiyanto menambahkan, cuaca yang terik membuat para koordinator harus menyediakan air minum ekstra bagi para bikkhu, termasuk air es. Akan tetapi, hal itu bukan masalah besar karena ada bantuan dari masyarakat yang antusias menyambut.

“Secara kesuruhan mereka senang. Kalau dapat bantuan, didarmakan lagi, jadi tidak disimpan untuk diri sendiri,” ungkapnya.

Sementara Bupati Semarang Ngesti Nugraha menerangkan, ini merupakan tahun kedua rombongan bikkhu thudong singgah ke Kabupaten Semarang. Kalau tahun lalu, mereka langsung menuju ke Kelenteng Hok Tik Bio di Ambarawa, tahun ini mereka transit terlebih dahulu di pendapa rumah dinas Bupati Semarang.

“Tahun ini istimewa sekali, forkopimda bersama FKUB kompak guyub rukun menerima kehadiran bikkhu thudong di pendapa rumah dinas,” paparnya.

Ngesti menambahkan, para bikkhu akan singgah selama dua hari di Kabupaten Semarang. Sebab rute yang dilalui sejauh 50 kilometer, sehingga membutuhkan waktu untuk bermalam.

“Semoga membawa keberkahan bagi Pemkab Semarang, ayem dan kondusif. Perjalanan menuju Candi Borobudur diberikan kelancaran,” harapnya.

Sebagai informasi, rute thudong yang dilalui di Kabupaten Semarang meliputi pendapa rumah dinas Bupati Semarang, menuju ke Over O Club untuk istirahat sejenak. Dilanjutkan titik singgah berikutnya ke SMP Girisonta Bergas, SPBU Bawen, dan bermalam Kelenteng Hok Tik Bio Ambarawa.

Keesokan paginya, Jumat (17/5/2024) sekitar jam 05.00 WIB dilanjutkan ke Kecamatan Bandungan untuk makan pagi. Setelah itu menuju titik singgah rumah makan di Candigaron Kecamatan Sumowono untuk makan siang dan dilanjutkan menuju perbatasan Temanggung untuk diserahterimakan. (win)

BACA JUGA :

Tetap Produktif di Usia Senja, 112 Peserta Sekolah Lansia Pancasila Kabupaten Semarang Diwisuda
Tetap Produktif di Usia Senja, 112 Peserta Sekolah Lansia Pancasila Kabupaten Semarang Diwisuda
Selama hampir 20 tahun, keluarga Muhroji di Dusun Rejowinangun, Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, hidup tanpa aliran listrik meski tiang listrik telah berdiri di dekat rumah mereka. Hingga Rabu (22/7/2026), permohonan pemasangan listrik belum terealisasi karena diperlukan penambahan jaringan. Kondisi ekonomi yang terbatas membuat keluarga tersebut bertahan menggunakan sentir berbahan bakar minyak goreng sebagai penerangan setiap malam.
20 Tahun Hidup dalam Gelap, Keluarga Miskin di Sumowono Terangi Malam dengan Sentir Jelantah
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang memperkuat budaya sadar bencana melalui inovasi SADEWA (Strategi Deteksi, Edukasi, dan Waspada Bencana). Program berbasis kolaborasi pentahelix dan digitalisasi ini berhasil meningkatkan jumlah Desa Tangguh Bencana (Destana) menjadi 116 desa hingga 2026. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan edukasi, sistem deteksi dini, KKN Tematik Kebencanaan, serta optimalisasi dana desa guna meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi berbagai ancaman bencana.
Lewat SADEWA, BPBD Kabupaten Semarang Bangun Budaya Sadar Bencana dari Desa
Pemerintah Kabupaten Semarang meluncurkan Sekolah Tani Milenial 2026 untuk mendorong regenerasi petani di tengah menurunnya minat generasi muda terhadap sektor pertanian. Program yang diikuti 240 peserta itu digelar di Kecamatan Sumowono, Selasa (21/7/2026), dengan pembekalan budidaya, kewirausahaan, dan pemasaran digital guna mencetak petani modern yang mampu menjaga ketahanan pangan.
Tak Malu jadi Petani, Khoirul Mantap Ikut Pelatihan Sekolah Tani Milenial Usai Lulus Kuliah
Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menilai Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih berpotensi menjadi penggerak ekonomi masyarakat sekaligus bersaing dengan ritel modern. Pernyataan itu disampaikan usai meninjau Kopdes Merah Putih di Bergas Kidul dan Lodoyong, Selasa (21/7/2026), dengan syarat kelengkapan barang, dukungan fasilitas, dan kepastian regulasi pengelolaan koperasi terus diperkuat.
DPRD Kabupaten Semarang Nilai Kopdes Merah Putih Berpotensi Saingi Ritel Modern, Asal Pasokan Barang Lengkap
Legislatif Nilai Pengawasan Perizinan di Kabupaten Semarang Lemah, Pemkab Diminta Lebih Tegas
Legislatif Nilai Pengawasan Perizinan di Kabupaten Semarang Lemah, Pemkab Diminta Lebih Tegas

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Reformasi Transportasi Publik Saatnya Trans Jateng Hadir di Jekuti (Jepara – Kudus – Pati)
Reformasi Transportasi Publik: Saatnya Trans Jateng Hadir di Jekuti (Jepara – Kudus – Pati)
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Forum Pelanggan Air Minum Nasional (FORPAMNAS) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) IV di Yogyakarta, Jumat (17/7/2026), yang diikuti sekitar 50 peserta dari berbagai provinsi. Forum ini membahas pembentukan badan regulator air minum, menyusun program kerja serta memilih kepengurusan periode 2026–2030 guna memperkuat perlindungan hak pelanggan, meningkatkan kualitas pelayanan Perumda Air Minum, dan mempererat kolaborasi dengan pemerintah serta para pemangku kepentingan.Munas IV FORPAMNAS di Yogyakarta mendorong pembentukan regulator air minum, memperkuat hak pelanggan, dan meningkatkan pelayanan Perumda Air Minum.
FORPAMNAS Dorong Pembentukan Badan Regulator Air Minum, Munas IV Resmi Digelar di Yogyakarta