URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Presiden Joko Widodo membeli sapi bernama Si Tebo seberat 1,8 ton dengan harga Rp106 juta untuk dikurbankan pada Idul Adha 1445H tahun 2024. Si Tebo adalah sapi milik Yuliyanto, mantan Wali Kota Salatiga dan Ketua DPC Partai Gerindra Salatiga, yang digaduhkan kepada petani Agus Thohirin. Istilah digaduhkan merujuk pada kerja sama antara pemodal dan peternak. Y

Mbak Google

KABAR RASIKA

Resmi!, Sapi Kurban Presiden dari Salatiga Ternyata Milik Mantan Wali Kota Yuliyanto

Resmi!, Sapi Kurban Presiden dari Salatiga Ternyata Milik Mantan Wali Kota Yuliyanto

Resmi!, Sapi Kurban Presiden dari Salatiga Ternyata Milik Mantan Wali Kota Yuliyanto

Presiden Joko Widodo membeli sapi bernama Si Tebo seberat 1,8 ton dengan harga Rp106 juta untuk dikurbankan pada Idul Adha 1445H tahun 2024. Si Tebo adalah sapi milik Yuliyanto, mantan Wali Kota Salatiga dan Ketua DPC Partai Gerindra Salatiga, yang digaduhkan kepada petani Agus Thohirin. Istilah digaduhkan merujuk pada kerja sama antara pemodal dan peternak. Y
Foto dok IST
Penampakan Si Tebo, Sapi Seberat 1,8 Ton (1.080 Kilogram) Yang Dibeli Presiden Joko Widodo Untuk Berkurban Di Iduladha 1445 Tahun 2024.
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Kehadiran Si Tebo, Sapi Seberat 1,8 Ton (1.080 Kilogram) Yang Dibeli Presiden Joko Widodo Untuk Berkurban Di Idul adha 1445 Tahun 2024 bernilai jual bersih Rp106.000.000 .

Belakangan diketahui, ternyata, Si Tebo adalah sapi milik Yuliyanto, mantan Wali Kota Salatiga dua periode yang juga ketua DPC partai Gerindra Salatiga, yang sapinya dia gaduhkan ke petani Agus Thohirin warga Kauman Kidul, Salatiga.

Dalam kamus bahasa Indonesia istilah digaduhkan adalah satu bentuk kerja sama antara pemodal dengan petani/peternak.

Dalam wawancara dengan rasikafm.com, Agus Thohirin membenarkan jika sapi Si Tebo adalah milik mantan Wali Kota Salatiga Yuliyanto dan istrinya, Titik Kirnaningsih.

“saat u tahun 2022 kalau tidak salah, momen maraknya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) melanda tanah air. Banyak peternak sapi, kambing itu terpukul karena banyak yang mati,” ungkap Agus Thohirin.

Sampai akhirnya, Agus Thohirin bertemu Yuliyanto sebelum mengakhiri jabatannya untuk periode kedua.

Singkat cerita akhirnya Yuliyanto memberikan modal dirinya membeli lima ekor sapi anakan dalam beberapa tahapan.

“Untuk Tebo, sebelumnya saya melihat dijual beli sapi secara online milik peternak asal Kebumen. Saat itu saya diberi uang modal Pak Yuliyanto Rp 70an juta untuk dua sapi anakan,” ujarnya.

Seiring berjalannya waktu, Si Tebo kian tumbuh dan tubuhnya kian membengkak secara sehat. Pemilihan nama Tebo berasal dari singkatan Tenanan Le Bongsor.

“Karena Tebo masih bisa dijual harganya jauh lebih tinggi. Dan benar saja, beberapa hari menjelang Idul adha lalu datang orang dari Dinas Provinsi Jateng menyampaikan jika Presiden Joko Widodo mencari hewan sapi untuk dikurbankan,” kisah Agus Thohirin.

Awalnya, sempat ada tawar menawar jika penjualan Tebo berdasarkan harga pasaran per kilogram daging sapi kala itu yakni Rp 125 ribu. Namun pihak Sekretariat Kepresidenan menawar pembelian seharga Rp100 ribu perkilogramnya.

Akhirnya Agus Thohirin mendapatkan nilai jual bersih Rp106.000.000 dari nilai kotor Rp108.000.000 setelah dipotong Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penghasilan (PPH).

Hasil penjualan ini pun ia laporkan ke Yuliyanto beserta istri. Secara kesepakatan, Agus Thohirin mendapatkan keuntungan 60% lebih besar karena telah memelihara Tebo sedangkan Yuliyanto 40%.

Mantan Wali Kota Salatiga Yuliyanto mengaku bangga, sapi miliknya menjadi pilihan Presiden Joko Widodo untuk dikurbankan di Idul adha 1445H tahun 2024 di wilayah Solo.

“Saya sangat apresiasi dengan mas Agus Tohirin yang telah memelihara beberapa sapi saya di kadang ternaknya dengan tangan dinginnya, dengan pakan yang dibuat sendiri sehingga dapat meningkatkan penambahan berat badan yg sesuai harapan” ujar Yuliyanto kepada rasikafm.com (rabu 19.6.2024)

Menurut mantan wali kota Salatiga ini, Investasi penggemukan sapi kini lebih menguntungkan daripada uang ditabung di lembaga perbankan.

Diirnya juga membenarkan meski sapinya sudah syah dibeli Presiden, namun sampai saat ini uangnya belum ia ambil.

Disatu sisi Yuliyanto pun berharap, cara ia merangkul petani/peternak di Salatiga untuk menaikkan dan pengembangan perekonomian baik usaha atau pun perorangan dapat ditiru pihak lain.

Sapi Si Tebo seberat 1.8 Ton yang dibeli Presiden sesaat sebelum dikirim ke Solo

BACA JUGA :

Rest Area Pendopo KM 456 Tol Semarang–Solo di Pabelan, Kabupaten Semarang, dipadati pengunjung pada Minggu (12/7/2026) bertepatan dengan hari terakhir libur sekolah. Ribuan pengguna jalan tol memanfaatkan rest area untuk beristirahat, menikmati kuliner UMKM, dan menggunakan berbagai fasilitas, sementara pengelola mencatat lonjakan sekitar 5.000 pengunjung di masing-masing sisi A dan B selama masa liburan.
Hari Terakhir Liburan, Rest Area Pendopo KM 456 Jadi Titik Singgah Favorit Keluarga
PT Mitra Anugerah Bumi Agung (MABA) menyatakan telah memenuhi tuntutan warga terkait aktivitas tambang galian C di Dusun Banyuurip, Desa Delik, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, dengan memperbaiki 18 titik jalan, mengatur operasional kendaraan, dan melakukan penyiraman jalan. Perbaikan yang dimulai sejak 8 Juli 2026 itu dilakukan lebih cepat dari target sebagai tindak lanjut hasil audiensi bersama warga dan pemerintah.
PT MABA Klaim Penuhi Tuntutan Warga, Perbaiki 18 Titik Jalan di Jalur Tambang Delik–Tlompakan
SMA Sainstek Ahmad Dahlan Salatiga menggelar kegiatan Awalussanah di Gedung DPRD Kota Salatiga, Sabtu (11/7/2026), dengan penyampaian materi menggunakan bahasa Inggris dan Indonesia. Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan program sekolah, guru, dan siswa baru sekaligus menegaskan komitmen membangun sekolah modern berbasis sains, teknologi, riset, serta nilai-nilai Al-Qur'an dan Al-Hadits untuk menyiapkan lulusan berdaya saing global.
42 Siswa Baru SMA Sainstek Salatiga ikuti Awalussanah, Penyajian Materi disampaikan dalam Dua Bahasa
Jallu Nusantara dan Fatayat NU Salatiga Jalin Kerja Sama Cegah Kekerasan
Jallu Nusantara dan Fatayat NU Salatiga Jalin Kerja Sama Cegah Kekerasan
Anggota DPR RI Muh Haris bersama Anggota DPRD Jawa Tengah Ida Nurul Farida dan Anggota DPRD Kabupaten Semarang M. Jauhari Mahmud menyerahkan bantuan sembako serta uang tunai kepada korban kebakaran rumah di Desa Karangduren, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang. Bantuan diberikan sebagai bentuk kepedulian sekaligus dukungan agar keluarga korban segera pulih dan kembali beraktivitas.
Pasca Musibah, Tiga Anggota Dewan Berikan Bantuan Korban Kebakaran di Tengaran
Masuki Musim Kemarau PDAM Salatiga Pastikan Ketersediaan Air bagi Pelanggan
Masuki Musim Kemarau PDAM Salatiga Pastikan Ketersediaan Air bagi Pelanggan

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Masuki Musim Kemarau PDAM Salatiga Pastikan Ketersediaan Air bagi Pelanggan
Masuki Musim Kemarau PDAM Salatiga Pastikan Ketersediaan Air bagi Pelanggan
Polres Salatiga menangkap sejumlah pelaku tawuran yang diduga terlibat dalam penyiraman air keras terhadap anak berusia 14 tahun di Jembatan depan Makam Ngemplak, Jalan Lingkar Selatan, Kamis (2/7/2026) dini hari. Empat pemuda ditetapkan sebagai tersangka kepemilikan senjata tajam tanpa izin setelah bentrokan yang dipicu tantangan melalui Instagram itu menyebabkan satu korban meninggal dunia.
Remaja Luar Kota Salatiga Tawuran di JLS, Anak 14 Tahun Meninggal usai Disiram Air Keras
Dua rumah warga milik Asfiah dan Tumadi di Dusun Cabean Kulon, Desa Karangduren, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, hangus terbakar pada Rabu (8/7/2026) sekitar pukul 11.30 WIB. Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik dan cepat membesar karena bangunan berbahan kayu serta tiupan angin, sebelum tiga unit mobil pemadam berhasil melokalisasi api tanpa korban jiwa maupun luka.
Dua Rumah Kayu di Karangduren Tengaran Terbakar, Diduga karena Korsleting