URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Di Dusun Pateran, Desa Plumbon, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, terdapat Penjawi Mudal, sebuah tempat yang menawarkan ketenangan dan kedamaian dengan nuansa pedesaan yang kental dan keindahan alam yang memukau. Gunawan Herdiwanto, pemilik Penjawi Mudal, mengungkapkan bahwa sekitar tahun 2012 ia membeli sebidang sawah yang tidak produktif dan menemukan mata air yang kemudian diubah menjadi kolam.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Menepi Sambil Menikmati Suasana Pedesaan di Penjawi Mudal

Menepi Sambil Menikmati Suasana Pedesaan di Penjawi Mudal

Menepi Sambil Menikmati Suasana Pedesaan di Penjawi Mudal

Foto: Dok.
Foto: Dok.
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Di tengah hiruk pikuk kota dan kesibukan sehari-hari, banyak dari kita mencari tempat pelarian yang menawarkan ketenangan dan kedamaian. Ada yang memilih berolahraga, beristirahat, hingga berkunjung ke suatu tempat.

Di Dusun Pateran, Desa Plumbon, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, ada sebuah tempat yang sangat cocok untuk menepi dan menenangkan diri. Namanya Penjawi Mudal. Tempat ini hadir sebagai oase yang menjanjikan pengalaman menginap yang berbeda dengan nuansa pedesaan yang kental dan keindahan alam yang memukau.

Saat pertama kali menginjakkan kaki di sini, para tamu akan langsung disambut oleh pemandangan hamparan sawah dan telaga yang menyejukkan mata. Suara gemericik air sungai dan kicauan burung menambah suasana damai yang sulit dilupakan.

Owner Penjawi Mudal, Gunawan Herdiwanto menerangkan cikal bakal dibangunnya Penjawi Mudal. Sekitar tahun 2012, ia membeli sebidang sawah yang sudah tidak produktif akibat struktur tanahnya yang berbatu. Setelah dibeli dan hendak dibangun, ternyata terdapat mata air.

“Dari mata air itu akhirnya saya buatkan sebuah kolam berukuran persegi seperti yang bisa dilihat sekarang,” kata Iwan (sapaan akrabnya) saat ditemui, Sabtu (29/6/2024).

Menurut penuturan para sesepuh dan cerita turun temurun masyarakat setempat, jelas Iwan, wilayah Kecamatan Suruh memiliki sejumlah mata air keramat. Di antaranya Sendang Kalipancur, Paseban, Putri, dan Santri. Sendang Santri berlokasi tak jauh dari Penjawi Mudal.

“Sendang inilah yang konon katanya menjadi lokasi bersuci Sunan Kalijaga saat mencari kayu untuk tiang Masjid Agung Demak dari daerah Jatirejo,” ujarnya.

Foto: Dok

Faktor inilah yang membuatnya terinspirasi membangun sebuah tempat untuk mencari ketenangan batin, jauh dari hingar bingar dunia luar. Layaknya filosofi mata air sebagai sumber kehidupan, maka Penjawi Mudal bisa menjadi tempat menemukan siapa sesungguhnya dan dari mana kita berasal.

Penjawi Mudal menyediakan sejumlah fasilitas bagi para tamu yang menginap. Terdapat empat bangunan berupa joglo dan Bale (rumah adat Susu Sasak) dari Lombok, Nusa Tenggara Barat. Tiga bangunan difungsikan sebagai jineman (kamar) yang terdiri dari dua joglo dan satu Bale. Sisanya difungsikan sebagai musala.

Masing-masing jineman dilengkapi dengan kamar mandi dalam dan fasilitas lain seperti wi-fi dan televisi. Hidangan welcome drink berupa jamu kunir asem dan jajan pasar seperti lupis, cenil, klepon, dan gethuk bisa anda nikmati jika menginap di sini.

“Kalau menu andalan di resto, ada ikan nila bakar segar yang diambil langsung dari kolam,” bebernya.

Tarif yang dipatok juga terbilang sangat terjangkau. Satu malam menginap di sini, anda cukup membayar Rp250 ribu. Itu sudah termasuk fasilitas breakfast gratis untuk dua orang.

Foto: Dok.

“Jangan dibayangkan seperti homestay mewah, kita sedang berjalan menuju ke sana. Tapi yang kami tawarkan benar-benar bagaimana hidup di lingkungan pedesaan yang tenang,” jelas Iwan.

Hal lain yang menjadi daya tarik adalah pengunjung bisa berenang dengan ikan dewa (Tor soro) sirip merah. Ikan dewa dipercaya memiliki kekuatan mistis dan dianggap sebagai penjelmaan leluhur oleh masyarakat setempat. Mitos ini menjadikan ikan dewa dilindungi dan dihormati. Bagi tamu homestay, fasilitas ini gratis. Namun bagi pengunjung umum dikenakan tarif Rp25 ribu untuk dewasa dan Rp10 ribu untuk anak-anak. (win)

BACA JUGA :

Kasus kekerasan terhadap anak di Kabupaten Semarang menurun menjadi 35 kasus pada semester pertama 2026 setelah sebelumnya terus meningkat dalam tiga tahun terakhir. DP3AKB Kabupaten Semarang menyampaikan penurunan tersebut saat peringatan Hari Anak Nasional, Kamis (23/7/2026), sembari menegaskan perlindungan anak berkebutuhan khusus tetap diprioritaskan melalui pendampingan korban, pencegahan perundungan, serta penguatan layanan pendidikan inklusif dan rencana beasiswa bagi 1.682 anak inklusi pada 2027.
Hari Anak Nasional, DP3AKB Kabupaten Semarang Dampingi Kasus Kekerasan Terhadap Anak Difabel, Pemkab Perkuat Perlindungan Anak Inklusi
Tetap Produktif di Usia Senja, 112 Peserta Sekolah Lansia Pancasila Kabupaten Semarang Diwisuda
Tetap Produktif di Usia Senja, 112 Peserta Sekolah Lansia Pancasila Kabupaten Semarang Diwisuda
Selama hampir 20 tahun, keluarga Muhroji di Dusun Rejowinangun, Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, hidup tanpa aliran listrik meski tiang listrik telah berdiri di dekat rumah mereka. Hingga Rabu (22/7/2026), permohonan pemasangan listrik belum terealisasi karena diperlukan penambahan jaringan. Kondisi ekonomi yang terbatas membuat keluarga tersebut bertahan menggunakan sentir berbahan bakar minyak goreng sebagai penerangan setiap malam.
20 Tahun Hidup dalam Gelap, Keluarga Miskin di Sumowono Terangi Malam dengan Sentir Jelantah
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang memperkuat budaya sadar bencana melalui inovasi SADEWA (Strategi Deteksi, Edukasi, dan Waspada Bencana). Program berbasis kolaborasi pentahelix dan digitalisasi ini berhasil meningkatkan jumlah Desa Tangguh Bencana (Destana) menjadi 116 desa hingga 2026. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan edukasi, sistem deteksi dini, KKN Tematik Kebencanaan, serta optimalisasi dana desa guna meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi berbagai ancaman bencana.
Lewat SADEWA, BPBD Kabupaten Semarang Bangun Budaya Sadar Bencana dari Desa
Pemerintah Kabupaten Semarang meluncurkan Sekolah Tani Milenial 2026 untuk mendorong regenerasi petani di tengah menurunnya minat generasi muda terhadap sektor pertanian. Program yang diikuti 240 peserta itu digelar di Kecamatan Sumowono, Selasa (21/7/2026), dengan pembekalan budidaya, kewirausahaan, dan pemasaran digital guna mencetak petani modern yang mampu menjaga ketahanan pangan.
Tak Malu jadi Petani, Khoirul Mantap Ikut Pelatihan Sekolah Tani Milenial Usai Lulus Kuliah
Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menilai Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih berpotensi menjadi penggerak ekonomi masyarakat sekaligus bersaing dengan ritel modern. Pernyataan itu disampaikan usai meninjau Kopdes Merah Putih di Bergas Kidul dan Lodoyong, Selasa (21/7/2026), dengan syarat kelengkapan barang, dukungan fasilitas, dan kepastian regulasi pengelolaan koperasi terus diperkuat.
DPRD Kabupaten Semarang Nilai Kopdes Merah Putih Berpotensi Saingi Ritel Modern, Asal Pasokan Barang Lengkap

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Wali Kota Salatiga bersama Ketua DPRD, Sekretaris Daerah, Ketua Tim Penggerak PKK, dan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melaksanakan ziarah ke makam para mantan Wali Kota Salatiga pada Senin (21/7/2026) sebagai rangkaian peringatan Hari Jadi Ke-1276 Kota Salatiga. Ziarah dilakukan di TPU Ngemplak dan Makam Sidomulyo untuk mendoakan serta memberikan penghormatan kepada almarhum John Manuel Manoppo dan Letkol Soegiman atas jasa dan pengabdian mereka dalam membangun Kota Salatiga
Jelang Hari Jadi, Robby bersama Istri Tabur Bunga di Makam Mantan Wali Kota
Puluhan pecatur dari berbagai daerah mengikuti Turnamen Catur Taman Tingkir Cup I kategori non-master di Kota Salatiga, Minggu (19/7/2026), dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Salatiga. Ajang ini digelar untuk mewadahi penghobi catur, mengembangkan bibit atlet muda, mempererat komunitas pecatur, serta diharapkan menjadi agenda bergengsi yang mampu melahirkan prestasi hingga tingkat nasional.
Puluhan Peserta ikuti Turnamen Catur Taman Tingkir Cup I Non-Master
Puluhan korban dugaan penipuan pembelian rumah di Perumahan Bandarjo Village Permai, Kecamatan Ungaran Barat, mengadukan kasus tersebut ke Komisi C DPRD Kabupaten Semarang, Rabu (15/7/2026). Para korban menuntut pengembang mengembalikan dana sekitar Rp1,4 miliar setelah proyek mangkrak, rumah tidak kunjung dibangun, dan sebagian sertifikat belum diterbitkan. DPRD meminta pengembang menuntaskan pengembalian dana hingga September 2026 serta menunda penerbitan izin proyek sampai seluruh persoalan konsumen selesai.
Puluhan Korban Perumahan Bandarjo Village Permai Mengadu ke DPRD, Tuntut Refund Rp1,4 Miliar