URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Pengambilan air di Sumber Tirta Perwitasari yang berada di Taman Soka dusun Kadilobo desa Tegalwaton, Kecamatan Tengaran kabupaten Semarang menandai dimulainya prosesi jamasan pusaka dalam rangka hari jadi ke-501 Kabupaten Semarang.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Air Dari Taman Soka Kadilobo, Akan Dipergunakan Untuk Prosesi Jamasan HUT Kabupaten Semarang ke 501

Air Dari Taman Soka Kadilobo, Akan Dipergunakan Untuk Prosesi Jamasan HUT Kabupaten Semarang ke 501

Air Dari Taman Soka Kadilobo, Akan Dipergunakan Untuk Prosesi Jamasan HUT Kabupaten Semarang ke 501

featured-img

Pengambilan air di Sumber Tirta Perwitasari yang berada di Taman Soka dusun Kadilobo desa Tegalwaton, Kecamatan Tengaran kabupaten Semarang menandai dimulainya prosesi jamasan pusaka dalam rangka hari jadi ke-501 Kabupaten Semarang.

Sumber air tersebut selama ini hanya dimanfaatkan warga untuk kebutuhan sehari-hari dan pertanian. “Harapannya, wilayah ini semakin dikenal, sejahtera, gemah ripah loh jinawi. Taman Soka ini sekarang juga dikembangkan menjadi wisata alam,” jelas Kepala Desa Tegalwaton Tri Wuryanto, disela sela Prosesi Jumat (11/3/2022). Sore.

Tri mengatakan air dari Taman Soka selama ini dikenal jernih dan memberi manfaat tak hanya untuk warga Desa Tegalwaton, tapi juga untuk daerah sekitarnya. “Dari sumber air ini, mengalir hingga ke wilayah timur. Pemanfaatannya yang utama memang untuk pertanian,” paparnya.

Camat Tengaran Dewanto Laksono mengungkapkan ada beberapa sumber mata air lain yang digunakan untuk jamasan pusaka Kabupaten Semarang. Yang tersebar di 19 kecamatan, Salah satunya Tirta Perwitasari yang bermakna inti air yang bersih. “Air dari 19 kecamatan dikumpulkan lalu digunakan untuk jamasan,” ucapnya.

Camat Tengaran dan kades Tegalwaton saat diwawancarai Rasika

Dia menegaskan pengambilan air dari beberapa wilayah tersebut bertujuan menjaga dan melestarikan sumber mata air yang ada di Kabupaten Semarang. “Ini wajib dilestarikan sehingga anak cucu bisa merasakan bahwa di Taman Soka ada mata air yang murni. Selain itu bisa dikembangkan dan diolah untuk wisata warga desa, sehingga bisa menjadikan warga desa lebih sejahtera,” kata Dewanto.

Camat Tengaran ini berharap semoga ke depan keberadaan Taman Soka Tegalwaton bisa lebih dikenal, menyamai Umbul Senjoyo “harapan kami potensi yang ada di wilayah Tengaran bisa dikembangkan dan diolah untuk wisata desa, sehingga bisa menjadikan warga desa lebih sejahtera” tutup Dewanto Laksono

BACA JUGA :

Komunitas relawan di kawasan lereng Gunung Merbabu, Kabupaten Semarang, menggalakkan patroli Kejantara sebagai langkah antisipasi terhadap kebakaran hutan. Taman Nasional Gunung Merbabu (TNGMb) merupakan wilayah yang rentan terhadap kebakaran, terutama saat musim kemarau. Relawan bekerja sama dengan TNGMb untuk mengaktifkan patroli Kejantara dan telah menyiapkan berbagai peralatan penanganan kebakaran, termasuk bak penampungan air hujan.
Merbabu Dijaga Ketat Saat Kemarau, Posko 24 Jam Disiapkan hingga Pompa Air Berdaya Jangkau 3 Kilometer
Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Jawa Tengah menggelar Olimpiade Aksi dan Syiar Ekonomi Syariah (OASE) 2026 di Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan, Kota Semarang, pada 28–30 Juli 2026. Kegiatan yang menjadi transformasi Festival Santri Jawa Tengah (FITRAH) ini melibatkan pelajar, mahasiswa, pelaku UMKM, komunitas kreatif, dan masyarakat umum untuk memperkuat literasi serta ekosistem ekonomi syariah yang inklusif melalui edukasi dan berbagai kompetisi.
BI Jateng Perluas Literasi Ekonomi Syariah Lewat OASE 2026
Pemerintah Kabupaten Semarang meluncurkan tiga proyek perubahan, yakni Pangan Berdikari, Sadewa, dan Gada Krisna di Balai Desa Kemetul, Kecamatan Susukan, Selasa (28/7/2026). Bupati Ngesti Nugraha menyatakan program tersebut dirancang untuk memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana, serta mencegah penyalahgunaan narkoba melalui kolaborasi lintas sektor dan pemberdayaan masyarakat berbasis desa.
Tiga Program Perubahan Diluncurkan, Pemkab Semarang Perkuat Ketahanan Pangan, Mitigasi Bencana hingga Perang Melawan Narkoba
Masyarakat Dusun Wates, Desa Wates, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, terus melestarikan tradisi Saparan atau merti dusun yang digelar setiap Senin Kliwon pada bulan Sapar. Tradisi yang berlangsung turun-temurun ini diwujudkan melalui rangkaian ritual adat, open house, serta pertunjukan kesenian sebagai ungkapan syukur, mempererat silaturahmi, dan menjaga nilai gotong royong sekaligus melestarikan warisan budaya Jawa di tengah perkembangan zaman.
Saparan di Getasan, Tradisi Tahunan yang Hadirkan Suasana Mudik dan 'MBG Swadaya'
Dosen STAI Kuningan, Dakhori, menjelaskan bahwa istilah Londo Ireng kini berkembang sebagai simbol kritik terhadap praktik kekuasaan yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat. Pernyataan tersebut disampaikan kepada Rasika FM, Minggu (26/7/2026), sebagai refleksi atas ketimpangan sosial, pembangunan, dan demokrasi. Menurutnya, kritik terhadap kebijakan merupakan bagian penting dalam menjaga akuntabilitas pemerintahan serta memastikan kemerdekaan benar-benar dirasakan masyarakat.
Istilah Londo Ireng Kembali Muncul, Dr. Dakhori Soroti Bahaya Mental Penjajah di Tubuh Bangsa Sendiri
Forkopimda Kabupaten Semarang tampil sebagai pemain ketoprak bertajuk "Rebut Kembar Mayang" pada puncak peringatan HUT ke-35 DPD Permadani Kabupaten Semarang di GOR Pandanaran Wujil, Kecamatan Bergas, Sabtu (25/7/2026) malam. Ngesti Nugraha bersama jajaran pimpinan daerah turun langsung ke panggung sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya Jawa sekaligus mengajak generasi muda menjaga bahasa, tata krama, dan nilai-nilai luhur budaya melalui seni tradisional
Forkopimda Kabupaten Semarang Main Ketoprak, Cara Unik Permadani Lestarikan Budaya Jawa

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Wali Kota Salatiga bersama Ketua DPRD, Sekretaris Daerah, Ketua Tim Penggerak PKK, dan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melaksanakan ziarah ke makam para mantan Wali Kota Salatiga pada Senin (21/7/2026) sebagai rangkaian peringatan Hari Jadi Ke-1276 Kota Salatiga. Ziarah dilakukan di TPU Ngemplak dan Makam Sidomulyo untuk mendoakan serta memberikan penghormatan kepada almarhum John Manuel Manoppo dan Letkol Soegiman atas jasa dan pengabdian mereka dalam membangun Kota Salatiga
Jelang Hari Jadi, Robby bersama Istri Tabur Bunga di Makam Mantan Wali Kota
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.22
Songsong Hari Jadi, Lintas Iman Satukan Doa untuk Salatiga