URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Hujan deras menyebabkan longsor yang merobohkan pagar SMP Negeri 7 Salatiga. Peristiwa ini melibatkan lingkungan sekolah di Jalan Setiaki, Kelurahan Dukuh, Sidomukti, pada Senin (22/12/2025) sore, akibat kondisi tanah labil. Kepolisian melakukan pengamanan, memasang garis polisi, serta berkoordinasi dengan instansi terkait.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Akibat Longsor Pagar SMP 7 Salatiga Ambrol, Kerugian Capai Puluhan Juta

Akibat Longsor Pagar SMP 7 Salatiga Ambrol, Kerugian Capai Puluhan Juta

Akibat Longsor Pagar SMP 7 Salatiga Ambrol, Kerugian Capai Puluhan Juta

Hujan deras menyebabkan longsor yang merobohkan pagar SMP Negeri 7 Salatiga. Peristiwa ini melibatkan lingkungan sekolah di Jalan Setiaki, Kelurahan Dukuh, Sidomukti, pada Senin (22/12/2025) sore, akibat kondisi tanah labil. Kepolisian melakukan pengamanan, memasang garis polisi, serta berkoordinasi dengan instansi terkait.
Foto dok tangkapan layar
Lokasi longsor di Smp 7 Salatiga
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Hujan deras yang menguyur Salatiga sejak Senin (22.12.2025) siang mengakibatkan longsor di lingkungan SMP Negeri 7 Salatiga, tepatnya di Jalan Setiaki No 15 Kelurahan Dukuh, Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga Senin (22.12.2025) sore sekitar pukul 16.30.

Akibatknya pagar sekolah roboh di area yang berdekatan dengan ruang perpustakaan sekolah.
Beruntung tidak ada korban jiwa akibat longsor tersebut.

IPDA Bernie Surya Widiatmaka, Perwira Samapta Polres Salatiga menjelaskan setelah mendapat laporan, Pamapta Polres Salatiga bersama Polsek Sidomukti dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Dukuh, segera mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan dan pengamanan tempat kejadian perkara (TKP).

Informasi dari saksi, Hari (50), warga sekitar sekolah, mendengar suara gemuruh dari arah dalam lingkungan sekolah setelah hujan deras.

“Setelah dicek, diketahui bahwa pagar SMP Negeri 7 Salatiga roboh akibat tanah longsor.

Kondisi tanah di sekitar lokasi juga mengalami retakan yang berpotensi menimbulkan longsor susulan,” kata IPDA Bernie Surya.

Sebagai langkah antisipasi, petugas kepolisian memasang garis polisi (police line) di sepanjang area longsor dan retakan tanah.

Lalu berkoordinasi dengan pihak sekolah, Dinas Pendidikan Kota Salatiga, BPBD Kota Salatiga, dan pihak kelurahan setempat.

Berdasarkan pendataan sementara, kerugian material akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai Rp 50 juta.

BACA JUGA :

DPRD Kabupaten Semarang Desak Galian C Dipersempit, Nilai Kerusakan Lingkungan Tak Sebanding dengan Manfaat
DPRD Kabupaten Semarang Desak Galian C Dipersempit, Nilai Kerusakan Lingkungan Tak Sebanding dengan Manfaat
Keluhan Jalan Rusak Masih Mendominasi Aduan Warga Kabupaten Semarang, DPU Akui Keterbatasan Anggaran
Keluhan Jalan Rusak Masih Mendominasi Aduan Warga Kabupaten Semarang, DPU Akui Keterbatasan Anggaran
Kecelakaan lalu lintas melibatkan truk wing box dan sebuah truk terjadi di Jalan Lingkar Selatan (JLS) dekat Brama Gallery Gamol, Kecandran, Sidomukti, Kota Salatiga, Jumat (17/7/2026). Insiden diduga terjadi karena pengemudi tidak mampu menjaga jarak aman saat kendaraan di depannya berhenti untuk memberi jalan kendaraan lain berbelok. Akibatnya, sopir truk wing box mengalami luka ringan dan menjalani perawatan di RSU dr Soebarkat Tjitrodiatmodjo.
Truk Seruduk Truk Di JLS Salatiga, Pengemudi Luka Ringan
Pemerintah Kota Salatiga memutuskan menarik surat edaran permohonan bantuan dana untuk peringatan Hari Koperasi, Hari Jadi ke-1.276 Kota Salatiga, HUT ke-81 Kemerdekaan RI, dan Apeksi Kota Salatiga Tahun 2026. Keputusan yang disampaikan Sekda Muthoin pada Kamis (16/7/2026) itu diambil atas arahan Wali Kota setelah muncul pro dan kontra di masyarakat, dengan tetap menjamin pertanggungjawaban bantuan yang telah diterima serta membuka ruang bagi kontribusi sukarela.
Sempat Gaduh!, Pemkot Salatiga Putuskan Tarik Surat Edaran Permohonan Bantuan Hari Jadi
Ratusan kepala keluarga di Dusun Kebontaman, Desa Kalikayen, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, mulai mengalami krisis air bersih seiring awal musim kemarau. Kondisi yang disampaikan pemerintah desa pada Kamis (16/7/2026) itu dipicu mengeringnya sumur warga di kawasan perbukitan, sehingga masyarakat terpaksa membeli air, memanfaatkan air sungai, atau mengandalkan bantuan dropping air bersih.
Kemarau Baru Dimulai, Ratusan KK di Desa Kalikayen Ungaran Timur Sudah Krisis Air Bersih
Proposal permohonan bantuan dana untuk rangkaian peringatan Hari Koperasi, Hari Jadi ke-1.276 Kota Salatiga, HUT ke-81 Kemerdekaan RI, dan Apeksi Kota Salatiga Tahun 2026 menjadi sorotan setelah beredar di kalangan pelaku usaha dan media sosial. Menanggapi polemik tersebut, Sekretaris Daerah Kota Salatiga pada konferensi pers, Kamis (16/7/2026), memutuskan menarik proposal yang sebelumnya telah tersebar, setelah muncul kritik terkait kebutuhan tambahan anggaran sebesar Rp400 juta di luar alokasi APBD.
Viral di Medsos! Proposal Permohonan Dana HUT RI di Salatiga Jadi Omongan Netizen

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Reformasi Transportasi Publik Saatnya Trans Jateng Hadir di Jekuti (Jepara – Kudus – Pati)
Reformasi Transportasi Publik: Saatnya Trans Jateng Hadir di Jekuti (Jepara – Kudus – Pati)
Wali Kota Salatiga bersama Ketua DPRD, Sekretaris Daerah, Ketua Tim Penggerak PKK, dan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melaksanakan ziarah ke makam para mantan Wali Kota Salatiga pada Senin (21/7/2026) sebagai rangkaian peringatan Hari Jadi Ke-1276 Kota Salatiga. Ziarah dilakukan di TPU Ngemplak dan Makam Sidomulyo untuk mendoakan serta memberikan penghormatan kepada almarhum John Manuel Manoppo dan Letkol Soegiman atas jasa dan pengabdian mereka dalam membangun Kota Salatiga
Jelang Hari Jadi, Robby bersama Istri Tabur Bunga di Makam Mantan Wali Kota
Menjelang Hari Jadi Ke-1276 Kota Salatiga, upaya Pemerintah Kota Salatiga melestarikan Gedung Pakuwon, bangunan cagar budaya yang menjadi lokasi bersejarah Perjanjian Salatiga 1757, masih terkendala komunikasi dengan pemilik yang berdomisili di Semarang. Hingga Selasa (21/7/2026), Disbudpar belum memperoleh respons atas permohonan audiensi sehingga pemerintah berencana menggandeng Pemkot Semarang untuk memfasilitasi pertemuan, sembari menyiapkan langkah pelestarian agar nilai sejarah bangunan tetap terjaga.
Begini Nasib Gedung Pakuwon Salatiga, Pemkot Kesulitan Bertemu Pemilik