URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Harga beras di Pasar Blauran Kota Salatiga kini melonjak, Kepada wartawan, Heri Supardiana Pedagang beras di Pasar Blauran, mengatakan naiknya harga beras sebenarnya sudah terjadi sejak dua bulan lalu.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Akibat Musim Tanam Padi dan Pengaruh Cuaca, Harga Beras di Salatiga Melonjak

Akibat Musim Tanam Padi dan Pengaruh Cuaca, Harga Beras di Salatiga Melonjak

Akibat Musim Tanam Padi dan Pengaruh Cuaca, Harga Beras di Salatiga Melonjak

featured-img

RASIKAFM.COM|SALATIGA – Harga beras di Pasar Blauran Kota Salatiga kini melonjak, Kepada wartawan, Heri Supardiana Pedagang beras di Pasar Blauran, mengatakan naiknya harga beras sebenarnya sudah terjadi sejak dua bulan lalu.

Saat ini harga beras meningkat naik hingga seribu rupiah per kilogramnya.

Menurutnya harga beras kualitas biasa yang semua Rp 9.500 per kilogram kini mencapai Rp 10.500 per kilogram.

“Untuk kualitas menengah harga sebelumnya Rp 10.000 kini menjadi Rp 11.000 per kilogram,” kata Heri.

Sedangkan harga beras kualitas bagus kini menjadi Rp 12.000 yang sebelumnya hanya Rp 11.000 per kilogram.

Heri mengaku harga beras per sak ukuran 25 kilogram kini menjadi Rp 270.000 per sak.

“Harga kemarin itu per sak hanya Rp 225.000 kini mencapai Rp 270.000,” jelasnya.

Menurutnya, naiknya harga beras diakibatkan memasuki musim tanam padi dan pengaruh pada cuaca.

“Untuk saat ini kan belum masuk musim panen, jadi ya naik semua harga berasnya,” ucap Heri.

Namun untuk stok beras, dirinya mengungkapkan bahwa tidak kesulitan meskipun harga beras kini naik.

“Untuk stok beras kan kita bisa ambil dari daerah lain yang masuk musim panen, karena setiap daerah panen berasnya berbeda,” katanya.

Meskipun harga beras naik, daya beli beras di Pasar Blauran Salatiga kini meningkat dibandingkan harga beras normal

“Kan kalau harganya naik, para pembeli pasti cepet-cepetan untuk beli karena dikiranya stok beras menipis,” ungkap Heri.

Sementara itu, pembeli beras, Jaitun menambahkan bahwa dengan naiknya harga beras, dirinya tidak mengurangi jumlah pembelian.

“Kalau dikurangi nanti bagaimana, saya tetap beli seperti biasa dan pengeluaran pun bertambah,” kata Jaitun.

Dirinya berharap agar harga beras kembali seperti semula.

“Ya pengennya harga beras seperti dulu karena juga menyusahkan pembeli seperti saya,” ungkapnya. (rief)

BACA JUGA :

Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah Abdul Ghoffar Rozin menegaskan pentingnya kesiapsiagaan dan kolaborasi lintas elemen dalam menghadapi bencana saat Apel Kesiapsiagaan Jambore Relawan NU Peduli se-Jawa Tengah di Bumi Perkemahan Harda Walika, Gunungpati, Kota Semarang, Sabtu (25/7/2026). Kegiatan ini diisi peluncuran aplikasi NU Risk, penyerahan bantuan kebencanaan, serta penanaman pohon sebagai upaya memperkuat respons bencana, pemulihan korban, dan konservasi lingkungan.
Gus Rozin: Relawan NU Peduli Harus Siaga, Cepat dan Utamakan Kemanusiaan
Malam ini, Ratusan Raja dan Pemangku Adat Berkumpul di UKSW Salatiga
Malam ini, Ratusan Raja dan Pemangku Adat Berkumpul di UKSW Salatiga
Petani cabai di Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, menghadapi penurunan harga saat musim panen meski produksi meningkat. Cabai sret kini hanya dihargai sekitar Rp20.000 per kilogram, sedangkan cabai merah keriting sekitar Rp16.000 per kilogram di tingkat petani. Melimpahnya hasil panen dan berkurangnya pembeli menyebabkan harga turun, sehingga keuntungan petani menjadi sangat tipis meski produktivitas tanaman cukup tinggi.
Panen Cabai Berlimpah, Petani Sumowono Justru Gigit Jari karena Harga Anjlok
Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga mewisuda dua mahasiswa difabel pada Wisuda ke-12 yang digelar pada 24–25 Juli 2026 sebagai wujud komitmen menghadirkan pendidikan tinggi Islam yang inklusif. Kampus menegaskan kesetaraan akses pendidikan melalui penyediaan layanan ramah disabilitas, sejalan dengan program prioritas Kementerian Agama, sekaligus mewisuda total 1.299 lulusan pada periode tersebut.
Wisuda ke-12 UIN Salatiga, Dua Mahasiswa Difabel Sukses Raih Gelar Sarjana
Ribuan warga dan wisatawan memadati Alun-alun Salatiga, Jumat (24/7/2026), untuk mengikuti Kenduri Rakyat dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-1276 Kota Salatiga. DPRD Kota Salatiga menyediakan 7.000 porsi makanan dan minuman gratis serta satu gunungan raksasa sebagai wujud rasa syukur dan kebersamaan. Antusiasme masyarakat membuat ratusan stan kuliner habis diserbu hanya dalam hitungan menit
Ribuan Warga Salatiga Berebut 7.000 Porsi Makanan Gratis dalam Acara Kenduri Rakyat HUT Salatiga
Rumah pasangan lansia Muhroji (73) dan Munarti (65) di Dusun Pledokan, Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, akhirnya mendapat sambungan listrik pada Kamis (23/7/2026) setelah sekitar 20 tahun hidup tanpa aliran listrik. Penyambungan dilakukan menyusul koordinasi Pemerintah Kabupaten Semarang, Pemerintah Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, dan PLN, sehingga keluarga tersebut kini dapat menikmati penerangan listrik untuk kebutuhan sehari-hari dan mendukung proses belajar anak mereka.
Rumah Muhroji Sudah Terang Benderang, Buku Pelajaran Sang Anak Tak Lagi 'Belepotan' Minyak Goreng

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.22
Songsong Hari Jadi, Lintas Iman Satukan Doa untuk Salatiga