KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Al-Qur’an Blawong di Masjid At-Taqwa Gogodalem Bringin Asli dari Eropa

Al-Qur’an Blawong di Masjid At-Taqwa Gogodalem Bringin Asli dari Eropa

Al-Qur’an Blawong di Masjid At-Taqwa Gogodalem Bringin Asli dari Eropa

Di Dusun Kauman, Desa Gogodalem, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, terdapat sebuah Al-Qur'an berusia ratusan tahun yang berasal dari masa pemerintahan VOC, dikenal sebagai Al-Qur'an Blawong. Kini, Al-Qur'an tersebut disimpan dengan rapi di Masjid At-Taqwa di Dusun Kauman.
Foto dok Hanes
Kepala Dusun Kauman melihat Al-Qur’an Blawong dari jaman VOC di Masjid At-Taqwa Dusun Kauman Desa Gogodalem Kecamatan Bringin Kabupaten Semarang Jawa Tengah, Sabtu (23/3/2024).

RASIKAFM.COM  | BRINGIN – Di Dusun Kauman Desa Gogodalem Kecamatan Bringin Kabupaten Semarang Jawa Tengah terdapat Al-Qur’an berusia ratusan tahun yang berasal dari jaman VOC. Al-Qur’an ini biasa disebut warga setempat dengan Al-Qur’an Blawong.

Al-Qur’an Blawong kini disimpan rapi di Masjid At-Taqwa di Dusun Kauman Desa Gogodalem Kecamatan Bringin Kabupaten Semarang.

Al-Qur’an Blawong sendiri berasal dari Eropa. Hal ini terlihat dari watermark kertas tersebut bertuliskan concordia researvap crescunt dija diterawang menghadap cahaya.

Uniknya Al-Qur’an Blawong ini ditulis tangan, hal ini terlihat dari guratan-guratan kecil tidak beraturan sehingga menandakan jika bernar di tulis tangan.

Meski telah berusia ratusan tahun, Al-Qur’an ini kondisinya masih bagus dan masih bisa dibaca dengan jelas. Meski ada beberapa tulisan yang harus dibaca khusus, sebab beberapa ayat tidak memiliki harokat. Selain itu tidak asa tanda baca yang menunjukkan urutan ayat. kepada wartawan

Kepala Dusun Kauman, Nasiruddin mengaku Al-Qur’an Blawong ini telah diteliti oleh beberapa peneliti kertas yang digunakan menulis Al-Qur’an Blawong berasal dari Eropa.

“Al-Qur’an ini diteliti beberapa instansi salah satunya yang di Prambanan. Kami tahunya ada logo di kertasnya. Kemungkinan dari jaman VOC,” kata Nasiruddin, Sabtu (23/3/2024).

Dirinya mengaku penulis dari Al-Qur’an Blawon yakni Simbah Jamaluddin. Simbah Jamaluddin merupakan tokoh pendiri Masjid At-Taqwa.

“Kalau tahunnya tidak diketahui, karena tidak ada penulisan tahun di dalamnya. Tapi dari cerita orang tua terdahulu usianya hampir sama dengan Masjid At-Taqwa ini atau jaman setelah kerajaan Demak,” jelasnya.

Dulu Al-Qur’an Blawong hanya dibaca dan dikeluarkan setahun sekali yakni setiap tanggal 20 syaban. Namun saat ini Al-Qur’an Blawong dikeluarkan dan dibaca rutin setiap 35 hari sekali.

Terdapat empat Al-Qur’an Blawong yang tersimpan rapi di gudang Masjid At-Taqwa, namun hanya satu yang masih lengkap karena termakan usia

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
Pemkab Semarang mendorong Wisata Edukasi Setepeng di Bergas Lor menjadi pusat pelatihan keterampilan bagi masyarakat, termasuk ASN dan non-ASN menjelang pensiun. Budidaya ayam petelur dan ikan menjadi salah satu pilihan usaha yang dapat dipelajari secara langsung. Kawasan seluas sekitar 2,2 hektare itu juga akan dikembangkan dengan tanaman buah dan komoditas lainnya.
Wisata Edukasi Setepeng Jadi Tempat Belajar Usaha, Bupati Semarang Sasar ASN Jelang Pensiun
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
Fakultas Pertanian dan Bisnis UKSW melalui program KKN mendampingi 25 warga Dusun Sengon, Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah bio-slurry dan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik cair, pupuk organik padat, serta MOL. Kegiatan selama sebulan ini mendorong pemanfaatan bahan lokal untuk mendukung pertanian berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
KKN UKSW di Desa Manggihan, Mahasiswa Olah Limbah Biogas jadi Pupuk Organik
[pekok2]