URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Mengantisipasi datangnya musim hujan yang berpotensi menimbulkan banjir, Pemerintah Kota Semarang, Minggu (30/10) pagi melaksanakan kerja bhakti massal di seluruh wilayah kecamatan se-kota Semarang.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Antisipasi Banjir, Ita Pimpin Kerja Bhakti Massal se-Kota Semarang

Antisipasi Banjir, Ita Pimpin Kerja Bhakti Massal se-Kota Semarang

Antisipasi Banjir, Ita Pimpin Kerja Bhakti Massal se-Kota Semarang

featured-img

Mengantisipasi datangnya musim hujan yang berpotensi menimbulkan banjir, Pemerintah Kota Semarang, Minggu (30/10) pagi melaksanakan kerja bhakti massal di seluruh wilayah kecamatan se-kota Semarang. Kegiatan yang dipusatkan di kantor Kelurahan Tlogomulyo difokuskan pada upaya pembersihan sampah di kawasan rawan banjir di Kota Semarang. Hal itu dilakukan melihat tingginya curah hujan di kawasan Semarang yang dikhawatirkan akan menimbulkan rob serta banjir.

“Saat ini perlu kegiatan untuk mengantisipasi banjir. Kita perlu mewaspadai juga terkait curah hujan yang tinggi sehingga air yang mengalir dari daerah atas yang tidak bisa ditampung karena permasalahan sampah tidak menimbulkan banjir,” tutur Plt. Wali kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu.

Dalam kegiatan kerja bakti massal serentak se-Kota Semarang tersebut juga disertai dengan kegiatan penanaman 1.000 pohon di kantor kelurahan Tlogomulyo. Hal tersebut menurut Ita, sapaan akrab Plt. Wali kota merupakan satu upaya pihaknya di dalam mengantisipasi terjadinya musibah banjir.

“Beberapa waktu lalu masih terjadi banjir di wilayah yang tidak terduga. Setelah dilakukan penelusuran ternyata penyebabnya dikarenakan banyaknya tumpukan sampah,” ujar Ita.

“Konsep yang sekarang kita lakukan yaitu kerja bakti bersama-sama untuk bergotong royong. Agar nantinya di wilayah Tlogomulyo ini tidak terjadi banjir,” imbuh Ita.

Dirinya menjelaskan bahwa sebenarnya pembangunan yang ada di Kota Semarang sudah banyak bangunan yang mengantisipasi banjir. Namun dikarenakan tidak adanya perhatian dari masyarakat maka tetap terjadi banjir di berbagai wilayah.

“Banyak perilaku kurang baik yang masih sering dilakukan seperti membuang sampah sembarangan dan juga tidak digalinya sedimen-sedimen saluran yang sudah dibuat. Karenanya, sekarang malah ada beberapa tempat yang menjadi wilayah potensi rob banjir jadi bertambah,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Ita juga menjelaskan bahwa sebenarnya saluran yang disediakan cukup lebar namun bangunannya maju dan menutupi saluran sehingga harus ditertibkan. Pada kawasan Tlogomulyo misalnya, permasalahannya ada pada bangunan yang didirikan di atas selokan, banyaknya sampah serta pengendapan sedimentasi yang menyebabkan banjir.

Saat ini Pemerintah kota Semarang dibantu oleh Kementerian PUPR sedang membangun tol tanggul laut. Sehingga nantinya sampai wilayah daerah tersebut dibangun maka, wilayah seperti Tanjung Mas, Bandarharjo, Genuk dan sekitarnya tidak akan banjir.

“Pemerintah akan terus mensupport namun kita juga menyesuaikan keuangan per daerah. Kita akan bisa menyelesaikan permasalahan banjir jika kita tangani bersama-sama,” tegas Ita.

BACA JUGA :

pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon