URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]

Mbak Google

KABAR RASIKA

Antisipasi Klaster PTM, Guru dan Murid Diswab Acak Sebelum Masuk Kelas

Antisipasi Klaster PTM, Guru dan Murid Diswab Acak Sebelum Masuk Kelas

Antisipasi Klaster PTM, Guru dan Murid Diswab Acak Sebelum Masuk Kelas

featured-img

UNGARAN – Upaya deteksi dini dan pencegahan terhadap terjadinya klaster penularan Covid-19 di lingkungan sekolah dilaksanakan oleh seluruh sekolah di Kabupaten Semarang yang menyelenggarakan pembelajaran tatap muka (PTM). Wujudnya adalah dengan melakukan swab antigen secara acak kepada guru dan murid sebelum masuk ke kelas.

“Kemarin kami telah melakukan swab antigen terhadap 50 siswa yang mengikuti PTM. Alhamdulillah semuanya negatif,” ujar Kepala SMP N 2 Ungaran Lilik Nurcholis, Senin (27/9/2021).

Dikatakan Lilik, mereka yang mengikuti swab antigen merupakan siswa kelas VII, VIII dan IX.

“Jumlah total yang PTM ada 500 siswa, mulai dari kelas 7,8 dan 9. Tes yang dilakukan kemarin secara random sampling sebanyak 10 persen,” ungkap Lilik.

Selain melakukan upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di sekolah, pihaknya juga melakukan pengetatan protokol kesehatan.

“Sebelum masuk gedung sekolah, semua warga sekolah kami screening terlebih dahulu. Wajib cuci tangan, pakai masker dan cek suhu. Jika ada pelanggaran kami peringatkan, jika ada yang sakit kami minta pulang,” timpalnya.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disdikbudpora) Kabupaten Semarang Sukaton Purtomo mengatakan nantinya tes swab antigen akan digilir ke seluruh sekolah yang ada di Kabupaten Semarang.

“Kemarin testing di SMPN 2 Ungaran dan alhamdulilah tidak ditemukan indikasi positif. Secara bertahap akan kita gilir nanti,” kata dia.

Pada bagian akhir, pihaknya akan melakukan pengawasan dan evaluasi pelaksanaan PTM di semua sekolah.

“Mudah-mudahan kondisi ini bisa tetap stabil tentunya diimbangi dengan kepatuhan terhadap protokol kesehatan yang ketat,” tandasnya. (win)

BACA JUGA :

Seorang pecinta reptil, Galih Rizky F (20), terjatuh ke jurang sedalam sekitar 40 meter saat melakukan herping di kawasan Curug Lawe Benowo Kalisidi (CLBK), Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Jumat (28/8/2026) malam. Tim SAR gabungan mengevakuasi korban sekitar 2,5 jam kemudian dengan teknik HART. Korban mengalami cedera kepala, lengan, dan tungkai.
Pecinta Reptil Terjatuh ke Jurang 40 Meter Saat Herping di CLBK Ungaran
Polres Semarang mengamankan pelajar berinisial YA (16) yang diduga hendak melakukan duel satu lawan satu di Jalan Lingkar Ambarawa, Kabupaten Semarang, Rabu (26/8/2026) dini hari. Polisi menemukan celurit sepanjang sekitar 130 sentimeter yang dibawa YA setelah ajakan duel diduga disepakati melalui media sosial.
Viral Pelajar Bawa Celurit 1,3 Meter di Ambarawa, Polisi Gagalkan Rencana Duel
Kepala Dinsos Kabupaten Semarang Istichomah
Penerima Bansos Terindikasi Judol Bakal Dicoret, Dinsos Kabupaten Semarang Buka Pengajuan Sanggahan
pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Penjualan Gas PGN di Semarang Melonjak 5
Penjualan Gas PGN di Semarang Melonjak 5.000 Persen, Industri Jadi Motor Pertumbuhan