URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Ditresnarkoba Polda Jateng menggelar razia dalam rangka antisipasi penyalahgunaan narkoba sekaligus operasi yustisi di tempat - tempat hiburan di Kota Semarang pada Sabtu (30/10/21) dini hari.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Antisipasi Lonjakan Covid 19 Dan Penyalahgunaan Narkoba, Ditresnarkoba Polda Jateng Lakukan Razia Tempat Hiburan Malam

Antisipasi Lonjakan Covid 19 Dan Penyalahgunaan Narkoba, Ditresnarkoba Polda Jateng Lakukan Razia Tempat Hiburan Malam

Antisipasi Lonjakan Covid 19 Dan Penyalahgunaan Narkoba, Ditresnarkoba Polda Jateng Lakukan Razia Tempat Hiburan Malam

featured-img

SEMARANG – Ditresnarkoba Polda Jateng menggelar razia dalam rangka antisipasi penyalahgunaan narkoba sekaligus operasi yustisi di tempat – tempat hiburan di Kota Semarang pada Sabtu (30/10/21) dini hari.

Dirresnarkoba Polda Jateng, Kombes Pol Lutfi Martadian mengatakan, kegiatan ini guna mengantisipasi peredaran barang haram sekaligus mencegah lonjakan kasus Covid-19 di Jawa Tengah. Apalagi tempat hiburan malam jadi lokasi favorit masyarakat berkumpul alias nongkrong.

Sedangkan dalam kegiatan tersebut, pihaknya menemukan beberapa tempat hiburan yang masih buka di atas ketentuan aturan Perwali terkait pelaksanaan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 1 di Kota Semarang. Artinya, sesuai dengan peraturan bahwa kegiatan aktifitas jam malam maksimal sampai dengan pukul 24.00 WIB.

Mengetahui hal itu, pihaknya pun tak segan-segan menertibkan tempat yang melanggar aturan tersebut.

“Masih ada beberapa tempat hiburan yang beroperasi maka kami tutup,” ujarnya usai kegiatan.

“Untuk kegiatan ini, kami menggunakan peraturan Walikota Semarang yang jelas ada ketentuan waktu. Sedangkan pemiliknya akan kami mintai keterangan untuk pertanggung jawaban, kemudian untuk kedepan kegiatan razia ini tidak hanya dilaksakanan hari ini saja akan tetapi akan dilakukan beberapa hari kedepan sesuai dengan eskalasi ataupun tingkat aktifitas masyarakat,” tambahnya.

Terkait razia narkoba, lanjut Luthfi, pihaknya pun melakukan serangkaian tes kepada para pengunjung guna mengidentifikasi adanya penyalahgunaan narkoba.

“Kegiatan yang kita lakukan adalah melakukan identifikasi kepada pengunjung dan yang kedua kita melakukan tes urine kepada para pengunjung. Alhamdulilah pada dini hari ini seluruhnya setelah dilakukan cek urine semuanya negative tidak ada yang menggunakan narkoba,” bebernya.

Kombes Pol Luthfi menegaskan, akan terus mengingatkan masyarakat bahwa pandemi belum usai. Serta mengedukasi masyarakat untuk meningkatkan kepatuhan protokol kesehatan dan akan terus menargetkan cakupan program vaksinasi.

“Salah satu yang dianggap mempengaruhi peningkatan kasus adalah sudah dilakukannya berbagai pelonggaran dan penurunan kepatuhan terhadap protokol kesehatan, misal penggunaan masker, cuci tangan, dan jaga jarak,” pungkasnya.

Disisi lain, razia ini melibatkan beberapa instansi diantaranya Ditresnarkoba Polda Jateng, Ditsabhara Polda Jateng, Biddokkes Polda Jateng dan Bidpropam Polda Jateng dengan dibantu dari unsur TNI dari Kodam IV/Diponegoro. Tim gabungan bergerak dari Ditresnarkoba Polda Jateng sekitar pukul 24.00 WIB menyasar ke sejumlah tempat hiburan di kota Semarang.

BACA JUGA :

Kota Salatiga meraih juara I kategori Akses Penduduk ke Layanan Pendidikan dalam Apresiasi Pemda Berprestasi Regional Jawa-Bali 2026 Batch II yang digelar Kemendagri pada 28 Agustus 2026. Atas capaian tersebut, Salatiga mendapat dukungan Rp2 miliar untuk memperkuat akses dan kualitas layanan pendidikan bagi masyarakat.
Bukan Kaleng-kaleng! Kota Salatiga raih Prestasi di Bidang Pendidikan
Rencana pengeboran panas bumi di kawasan Gunung Ungaran mulai membuat warga Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang, gelisah karena belum mendapat penjelasan langsung mengenai lokasi, mekanisme, dan dampaknya. Warga khawatir aktivitas tersebut memengaruhi sumber air dan pertanian, sementara pemerintah maupun pihak terkait belum melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat.
Isu Pengeboran Gunung Ungaran Bikin Warga Candi Gelisah, Khawatir Sumber Air dan Pertanian Terdampak
DPRD Kabupaten Semarang meminta pemerintah daerah melakukan kajian menyeluruh sebelum pengembangan energi panas bumi Gunung Ungaran dilanjutkan, Senin (31/8/2026). Dewan menyoroti potensi dampak pengeboran lebih dari 2.000 meter terhadap kondisi geologi, lingkungan, sumber air, cagar budaya, serta manfaat ekonomi bagi masyarakat dan daerah.
Legislator Kabupaten Semarang Soroti Risiko Geothermal Ungaran, Ingatkan Dampak Pengeboran
Kejaksaan Negeri Salatiga memberikan penyuluhan hukum dan kampanye antikorupsi kepada sekitar 150 siswa SMAN 3 Salatiga melalui program Jaksa Masuk Sekolah, Senin. Kegiatan tersebut bertujuan menanamkan kesadaran hukum, kejujuran, integritas, dan tanggung jawab sejak dini, sekaligus mengenalkan bahaya HIV/AIDS serta pengelolaan sampah kepada para pelajar.
JMS di SMAN 3 Salatiga, Gandeng Berbagai Pihak, “Wujudkan Generasi Emas Anti Korupsi”
Pemkab Semarang menyiapkan anggaran hampir Rp16 miliar untuk pelaksanaan Pilkades serentak yang dijadwalkan pada 14 Desember 2026. Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengatakan anggaran tersebut digunakan untuk mendukung seluruh tahapan Pilkades, dengan kebutuhan tambahan dipenuhi melalui efisiensi belanja yang tidak menjadi prioritas.
Pemkab Semarang Tambah Anggaran Pilkades, Belanja Tak Mendesak Jadi Sasaran Efisiensi
WhatsApp Image 2026-08-30 at 22.25
Meriah! Peringatan HUT Paguyuban PKL Setia Kawan ke-24 di Pasaraya Salatiga

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo: Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih
Kepala Dinsos Kabupaten Semarang Istichomah
Penerima Bansos Terindikasi Judol Bakal Dicoret, Dinsos Kabupaten Semarang Buka Pengajuan Sanggahan

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved