URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengapresiasi program Indonesia Urban Water Sanitation and Hygiene Penyehatan Lingkungan untuk Semua (IUWASH PLUS) dari Lembaga Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID).

Mbak Google

KABAR RASIKA

Apresiasi Program IUWASH Plus, Ganjar Berharap USAID Ikut Dampingi Penanganan Kemiskinan Ekstrem

Apresiasi Program IUWASH Plus, Ganjar Berharap USAID Ikut Dampingi Penanganan Kemiskinan Ekstrem

Apresiasi Program IUWASH Plus, Ganjar Berharap USAID Ikut Dampingi Penanganan Kemiskinan Ekstrem

featured-img

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengapresiasi program Indonesia Urban Water Sanitation and Hygiene Penyehatan Lingkungan untuk Semua (IUWASH PLUS) dari Lembaga Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID). Selama lima tahun ini program itu telah berhasil mengubah perilaku hidup sehat masyarakat di daerah dampingan. Setidaknya ada tujuh kabupaten/kota di Jawa Tengah yang menjadi dampingan USAID .

“Tadi kedatangan dari tim USAID IUWASH sebenarnya mau pamitan karena program sudah berjalan selama lima tahun. Alhamdulillah beberapa daerah sudah mulai sadar bagaimana mereka buang air besar (BAB) di tempat yang benar, ada jambannya, ada septic tank-nya dan dikuras secara berkala,” kata Ganjar usai menerima perwakilan USAID di Rumah Dinas Puri Gedeh, Senin (11/10/2021).

Ganjar menjelaskan, perilaku yang sudah mulai berubah tersebut contohnya ada di Kabupaten Wonosobo. Di sana dulu banyak warga yang BAB di empang atau di jamban yang dibuang ke sungai. Padahal kalau sanitasi dibuang ke sungai akan menimbulkan banyak bakteri pembawa penyakit. Begitu juga jika dibuang di empang karena hasil Empang menjadi tidak higienis.

“Dulu itu yang selalu jadi pertanyaan orang karena mengubah perilakunya sulit. Ketika USAID IUWASH masuk, edukasi mulai dilakukan. Menariknya ada perubahan perilaku, mereka (masyarakat) sendiri sekarang jijik memakan ikan karena dikasih makan limbah BAB. Itu perilaku yang menurut saya berubah menjadi bagus,” katanya.

Perubahan perilaku menjadi lebih baik juga dapat dilihat dari contoh kebutuhan air bersih. Misalnya di Kota Salatiga dan Kabupaten Semarang yang dilakukan program konservasi seperti reboisasi dsn pembuatan banyak sumur resapan sehingga memunculkan sumber air baru.

Halaman 1 dari 2

BACA JUGA :

pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo: Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved