URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
"Harus ada kesiapan sarana prasarana Pemerintah Indonesia untuk memfasilitasi kunjungan ke negara Arab Saudi dulu, baru akan kita siapkan keberangkatan jemaah," ungkap Ahmad Hanik, Direktur PT Haninda Utama Tour and Travel.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Arab Saudi Buka Keran Kunjungan Internasional, Biro Travel dan Umrah Tak Ingin Gegabah Berangkatkan Jemaah

Arab Saudi Buka Keran Kunjungan Internasional, Biro Travel dan Umrah Tak Ingin Gegabah Berangkatkan Jemaah

Arab Saudi Buka Keran Kunjungan Internasional, Biro Travel dan Umrah Tak Ingin Gegabah Berangkatkan Jemaah

featured-img

UNGARAN – Negara Indonesia menjadi salah satu dari enam negara yang diizinkan kembali berkunjung ke Arab Saudi tanpa harus transit terlebih dahulu ke negara ketiga. Izin masuk itu akan berlaku mulai 1 Desember 2021 ini. Dengan pencabutan suspend tersebut, maka praktis keran perjalanan ibadah umrah juga akan kembali dibuka.

Menyikapi hal itu, Direktur PT Haninda Utama Tour and Travel Ahmad Hanik menuturkan pihaknya menyambut baik keputusan tersebut. Meski demikian ia tak ingin gegabah untuk segera memberangkatkan jemaah umrah yang harus tertunda keberangkatannya sejak dua tahun lalu. Ia masih menunggu kesiapan sarana prasarana dari Pemerintah Pusat terlebih dahulu.

“Belajar dari bulan September kemarin, ternyata setelah jemaah umrah diberangkatkan masih ada kendala. Barcode vaksinasi aplikasi PeduliLindungi jemaah kita ternyata tidak sinkron dengan aplikasi Tawakkalna yang ada di Arab Saudi. Sehingga antriannya panjang dan berjubel,” terang Hanik saat ditemui di kantornya, Rabu (1/12/2021).

Kemudian yang kedua, lanjut Hanik, persyaratan terkait vaksinasi booster atau dosis ketiga bagi jemaah juga menjadi kendala. Menurutnya jika vaksinasi booster dilaksanakan di Arab Saudi, ia khawatir bisa mengganggu pelaksanaan ibadah umrah terutama bagi jemaah yang daya tahan tubuhnya lemah.

“Kami meminta vaksinasi boosternya dilaksanakan di Indonesia, sehingga jika ada efek sampingnya tidak mengganggu pelaksanaan ibadah. Jika semua itu bisa dipenuhi, ada sinkronisasi antara Kemenag, Kemenkes dan Pemerintah Arab Saudi kami siap berangkat,” kata dia.

Terkait pencabutan suspend tersebut, Hanik menjelaskan segera akan melaksanakan sosialisasi mengenai persyaratan yang harus dipenuhi kepada 75 calon jemaah umrah yang hingga kini tertunda keberangkatannya.

“Sosialisasi tetap akan kita laksanakan meski kami belum akan memberangkatkan tahun ini. Intinya kami masih menunggu kepastian, kasihan jemaah kalau kita putuskan berangkat ternyata masih ada kendala lagi,” urainya.

Hanik mengakui, pelaksanaan ibadah umrah di masa pandemi ada beberapa penyesuaian. Salah satunya mengenai biaya.

“Ada kenaikan biaya sebesar 30 persen. Hal itu untuk memenuhi syarat protokol kesehatan. Misalnya hotel yang biasanya satu kamar 4 orang, maksimal 2 orang. Demikian pula bus untuk akomodasi jemaah juga dibatasi kapasitasnya 50 persen. Otomatis ada penambahan fasilitas yang tidak mungkin ditanggung oleh biro penyelenggara umrah,” paparnya. (win)

BACA JUGA :

Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Tahun Anggaran 2026 resmi dilaksanakan di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, selama 15 Juli hingga 13 Agustus 2026. Komandan Kodim 0714/Salatiga Fajar Hapsari Nugroho menyatakan program ini berfokus pada pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1,25 kilometer yang menghubungkan Desa Cukil dan Desa Kemetul, disertai pembangunan rumah tidak layak huni, rehabilitasi fasilitas ibadah, serta pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan akses dan kesejahteraan warga.
TMMD Reguler ke-129 di Kabupaten Semarang Resmi Bergulir, Perkuat Infrastruktur dan Ekonomi Warga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga
Pilkades Serentak 142 Desa di Kabupaten Semarang Masih Menunggu Lampu Hijau Kemendagri, Rp12,6 Miliar Sudah Disiapkan
Pilkades Serentak 142 Desa di Kabupaten Semarang Masih Menunggu Lampu Hijau Kemendagri, Rp12,6 Miliar Sudah Disiapkan
Petani Desa Kemetul, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, mengembangkan budidaya padi semi organik melalui dem area seluas 10 hektare yang melibatkan 21 petani. Program yang telah berjalan hampir tiga tahun ini berhasil meningkatkan produktivitas hingga lebih dari 9 ton per hektare, sekaligus mendorong pengolahan hasil panen menjadi beras bernilai jual lebih tinggi serta pemanfaatan limbah pertanian untuk mendukung konsep zero waste.
Gunakan Great Farm, Petani Kemetul Mulai Bidik Pasar Premium Beras Sehat
Komunitas relawan di kawasan lereng Gunung Merbabu, Kabupaten Semarang, menggalakkan patroli Kejantara sebagai langkah antisipasi terhadap kebakaran hutan. Taman Nasional Gunung Merbabu (TNGMb) merupakan wilayah yang rentan terhadap kebakaran, terutama saat musim kemarau. Relawan bekerja sama dengan TNGMb untuk mengaktifkan patroli Kejantara dan telah menyiapkan berbagai peralatan penanganan kebakaran, termasuk bak penampungan air hujan.
Merbabu Dijaga Ketat Saat Kemarau, Posko 24 Jam Disiapkan hingga Pompa Air Berdaya Jangkau 3 Kilometer
Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Jawa Tengah menggelar Olimpiade Aksi dan Syiar Ekonomi Syariah (OASE) 2026 di Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan, Kota Semarang, pada 28–30 Juli 2026. Kegiatan yang menjadi transformasi Festival Santri Jawa Tengah (FITRAH) ini melibatkan pelajar, mahasiswa, pelaku UMKM, komunitas kreatif, dan masyarakat umum untuk memperkuat literasi serta ekosistem ekonomi syariah yang inklusif melalui edukasi dan berbagai kompetisi.
BI Jateng Perluas Literasi Ekonomi Syariah Lewat OASE 2026

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Tahun Anggaran 2026 resmi dilaksanakan di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, selama 15 Juli hingga 13 Agustus 2026. Komandan Kodim 0714/Salatiga Fajar Hapsari Nugroho menyatakan program ini berfokus pada pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1,25 kilometer yang menghubungkan Desa Cukil dan Desa Kemetul, disertai pembangunan rumah tidak layak huni, rehabilitasi fasilitas ibadah, serta pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan akses dan kesejahteraan warga.
TMMD Reguler ke-129 di Kabupaten Semarang Resmi Bergulir, Perkuat Infrastruktur dan Ekonomi Warga
Masyarakat Dusun Wates, Desa Wates, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, terus melestarikan tradisi Saparan atau merti dusun yang digelar setiap Senin Kliwon pada bulan Sapar. Tradisi yang berlangsung turun-temurun ini diwujudkan melalui rangkaian ritual adat, open house, serta pertunjukan kesenian sebagai ungkapan syukur, mempererat silaturahmi, dan menjaga nilai gotong royong sekaligus melestarikan warisan budaya Jawa di tengah perkembangan zaman.
Saparan di Getasan, Tradisi Tahunan yang Hadirkan Suasana Mudik dan 'MBG Swadaya'