URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Banjir melanda sepanjang jalan Kaligawe Raya, Kecamatan Genuk sejak pagi hari pada Sabtu (1/1/2022). Dalam pantauan, hingga pukul 16.00 WIB, titik tertinggi banjir berada tepat di bawah jembatan Tol dengan ketinggian mencapai 60 centimeter.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Banjir Di Jalan Kaligawe Raya, Puluhan Motor Mogok

Banjir Di Jalan Kaligawe Raya, Puluhan Motor Mogok

Banjir Di Jalan Kaligawe Raya, Puluhan Motor Mogok

featured-img

SEMARANG – Banjir melanda sepanjang jalan Kaligawe Raya, Kecamatan Genuk sejak pagi hari pada Sabtu (1/1/2022). Dalam pantauan, hingga pukul 16.00 WIB, titik tertinggi banjir berada tepat di bawah jembatan Tol dengan ketinggian mencapai 60 centimeter.

Akibatnya, puluhan sepeda motor mengalani mogok atau mati mesin karena nekat menerjang genangan air setinggi lutut orang dewasa itu.

Warga sekitar, Bambang Supriyanto menyebut, banyaknya pengendara yang masih nekat menerjang banjir lantaran akses jalan Kaligawe adalah akses tercepat dari Kudus menuju ke pusat kota.

“Banyak sekali yang nerjang-nerjang ini. Mungkin biar lebih cepat,” ujarnya di lokasi kejadian.

Ia menduga, banjir disebabkan karena hujan deras yang mengguyut kota Semarang pada Jumat (31/12/2021) sore hingga malam hari. Ditambah pasang air laut yang keluar menuju jalan.

“Paling parah di bawah jembatan Tol, tapi di depan Sultan Agung juga banjir tapi tidak separah yang sebelumnya,” katanya.

Sementara itu, pengguna jalan Abdul Hamid mengatakan, terjebak banjir di Kaligawe saat perjalanan dari Demak ke Kendal. Warga Kendal itu baru saja berkunjung dari rumah mertua.

“Iya dari mertua, baru kali ini kejebak banjir lewat sini,” paparnya.

Baginya, banjir begitu merepotkan pemotor seperti dirinya. Apalagi terjadi saat momen tahun baru.

“Kayak kado di tahun baru,” paparnya.

Ia memprotes kepada pemerintah hendaknya banjir menahun ini segera ditangani.

“Ini kan sudah menahun. Hampir sering terjadi, la mbok ya segera diatasi,” katanya.

Dalam pantauan, banjir masih cukup tinggi terutama di bawah jembatan tol Kaligawe. Ketinggian air di titik tersebut mencapai sepaha orang dewasa. Akibatnya, macet panjang terjadi dari bawah terowongan tol mengular ke arah Demak.

Sedangkan data yang diperoleh, banjir di wilayah Genuk tak terjadi pada titik itu saja. Berikut titik banjir di kecamatan Genuk.

1. Depan RSI Sultan Agung 40 sentimeter.
2. Depan Pos Terboyo jalur lambat 40 sentimeter.
3. Genuksari Jalan Woltermonginsidi arah SPBU 30 – 40 sentimeter.
4. Jalan Muktiharjo Lor dengan ketinggian air sekitar 40-50 sentimeter.
5. Jalan Padi Raya dan Perum Genuk Indah ketingaian air sekitar 20-25 sentimeter.
6. Bawah jembatan Tol kaligawe lingkar menuju Demak, dan menuju kota semarang) 45 sentimeter.
7. Kudu RT 7 RW 17 ketinggian 15 sentimeter.

Sedangkan wilayah yang bebas banjir.

1. Bangetayu Kulon.
2. anjardowo.
3. Trimulyo.
4. Karangroto.
5. Terboyo Wetan.

BACA JUGA :

pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon